December 18, 2017

Love Books Love Series: Secret & Summer Episode 4 part 1


Secret mengecup Summer lama sampai Summer sadar lalu memukul-mukul Secret, takut kalau sampai orang lain melihat mereka. Namun, dengan santainya Secret malah menarik Summer masuk kedalam untuk melanjutkan hal tadi hahahaha. Perasaan keduanya semakin membaik, terlihat dari mereka yang saling melempar senyum.


Masih berdiri di depan pagar, Summer kemudian bertanya kemana Secret akan pergi setelah ini. Summer hanya takut kejadian seperti yang lalu terjadi lagi. Secret pun mengatakan kalau yang terakhir kali itu adalah ‘goodbye kiss’ tapi yang sekarang adalah ‘coming back kiss’. Hahahaha wajah Summer langsung merona plus menahan senyum karena senang.

“Come back? Kamu sudah kembali, terus apa lagi?” tanya Summer.

“Sebenarnya, aku kembali untuk meminta…” Secret menghentikan ucapannya dengan wajah serius, Summer juga seperti orang yang sedang menunggu malu-malu.

“Meminta… minta izin kalau aku ingin ke kamar mandi. Aku mau pee!” Kata Secret tiba-tiba membuyarkan khayalan Summer yang mungkin mengira Secret akan memintanya jadi pacarnya. Summer mengumpat kesal wkwkwkwk. “Hanya menciumku seperti ini kamu mau ke kamar mandi!” Ucap Summer mengejek.


Setelah selesai dari kamar mandi, Secret mengecek ponselnya da nada pesan masuk dari Silver yang bertanya apa dia sudah mengurus page Some Change. Secret sedikit kesal, ia pun membalas agar Silver jangan khawatir, dia akan menutup page itu. Lalu diperhatikannya Summer yang sedang menata buku-bukunya. Dengan tatapan serius dan lembut dia memanggil Summer.

“Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu.”

“Apa itu?”

“Aku menyukaimu!”


Summer terkejut dengan pengakuan Secret, namun tepat saat itu terdengar ketukan pintu dari luar, membuat Summer menarik Secret untuk sembunyi. Rupanya yang datang adalah Point. Ia bertanya kemana Summer pergi, karena saat dia datang tadi Summer tidak ada. Point protes karena Summer tidak membalas line nya. Sekarang dia mau membicarakan foto yang diam-diam Summer ambil di Pub DNA.

Summer menoleh ke belakang, takut jika Secret mendengar hal ini. Diapun meminta Point untuk membicarakannya lain waktu saja. Namun Point yang sebenarnya sangat khawatir pada Summer tidak mau. Ia sudah menunjukkan foto-foto itu pada ayahnya dan meminta Summer menghapus foto-foto itu. Bahkan ayahnya yang seorang polisi bilang tidak usah ikut campur dengan orang-orang itu. Summer makin gelisah, ia mendorong-dorong Point agar pergi sekarang, dan kemudian keluarlah Secret meminta mereka membicarakan hal itu sekarang juga.


Point mengenalinya sebagai tukang pembasmi. Dia sadar kalau Summer sudah membohonginya. Dia lantas bertanya siapa Secret sebenarnya.

“Jika aku membiarkan Summer tinggal di rumahmu, akankah dia aman?” Tanya Secret mengacuhkan pertanyaan point tadi.

“Apa yang kau katakan?” tanya Summer bingung.

“Itu lebih aman daripada bersamu.” Ucap Point menatap tajam Secret.

Summer masih tak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Secret. Secret akhirnya mengatakan dia akan menutup Some Change. Summer menolak, dia memberontak agar Secret tidak melakukan itu. Tapi dengan sigap Point langsung memengangi kedua tangan Summer. Summer terus berteriak saat Secret sudah membuka laptopnya. Tanpa sadar Summer menangis sambil berteriak memohon dan mengancam agar Secret tidak menghapus Some Change.


Secret tidak tega melihat Summer menangis sedih seperti itu. Dia memohon agar Summer tidak membuka Some Change lagi dan memposting apapun. Dia takut kalau itu tidak akan aman untuk Summer.

“Semua yang kau lakukan.. karena ini, kan? Hari ini kau bersikap baik padaku. Dan kau mengatakan kau…” Summer menghentikan ucapanya yang sebenarnya ingin bilang kalau Secret menyukainya. 

“Semua yang kau lakukan. Kau benar-benar egois! Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau sangat egois, huh? Kau melakukan segalanya hanya untuk melindungi keuntunganmu sendiri.” Summer berteriak untuk melampiaskan rasa kesalnya.


Secret yang sudah menutup Some Change perlahan berjalan mendekati Summer. Ia juga terluka harus melihat Summer seperti itu.

“Tolong jaga dia!” Hanya itu yang bisa Secret katakan. Dia sadar dirinya kini tak berhak mengatakan apapun.

Summer marah, ia melepaskan tangannya dari pegangan Point dan memukul-mukul Secret sambil menangis . “Kenapa kau melakukan ini, Secret? Tega sekali kau melakukan ini?” Secret hanya diam mengacuhkan Summer. Dia mengingatkan Point agar membawa Summer ke rumahnya. Setelah itu Secret pun pergi dengan Summer yang masih dengan isak tangisnya sambil mengumpat-umpat Secret.


Silver menemui Secret. Ia menanyankan bagaimana tentang Some Change. Secret menjawab kalau dia sudah menutup Some Change. Mulai sekarang Some Change tidak akan mengganggu lagi. Silver merasa lega mendengarnya. Dia menyarankan agar Secret sebaiknya tidak bekerja lagi. Secret heran, memangnya kenapa? Silver pun menujukkan pesan Hia padanya. Sekarang Hia sudah tidak percaya lagi pada Secret, karena Secret pergi dan melindungi gadis itu. Lebih baik tunggu sampai masalah Some Change mereda, barulah Secret pergi menemui Hia dan lihat bagaimana jadinya.


Secret mengangguk setuju dan berterima kasih pada Silver. Ia juga lega karena sekarang Summer aman. Silver merasa heran kenapa Secret sangat mengkhawatirkan gadis itu? Secret menampik kalau ia khawatir. Dia hanya berpikir dia tidak mau membuat buruk nasib orang lain karena masalah ini.

“Seperti ini itu namanya ‘KHAWATIR’ dan setelah itu akan berkembang menjadi cinta! Menjadi CINTA!” Jelas Silver menggoda Secret. HAHAHAHAH

“Heyy! Heyy! Cukup! Cukup! Ini hanya untuk membuatnya menutup page itu. Hanya itu, tidak lebih.”

Silver memandangi Secret dengan tatapan pasrah, melihat teman baiknya ini tidak peka dengan perasaanya sendiri. “Merasakan cinta bukan sesuatu yang buruk, P’! Kalau kamu mencintai gadis itu. Khawatir padanya. Aku akan mendukungmu!”

“Kamu ngerti gak sih? Aku sudah tidak jatuh cinta sejak lama. Dan lagipula pekerjaanku juga berbahaya.”

“P’! Keras kepala banget sih! Kamu sudah sejauh ini sejak kamu mengenal gadis itu. Kamu gak sadar juga? Bahwa kamu telah berubah?”

Secret hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal, dia juga bingung dengan perasaanya sendiri HAHAHAHA. Diapun memilih pergi dan berterima kasih pada Silver atas semua bantuannya dan tidak lupa mengejeknya yang masih menggunakan jaket dengan warna pelangi di kerahnya itu. Wkwkwkwk


Point sudah membawa Summer ke rumahnya. Orangtua Point menyambutnya dengan hangat, bahkan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Dulu ibunya Summer adalah teman ayahnya Point. Summer juga memanggil kedua orangtua Point dengan ibu dan ayah.


Secret kembali ke rumah Summer. Ketika Secret sudah berada di halaman lewatlah seorang pria di depan rumah Summer. Secret tidak melihat, karena posisinya yang membelakangi si pengemudi motor. Entah siapa pria itu karena wajahnya tertutup helm.


Esok paginya. Summer sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Tapi suara Point kemudian menghentikannya. Point memaksa akan mengantar Summer tak peduli meski Summer menolak. Ia juga tak malu meski dirinya baru bangun tidur dan pastinya belum mandi, ia tetap mengantar Summer ke kampus dengan mobilnya.

*****

Hmmmm so sweetnya.. Kenapa Summer gak sama Point aja sih? Hehehe. Segini aja deh buat episode 4 nya. Mungkin di ep 4 ini aku buat jadi 4 part karena agak malas buat panjang2 hehehhe. Ini aja udah hampir 1100 kata, kalau biasanya sih 1500 lebih. Jangan lupa ditunggu terus ya J

No comments:

Post a Comment