Love Books Love Series: Secret & Summer Episode 4 part 3 - END


Summer berteriak lantas terjatuh sambil memegangi perutnya yang tertembak. Dian yang tak menyangka ini akan terjadi langsung kabur dari tempat itu. Secret menahan tubuh Summer dengan tangannya. Ia sudah menelpon ambulance dan terus berusaha mengajak Summer ngobrol untuk menghilangkan rasa sakitnya. Bahkan ia bercanda akan memvideokan Summer saat sedang kesakitan seperti ini persis seperti apa yang Summer lakukan padanya dulu.


“Bolehkah aku bertanya sesuatu? Jika seandainya aku tidak selamat.” Ucap Summer sambil menahan sakit.

“Hey! Bagaimana bisa kamu tidak selamat. Kamu harus bertahan! Paham, kan?”

“Kamu bilang padaku… kamu menyukaiku. Saat itu apa yang kamu pikirkan?” suara Summer sudah melemah.

“Hey! Apa yang kamu tanyakan sekarang?”

“Cepat jawab aku! Aku akan… Aku sudah tidak bisa bernafas!” Jerit Summer kesakitan.

Secret pun menjawab pertanyaan Summer kalau saat itu dia ingin Summer menutup Some Change. Itulah kenapa dia bersikap baik padanya. Tapi itu bukan untuk melindungi orang-orang jahat. Itu karena dia khawatir pada Summer.

“Kamu tidak menjawab pertanyaanku.” Tuntut Summer.

“Okay! Kesimpulannya, suka adalah suka! Bisa atau tidak?” Huh? Jawaban macam apa itu? Bahkan di detik-detik menegangkan seperti ini Secret tetap menampik perasaannya. Hadeuhhhh kok jadi saya yang kesel? Ahahhahah

Summer tersenyum sekilas, “Hanya ini!” katanya kemudian. Diapun tak sadarkan diri. Secret berteriak panik memanggil nama Summer, namun Summer tetap terpejam.


Summer sudah dirawat di rumah sakit. Kondisinya sudah lebih baik. Perlahan dia membuka mata dan orang yang pertama dilihatnya adalah Point. Bukan Secret. Seperti tahu pertanyaan yang akan diajukan Summer pertama kali, yaitu ‘kenapa dia ada disini?’ Point pun memberitahu kalau Secret menggunakan ponsel Summer untuk menghubunginya. Dan belum sempat Summer bertanya ‘Lalu, dimana Secret?’ Point langsung berkata kalau dia juga tidak tahu kemana hilangnya Secret. Selama dia menjaga Summer, dia tak melihat Secret datang kemari.


Summer terlihat sedikit kecewa. Dia pun berterima kasih pada Point karena sudah menjaganya semalaman. Disela-sela obrolan mereka, Silver tiba-tiba muncul. Dia memberitahu Summer kalau Secret lah yang menyuruhnya datang untuk melihat kondisi Summer.

“Jadi, dimana dia sekarang?” Tanya Summer penuh harap.

“Dia bilang padaku sebelumnya dia pergi operasi.”

“Huh?” Summer sangat terkejut.

Silver menjelaskan kalau kemarin saat Secret mengantarkan Summer ke ambulance, Dian terus mengejarnya. Secret mengendarai motornya dan melukai Dian. Dian tewas di tempat. Tapi Secret koma sekarang. Melihat wajah shock Summer, Silver memitanya untuk tidak terkejut, sekarang Secret sudah dalam kondisi yang tidak berbahaya. Tapi..

“Tapi apa?” Tanya Summer penasaran.

Rupanya Secret mengalami gegar otak yang menyebabkan sebagian memorinya hilang. Dia harus menjaga pasien dengan baik. Dan mungkin memori Secret akan kembali dengan sendirinya.


Sekarang, Secret sudah berada di rumah Summer yang diantar oleh Point. Summer juga sudah sembuh. Dialah yang akan mengembalikan ingatan Secret. Secret bertanya heran kenapa Summer membawanya kemari? Summer menjawab, kata teman Secret dia sudah tidak bekerja lagi, jadi dia membawa Secret untuk tinggal disini dulu. Seperti waktu itu.

“Waktu itu? Kapan waktu itu? Aku pernah tinggal disini juga, huh?” Tanya Secret bingung.

“Iya! Hey, apa kamu ingat? Di depan rumah, disana, kamu pernah digigit anjing. Dan juga kamu pernah menyiapkan makanan untukku. Di meja sana! Dan di sofa sana, aku pernah mengikatmu. Dan juga dibelakang rumah, kamu lagi mandi dan…” Summer langsung tertawa cekikikan mengingat hal itu.

“Hey! Kenapa kamu jahat sekali?”

Summer tak terima dirinya dibilang jahat. Secret lah satu-satunya orang yang jahat. Summer sedih karena Secret tak bisa mengingat satupun tentangnya. Secret berkata, “Dokter bilang pasti ada sesuatu yang bisa memancing ingatanku. Jika kita benar-benar pernah tinggal bersama, pasti ada kejadian special, kan?”


Summer berusaha mengingat-ingatnya sebentar, sebelum dia mendekat dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Secret. Dia menatap Secret sesaat dan kemudian mengecup Secret, seperti yang dilakukan Secret dulu padanya.

“Apa kamu masih belum ingat?” Secret menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, cobalah ingat perlahan-lahan. Nanti, pasti kamu bisa mengingat tentang dirimu.”

“Bolehkah aku bertanya sesuatu? Benarkah kita pacaran? Kenapa kamu melakukannya sampai sejauh ini?”

“Gila! Aku tidak tahu! Kamulah orang pertama yang bilang cinta padaku.”

“Jadi, apa kamu menyukaiku?”

“Well.. kalau aku tidak menyukaimu aku sudah meninggalkanmu di rumah sakit!”


Entah kenapa hal itu malah membuat Secret terawa lepas. “Hanya itu!” katanya kemudian.

“Huh? Apa maksud ‘hanya itu’. Kamu mengerjaiku ya?”

“Tidak!” Summer tidak percaya. Ia lalu memukul-mukuli Secret. Dan ternyata hal itu adalah benar. Secret pura-pura lupa ingatan untuk mengetahui jawaban Summer sebenarnya.

Dia terus menggoda Summer yang sekarang duduk di pangkuannya, “Jadi, kamu menyukaiku atau tidak?”

“Apa? Kamu sangat ingin hilang ingatan, kan? Ya, kan?” Summer langsung menepuk-nepuk kepala Secret. Dan kemudian Secret kembali bertanya dengan raut wajah serius, “Siapa kamu?” hahahah. Summer terkejut, jadi Secret beneran hilang ingatan? Dan keduanya pun melanjutkan candaan mereka dengan Summer yang masih dalam pangkuan Secret.

3 BULAN KEMUDIAN.


Summer keluar dari rumahnya dengan membawa tas besar. Sudah ada Secret yang menunggunya. Mereka bercanda riang layaknya pasangan kekasih. Summer lalu memberikan ponselnya pada Secret. Rupanya ia akan memposting foto-foto benda keramat di Pub DNA. Dalam captionnya dia menulis kalau foto itu dia dapat dari orang lain. Setelah postingan ini Some Change harus menghilang sementara untuk alasan keselamatan. Selama waktu itu, jadilah telinga dan mata untuk Some Change. Dan Some Change akan kembali lagi ketika orang-orang membutuhkannya. Love and Bye Bye.


Setelah melihat Secret tersenyum menganggukkan kepala, Summer pun memposting itu, lalu membuang ponselnya. Dia sudah tidak ingin ponsel itu lagi.

“Waktu Some Change sudah berakhir. Aku dan Secret sudah memutuskan untuk pindah ke tempat lain untuk alasan keselamatan. Tapi kami tidak menghilang kemanapun. Kami setuju untuk memulai traveling page bersama. Traveling bersama. Menghadapi resiko di tempat yang baru. Sebuah tempat dimana kami berdua bisa hidup bersama dengan bebas.”

Secret mengendarai motornya pergi meninggalkan tempat yang mempertemukannya dengan Summer. Tempat berisi kenangan-kenangan manis mereka.



*** END ***

No comments:

Post a Comment