December 3, 2017

Love Books Love Series: Secret & Summer Episode 3 Part 1


Summer berada di kampus. Dirinya yang tengah berada di toilet memposting informasi di Some Change tentang benda-benda keramat yang dicuri dari kuil di berbagai daerah. Ketika Summer membasuh tangannya dan menatap dirinya di cermin, ia teringat ciuman perpisahan Secret kemarin. Sejak saat itu mereka tidak bertemu lagi. Secret menghilang. Dia meninggalkan Summer dengan pertanyaan rahasia sama seperti namanya. “Kenapa dia menciumku? Kemana dia pergi. Dan siapa dia?” Batin Summer. Meskipun dia adalah Some Change yang ahli dalam membongkar masalah, dia masih tidak bisa menemukan jawaban untuk ini. Ada satu waktu saat dia merasa dia akan bertemu dengan Secret.


6 bulan kemudian..


Summer menunggu bus yang akan mengantarkannya ke kampus. Begitu bus tiba dan ia akan bersiap naik, dilihatnya seseorang yang tengah mengendarai motor berhenti di belakang bus, orang itu seperti Secret. Summer langsung memanggil nama Secret. Anehnya orang itu langsung pergi memacu motornya, mengacuhkan panggilan Summer.


Akibat ketinggalan bus tadi, Summer terpaksa harus makan seadanya di kantin kampus. Temannya yang melihat hal itu heran, apa Summer lagi diet? Summer pun menceritakan keadaannya tadi bahwa dia harus mengeluarkan uang 300 Bath untuk bayar taxi, makanya dia tidak punya uang lagi. Temannya itu merasa kasihan, dia berbaik hati untuk meminjami Summer uang. Summer tidak mau, dia hanya tidak suka berhutang.

Temannya itu lalu menawari Summer pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukannya. Kerjanya mudah, dan uangnya juga lumayan. Summer curiga dengan pekerjaan temannya itu. Temannya langsung membantah pikiran gila Summer. Dia bekerja di restoran jadi seorang pelayan. Summer tidak mau dan menyuruh temannya itu cepat makan, kalau tidak mereka akan terlambat masuk kelas. Mereka pun saling bercanda dengan mencuri makanan masing-masing.


Summer benar-benar kehabisan uang. Makan malamnya hanya dengan semangkuk mie. Ia lalu melakukan panggilan video pada ayahnya. Bersikap manis dengan mengatakan sangat merindukan ayahnya supaya ia ditransfer uang lagi. Ayahnya tidak bisa, karena gajinya kan belum keluar. Dia akan mengirimi Summer uang di waktu yang sama tiap bulannya. Summer lalu memikirkan cara lain. Bolehkah dia menjual lemari, meja, dan kursi roda nenek? Ayahnya tidak membolehkannya.


Setelah telepon terputus, Summer memutuskan akan menjual kursi roda neneknya meskipun ayahnya melarang. Saat dia baru akan browsing masuk pesan yang memberitahu kalau kuotanya sudah akan habis. Summer pun memakan mie nya dengan perasaan sedih.


Tak lama bunyi bel terdengar. Summer langsung bergegas keluar. Rupanya Point yang datang dengan membawa makanan. Point tadi lihat postingan Summer yang cuma makan mie doing. Bukan hanya untuk makan malam, Point bahkan membawakan makanan untuk Summer sarapan besok. Summer senang dan tersentuh sekali dengan kebaikan Point. Ia pun berterima kasih.

Point lalu bertanya, apa Summer udah baca comment di page? Ada comment sindiran sebaiknya Summer mengambil uang yang digunakannya mempromosikan page untuk membeli makanan saja. Summer merasa ia butuh untuk mempromosikan Some Change. Apalagi sekarang popularitas Some Change menurun. Dan dia juga mendapatkan banyak informasi dan berita yang sayang kalau dilewatkan. Point terus berusaha agar Summer menutup Some Change, itu terlalu beresiko. Tapi dasar Summer yang keras kepala, dia tetap tidak mau. Kalau tidak beresiko bukan Some Change namanya, kata Summer. Summer pun meminta maaf melihat wajah sedih Point yang sangat mengkhawatirkannya. Point tidak marah lagi, dia pun langsung memberikan makanan yang dibawanya untuk Summer. Dengan gaya manjanya dia minta dibawakan ayam bakar dan salad pepaya besok. Point hanya menganggukan kepalanya. Summer yang senang langsung mencubit gemas pipi Point sebelum akhirnya Point pulang.


Summer lalu menghubungi Ploy, teman kampusnya yang menawari pekerjaan. Dia menanyakan apa pekerjaannya itu. Summer sudah bersiap-siap untuk ke tempat kerjanya dan begitu sampai disana Ploy terheran-heran melihat pakaian Summer yang seperti akan ke kuil. Summer mengaku ini adalah baju paling cantik yang dia punya HAHAHAH. Summer sadar gak ya kalau dia bakalan kerja di klub DNA?


Tak lama Jay keluar, mengira Summer adalah pengunjung. Setelah Ploy memberitahu kalau Summer akan bekerja disini Jay menyuruhnya masuk dan akan mewawancarainya nanti. Kemudian datang seorang pria yang membisiki sesuatu pada Jay. Setelah Jay pergi Summer penasaran dan bertanya pada Ploy apa yang mereka bisikan. Ploy tidak tahu. Dia tidak bisa membaca gerakan bibir. Lagipula kumis Jay sangat tebal HAHAHAHAH. Ploy pun menyuruh Summer untuk menunggu di dalam.


Sambil menunggu, dilihatnya Ploy yang sedang melayani tamu dengan ramah. Lalu datanglah seorang pria mendekati Summer. Pria itu menanyakan minuman apa yang mau Summer pesan. Summer menjelaskan kalau tadi P’Jay menyuruhnya duduk disini untuk wawancara kerja.

Pria yang bertampang seram itu mengatakan ia sudah tau. Dia hanya ingin mentraktir Summer. Mau beer atau tidak? Summer menolak. Tanpa aba-aba pria itu langsung duduk di sebelah Summer. Summer tampak sedikit tidak nyaman. Dengan gaya sok cool sambil menyibak rambutnya ke belakang, pria itu mengenalkan diri namanya adalah Dian. Dia adalah orang yang menjaga tempat ini. Summer tampak takut saat Dian ngomong berbisik di telinganya, memuji dirinya cantik dan menanyakan siapa namanya. Takut-takut Summer memberitahu namanya. Dian semakin mendekatkan diri pada Summer, mencoba menggodanya. 
Untunglah saat itu Jay datang menghentikan tindakan nakal Dian. Jay langsung mengomelinya yang tidak pernah tobat itu. Saat Summer berniat membatalkan untuk kerja disini, Jay langsung mengusir Dian pergi, kalau tidak dia akan memanggil Secret untuk menendangnya keluar. Whatt SECRET??
Tiba-tiba saja Dian marah saat mendengar nama Secret. Summer juga heran, ia bergantian memandang dua pria di hadapannya itu. Jay mengingatkan Dian, Dian disini hanya karena P’Mai, kalau tidak dia sudah habis memukulinya dari dulu. Dengan tatapan mautnya dan tanpa mengucap satu katapun Dian memilih pergi.


Melihat Summer yang agak ketakutan, Jay pun meminta maaf atas ulah Dian tadi. Kemudian dia menjelaskan apa yang harus Summer kerjakan nanti. Dan untuk pakaian Summer, dia rasa harus berubah sedikit. Berubah? Tanya Summer heran. Lalu datanglah seorang wanita dengan pakaian sexy menghampiri Jay. Setelah wanita itu pergi Jay mengatakan dia ingin Summer untuk berpenampilan seperti itu. Summer mengangguk mengerti. Saat Jay bilang yang lebih pendek juga tidak apa-apa, Summer langsung berkata dia akan mencobanya. Jay pun mengijinkannya bekerja.


Setelah sampai di rumah, Summer melihat ada notif tentang perkembangan berita benda keramat dari akun MS. LAMYAI. Dia membalas dia akan cepat dan menemukannya. Lalu dia memposting status yang berkaitan dengan pekerjaanya tadi dengan hastag cara menemukan sesuatu dengan perlahan. Dia membaca comment yang masuk. Dalam hati ia berpikir bahwa ini saatnya Some Change menjalankan misi. Apa misinya adalah menemukan Secret atau malah membongkar rahasia DNA?


Di kampus. Ploy menghampiri Summer yang lagi belajar di kantin. Rupanya dia tidak belajar melainkan membuat rencana.

Rencana pertama: Mencari informasi dari orang yang tidak mencurigai kalau kamu sedang mencari informasi.

Dan rencana itu langsung dijalankannya pada Ploy yang sedang asyik makan. Dia bertanya apa Ploy sudah lama bekerja disana? Ploy menjawab dia sudah bekerja selama 3 bulan. Summer menduga berarti itu sejak akhir semester lalu.

“Kenapa?” Tanya Ploy penasaran.

“Pernahkah kamu dengar atau tau orang yang bernama Secret?”

Ploy merasa lucu dengan nama itu, orang gila mana yang punya nama seperti itu? Summer meminta Ploy untuk memikirkannya. Apakah ada nama yang mungkin sama atau yang kedengaraannya sama. Atau dia mungkin salah dengar? Ploy memasang tampang serius, mencoba mengingat-ingat nama itu. Tapi yang ada dia malah mengerjai Summer dengan candaannya.

“Jadi kamu tidak tahu, kan?” Tanya Summer memastikan.

“Aku tidak tahu. Yang aku tahu Size C Bra.” Kata Ploy HAHAHAHA.


Summer mulai bekeja hari ini. Sambil mengelap piring dia bertanya pada Ploy apa bisa kalau dia mengambil gaji dimuka? Ploy tidak yakin, karena dia belum pernah melakukannya. Summer mengaku sudah tidak ada yang bisa dimakannya lagi. Setiap hari dia hanya makan mie instant. Itupun dia harus menunggu sampai mie nya mengembang barulah dia makan. Ploy tak menyangka sampai se ekstrem itu. Dia lalu menujuk makanan sisa yang ada di meja. Bungkus saja untuk dibawa pulang. Summer mengatai Ploy gila. Mana mungkin dia melakukan itu. Dia lalu bertanya lagi apa bisa dia mengambil gajinya sekaligus 3 bulan? Ploy menganga kaget, 3 bulan? Padahal dia saja baru masuk.


Summer lalu permisi untuk berbicara pada P’Jay. P’Jay bertanya khawatir apa Dian datang dan mengganggunya lagi? Summer cepat-cepat menampiknya. Dia hanya ingin tahu.. Summer mendadak berhenti. Ia ingat rencana keduanya.

Rencana Kedua: Temukanlah begitu saja.

“P’Jay apa kamu ingat saat pertama kali aku datang untuk interview dan P’Dian menggangguku, aku mendengar kamu menyebutkan nama seseorang. Dan P’Dian kelihatannya sangat marah. Jadi aku ingin tahu siapa yang kamu maksud. Mungkin aku bisa menggunakannya untuk mengancam P’Dian.” Tanya Summer berusaha mengorek informasi.

“Oh! Secret. Sebelumnya dia punya masalah dengan Dian. Kurasa kamu tidak perlu ikut campur dengan masalah ini. Lebih baik kembali bekerja sana. Kalau Dian datang dan mengganggumu lagi, bilang padaku dan aku akan mengurusnya.” Jawab P’jay. Summer pun kembali bekerja.


Ketika Summer pergi ke toilet, dia mendengar Dian berbicara serius dengan seseorang. Summer berusaha menguping pembicaraan mereka, namun saat dia berpindah tempat dua orang itu menyadari ada orang yang lewat sehingga Dian menyuruh temannya itu untuk memeriksa siapa orang yang lewat. Akankah Summer ketahuan?

Bersambung....

No comments:

Post a Comment