Love Books Love Series: Secret & Summer Episode 3 part 2


Summer masuk ke sebuah ruangan seperti gudang yang rupanya berisi barang-barang keramat kuil. Barang-barang itu sengaja disimpan di dalam kotak kayu dengan ditutupi potongan-potongan kertas agar tidak mencurigakan. Summer langsung mengambil beberapa foto untuk dijadikan bukti. Tiba-tiba masuklah Dian dan seorang temannya. Ia langsung bertanya apa yang Summer lakukan disini. Summer secepat kilat menyelipkan ponselnya di dalam belakang roknya. Ia berkata kalau dia melihat pintu ini terbuka jadi dia masuk untuk melihat. Rupanya ada benda-benda aneh jadi dia selfie untuk dia tunjukan pada temannya. Dian bertanya berapa banyak foto yang sudah dia ambil? Summer berbohong kalau dia belum sempat mengambil satu foto apapun. Tak percaya Dian langsung menyuruh temannya itu mengambil ponsel Secret. Secret terpaksa menyerahkan ponselnya. Tiba-tiba dia memerintahkan temannya itu untuk membawa Summer pergi.





Sementara itu Jay tengah berbicara dengan seseorang yang sepertinya boss nya. Lalu datanglah Dian membawa Summer menghadap orang yang bernama Hia Mai itu. Dian memberitahu bahwa Summer diam-diam telah mengambil foto di ruang penyimpanan. Jay kaget melihat Summer disini. Dia ngomel dan menyuruh Summer balik bekerja. Summer yang gugup karena takut meminta maaf pada Jay dan memohon pada Jay untuk membantunya.


Hia Mai dengan wajah sangar ala mafia bangkit dari duduknya dan bertanya pada Summer sudah berapa banyak foto yang Summer ambil. Summer mengaku dia tidak sempat mengambil foto karena Dian tiba-tiba datang saat itu. Kalau tidak percaya, periksa saja ponselnya.

Dian menyodorkan ponsel Summer pada Mai. Dilihatnya sesaat dan dikembalikannya ponsel itu pada Dian setelah memastikan tidak ada foto yang mereka maksud disana. Mai pun lantas meminta Jay untuk membawa Summer kembali bekerja dan memperingatkan Jay untuk mengawasi Summer.


Tepat disaat itu, Dian yang masih memegang ponsel Summer dan melihat-lihat fotonya menemukan sebuah foto Summer dan Secret. Dian bertanya bagaimana bisa Summer punya foto bersama Secret? Dian pun menunjukkan foto itu pada Mai. Mai sontak marah pada anak buahnya yang tidak becus.


Kemudian datanglah Hia menemui Hia Mai bersama anak buah mereka masing-masing. Dan terlihat Secret juga ada disana bersama Hia. Hia menyindir pengunjung yang hanya sedikit di tempat Mai tidak sebanding dengan pengunjung di tempatnya. Lalu apa gerangan Mai memanggilnya kesini?

“Ini karena page Some Change. Sekarang dia menggigit dan tak berniat melepaskan. Ini membahayakan kita berdua. Sampai polisi datang dan menangkap kita, semuanya menjadi kacau. Itulah kenapa akhir-akhir ini kita kekurangan barang.”

Hia tampak muak mendengar Mai mengungkit-ungkit Some Change lagi. Mai mengatakan sebelum mereka membahas ini mari selesaikan dulu masalah satu ini. Mai menginstruksikan Dian untuk pergi membuat Hia bertanya-tanya apa yang sudah dia lakukan.


Summer di kurung di gudang penyimpanan itu dengan tangan diikat. Dia berpikir ini sangat aneh. Kenapa mereka sangat marah saat menemukan fotonya bersama Secret hanya karena mereka punya masalah sebelumnya? Apa jangan-jangan orang itu adalah polisi yang lagi menyamar? Summer merutuki dirinya sendiri bodoh. Buktinya masih bersama dia, kan dia punya dua ponsel? (Summer memotret foto tadi dengan ponsel khusus Some Change, sedangkan ponsel yang diberikannya pada Dian adalah ponsel pribadinya makanya ada foto Secret). Saat dia akan mengupload di Some Change kuota 3G nya sudah habis. Summer kesal dan langsung menyimpan ponselnya kembali saat mendengar ada suara menuju ruangan.


Dian kemudian masuk. Dia membelai rambut Summer, memperhatikannya dengan tatapan tajam, dan tiba-tiba dia mendekat. “Jangan!” Teriak Summer mengira Dian akan menciumnya. Padahal Dian ingin melepaskan ikatan di tangan Summer. (Ya iyalah Summer takut. Emang gak bisa ngelapasin tarinya dari belakang? Huhh )


Dian mencoba menarik tangan Summer untuk mengikutinya, tapi langsung ditepis oleh Summer karena dia bisa jalan sendiri. Secret berusaha menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Dian keluar besama Summer. Mai bertanya apa Hia mengenal gadis ini. Hia tertawa bagaimana bisa dia mengenal gadis seperti itu?

“Tanyakan pada anak buahmu kalau begitu. Anak ini baru datang untuk bekerja kurang dari seminggu. Anak buahku menemukannya mengambil gambar di ruang penyimpanan. Tapi dia masih belum memotretnya. Dian menemukan fotonya dengan Secret di ponselnya.”

Hia tertawa, “Jadi maksudnya kamu berpikir kalau aku mengirim mata-mata untuk memata-matai tempatmu?”

“Bukan begitu. Kenapa kamu mau melakukannya?” Ucap Mai yang disambut anggukan oleh Hia.
“Jika aku tertangkap, kamu juga akan tertangkap. Tapi aku tidak yakin jika anak buah mu mengirim orang kemari atau tidak.”


Hia lantas bertanya pada Secret, memastikannya apakah dia mengenal Summer atau tidak. Dengan lantang Secret berkata dia tidak mengenal gadis ini. Dia hanya pernah melihatnya sebelumnya. Dian merasa ini aneh. Kalau cuma pernah melihat, kenapa bisa ada foto bersama? Dian lantas menunjukkan foto itu pada mereka semua sebagai bukti. Secret membela diri. Setiap orang juga bisa berfoto dengan mascot, kan? Dian langsung mmelingkarkan tangannya di bahu Summer. Dia bersyukur kalau Secret tidak mengenal gadis ini, karena dia sudah menginginkannya sejak lama. Berarti bukan masalah, kan?


Dian menundukkan wajahnya mendekati wajah Summer. Dia mencium Summer di depan semua orang. Summer mundur kebelakang ketakutan. Tanpa diduga Secret menarik kerah belakang Dian sebelum Dian mencium Summer. Silver sudah bersiap dengan pistolnya yang ia todongkan di depan wajah Dian. Dengan jari yang diletakkan di bibirnya, Hia mengisyaratkan anak buahnya untuk tenang.


Mai jadi bertanya-tanya tentang Secret yang katanya tidak mengenal Summer. Secret kembali beralasan dengan mengatakan dia hanya tidak suka laki-laki yang membully wanita. Persis seperti apa yang dia katakan pada dua pria yang menggoda Summer waktu itu. Di hadapannya Dian masih merangkul mesra Summer sambil mengejek-ngejek Secret. Hia dan Mai pun memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan meminta anak buahnya menyelesaikan dengan baik.


Para anak buah masing-masing membiarkan Dian dan Secret menyelesaikan urusan mereka. Tanpa menunggu lagi, Secret langsung menghajar Dian tanpa ampun, tidak peduli dengan teriakan Summer yang memintanya berhenti. Jay menghentikan mereka. Dia tidak mau ada yang mati nanti. Dia pun memperingatkan Summer agar tak kembali bekerja disini lagi dan menyuruhnya pergi.
Summer masih terpaku di tempatnya. Air matanya mengalir melihat Secret yang tak peduli padanya. Bahkan Secret tak mau melihat kearahnya. Secret lebih memilih pergi, benar-benar meninggalkannya.


Setelah di rumah, Summer masih terlihat sedih. Tapi segera disingkirkannya pikiran buruknya. Dia harus bekerja.. bekerja. Point lalu menelpon. Ia sudah melihat foto yang Summer kirim padanya. Jadi dimana dia sekarang? Summer mengatakan dia ada di rumah. Ponit mengingatkan agar Summer jangan mengupload foto itu. Dia akan ke rumah Summer. Summer pun membatalkan untuk mengupload foto itu sampai Point datang.


Kemudian terdengar suara ketukan pintu. Summer heran kenapa Point datangnya cepat sekali. Tanpa ragu dibukanya pintu rumahnya hingga ia kaget ketika melihat yang datang bukanlah Point melainkan Secret. Seperti pada awal bertemu, mereka tarik-tarikan pintu hingga Summer kalah dan terpaksa membiarkan Secret masuk.

Secret menyapa nya manis dengan sebutan Little Girl. Saat Summer terus berusaha mendorongnya keluar, Secret langsung menanyakan ngapain Summer di Pub DNA. Ia memengang kedua tangan Summer agar tidak memberontak. Summer tidak mau menjawab. Kenapa dia harus memberitahu Secret? Bukankah mereka tidak saling menegenal? Secret yang kesal menjelaskan kalau situasinya mendesak makanya dia bilang begitu.



Summer menuntut kalau Secret ingin tahu jawabannya, maka Secert harus mengatakan terlebih dahulu siapa dia sebenarnya. Kalau tidak dia takkan mengatakannya. Kesal karena Summer tidak juga bicara dia memaksa Summer dengan memeluknya erat-erat dan mengikat Summer.

Bersambung....

No comments:

Post a Comment