Sinopsis The Big Boss Episode 2 - 2


Saat itu juga mereka bersiap dengan misi masing-masing. Keduanya berhenti ditengah pesimpangan, saling menatap penuh ancaman dan menantang. Tukang jual makanan yang lewat sampai berhenti karena melihat aura mereka. Aura kesombongan yang begitu kuat.



Mu Xi berpisah arah dengan Dan Yi. Dia sudah berada di depan rumah Zhu Shanqi dengan membawa sekantong plastik makanan. Shanqi membuka pintu begitu mendengar ketukan dari luar. Namun saat mendengar Mu Xi menyebut namanya dan jabatan ketua kelasnya itu, Shanqi langsung menutup pintunya. Mu Xi mengetuk pintu untuk kedua kali, begitu pintu terbuka dan Shanqi bertanya ada apa Mu Xi langsung menanyakan alasan Shanqi yang tidak masuk sekolah. Dengan santai Shanqi menjawab bahwa dia hanya tidak ingin sekolah. Begitulah kejadian selanjutnya, ketuk pintu dan buka pintu sampai akhirnya Mu Xi bisa masuk ke rumah Shanqi. Tapi Mu Xi tidak berhasil membujuknya.


Sementara itu, Dan Yi sudah ada di tempat Xue Xiao Dong. Tempat itu seperti sebuah gudang yang di set untuk dijadikan lokasi video klip. Disana Xiao Dong tengah menari bersama dancer lain. Masuklah seorang wanita yang mengira Dan Yi adalah dancer dan menyuruhnya bergabung. Tapi Dan Yi menampiknya, ia mengenalkan dirinya sebagai seksi panitia belajar. Dia ingin bicara dengan Xiao Dong. Mengetahui Dan Yi sekelas dengan Xiao Dong, wanita itu mengenalkan diri sebagai manajernya Xiao Dong, Annie. Dia tak percaya karena Dan Yi tak mengenal Xiao Dong, idola yang paling populer sekarang.


Xiao Dong datang menghampiri mereka. Dan Yi mengenalkan dirinya dan langsung bertanya kenapa Xiao Dong tidak masuk sekolah. Xiao Dong berkata dia bukan tidak masuk, hanya saja sesuatu muncul. Xiao Dong memang datang ke sekolah saat itu. Sesuatu yang muncul itu adalah para fansnya yang tiba-tiba datang menyerbu bagaikan hantu bahkan bodyguardnya tidak bisa mengawal makanya dia tidak datang ke sekolah. Dengan mudahnya Dan Yi berkata kalau begitu berhenti saja jadi idola. Xiao Dong berkata tidak bisa karena itu adalah impiannya.


Kembali di kediaman Shanqi. Ketika Shanqi lagi asyik-asyiknya mengeluarkan belanjaan onlinenya, disitulah terdengar ketukan pintu. Ya, Mu Xi tetap berusaha membujuk Shanqi agar dia mau masuk sekolah. Namun Shanqi tetap tidak mau. Tak ingin membiarkan Dan Yi menang, Mu Xi memilih menggunakan cara lain. Baiklah jika Shanqi tidak mau sekolah, tapi dia akan memaksanya hahahaha, ucap Mu Xi dengan tatapan iblis. Rupanya Mu Xi sudah menyiapkan banyak rencana. Rencana pertama dia memutuskan aliran listrik dengan niatan Shanqi tidak bisa melakukan apa-apa tanpa listrik. Tapi nyatanya Shanqi tenang-tenang saja karena dia punya banyak sekali power bank untuk mengisi daya ponselnya. Tak masalah dengan lampu yang padam, ponsel yang utama. Rencana kedua, Mu Xi mematikan aliran air, tapi Shanqi masih biasa-biasa saja karena dia punya banyak stok air minum. HAHAHAHAH


Berbeda dengan Shanqi yang tidak mau sekolah karena dia malas, Xiao Dong sangat ingin ke sekolah hanya saja para fansnya lah yang membuatnya merasa sedikit terganggu. Untuk itu mereka sekarang sedang bersama Dan Yi di luar sekolah, memikirkan bagaimana caranya agar Xiao Dong bisa masuk tanpa dikejar-kejar fansnya yang stand by menunggu. Bahkan fans-fansnya itu sudah seperti hantu dengan kantung hitam di bawah mata, gaya jalannya juga sudah seperti zombie.

Bodyguard Xiao Dong berusaha mengalihkan perhatian fansnya dengan memberikan mereka foto Xiao Dong yang sudah ditandatangani, namun saat Dan Yi, manager Annie, dan juga Xiao Dong diam-diam bergegas masuk, terdengarlah suara nada dering yaitu lagunya Xiao Dong dari hp Annie. Sontak para fans Xiao Dong berbalik dan langsung mengejar mereka semua.


Setelah berada di tempat yang agak aman, Annie meminta Xiao Dong balik saja ke perusahaan, tapi Xiao Dong tidak mau. Dia ingin memiliki kehidupan sekolah yang normal. Sebagai idola, dia tidak bisa lari. Melihat kesungguhan Xiao Dong Annie menyuruh Xiao Dong masuk ke kelas sementara dia yang akan mengalihkan fans-fansnya. Jadilah Annie dikejar-kejar fans Xiao Dong yang persis seperti adegan di film horror. Wkwkwkw


Akhirnya Mu Xi dan Dan Yi berhasil membuat Shanqi dan Xiao Dong masuk kelas. Bagaiamanakah cara mereka? Ternyata Shanqi adalah fans berat Xiao Dong. Dilangit-langit kamarnya penuh foto-foto Xiao Dong, dan saat mendengar Xiao Dong satu kelas dengannya, detik itu juga dia berangkat ke sekolah wkwkwkwk. Dan demi Xiao Dong masuk kelas Dan Yi rela menyamar jadi Xiao Dong dengan tukaran baju untuk mengelabui fansnya. Alhasil saat masuk ke kelas Dan Yi hanya menggunakan kaos yang sedikit compang-camping akibat ulah fans Xiao Dong yang menarik-nariknya, karena mengira dirinya adalah Xiao Dong hahahhah.


Mu Xi tertawa melihat kondisi mengenaskan Dan Yi. Dia memuji dirinya sendiri yang ternyata lebih baik daripada Dan Yi. “Katakanlah. Katakan saja Dan Yi bahwa aku lebih baik darimu” Ucap Mu Xi. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang membuat kelas bergetar. Seorang guru yang lagi pup di toilet juga merasakan imbas dari ledakan itu. Dengan kepalanya yang bertepung-tepung dia mengumpat siapa orang yang telah memberikan kunci kepada dua bandit. Dua bandit?


Seisi kelas bergegas keluar dan ternyata dua bandit itu adalah duo Huang yang lagi melakukan penelitian gilanya di lab HAHAHAHAH. Dan Yi memberitahu Mu Xi kalau duo Huang itu adalah dua bandit yang paling terkenal di SMP. Sekarang Mu Xi memberikan kunci lab pada mereka? Benda-benda di sekolah sudah berubah menjadi abu sekarang HAHAHAHAH. Bukan hanya duo Huang saja yang berulah, begitu Dan Yi menyuruh Mu Xi melihat mading, Mu Xi sangat terkejut karena isinya adalah gambar-gambar tidak jelas buatan Yuan Keer HAHAHAHH.


Dan Yi membalikkan semua kata-kata Mu Xi yang menyuruh para bawahannya untuk melakukan seperti apa yang mereka mau, maka inilah jadinya.

“Ye Mu Xi kamu telah melalui jalan yang panjang.”

“Liao Dan Yi. Kau adalah orang yang paling aku benci di dunia ini.”

“Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, ketua kelas!”

Mereka berakhir dengan saling menatap tanpa berkedip. Dan Yi menatap Mu Xi dengan tatapan meremehkan, dan Mu Xi menatap Dan Yi dengan penuh kebencian.

No comments:

Post a Comment