December 21, 2017

Sinopsis The Big Boss Episode 3 - 1


Shen Wei, Yuan Keer, Duo Huang, Mu Xi, dan seisi kelas sibuk dengan ulah mereka sendiri untuk mengurangi kebosanan mereka karena pelajaran bahasa inggis hari ini. Kecuali satu orang, Liao Dan Yi. Detik-detik menuju bel tanda sekolah akan usai sangat di tunggu-tunggu sampai mereka terus menatap jarum jam yang sekarang sudah pukul tiga tepat. Tapi kenapa bel belum juga berbunyi?



Mu Xi kembali dalam lamunannya. Mereka ada di medan perang, dimana Chen Ling yang hampir sekarat memberitahu kalau bel sudah berbunyi. Pergilah dengan teman sekelas yang lain. Mu Xi bertanya pada temannya yang lain apa yang dia katakan, karena telinganya sudah di bom sampai ia tuli wkwkwk. Huang Yi berteriak keras kalau bel sudah berbunyi, tapi tetap saja Mu Xi tidak mendengar apa yang di bilang Huang Yi. Dan teman-teman yang lain pun tidak mendengar bel berbunyi. Chen Ling mengingatkan mereka harus pergi sekarang kalau tidak kelas berikutnya akan dimulai. Mu Xi bertanya pada Dan Yi selaku panitia belajar, apakah dia mendengar bel? Dan Yi mengaku ia tidak mendengarnya. Huang Yi mengarahkan senjatanya pada Dan Yi, tapi hal itu langsung dihalangi Mu Xi. Ia menghentikkan Huang Yi yang ingin menembak Dan Yi, karena dia juga tidak mendengar bunyi bel. Drama perang terus berlanjut sampai Chen Ling mati HAHAAHHA. Dan kemudian Dan Yi yang tengah berdua bersama Mu Xi meminta maaf, ia menyadari kalau Mu Xi sudah berubah menjadi lebih baik setelah menjadi ketua kelas. Tujuh menit berlalu, si guru bahasa inggris baru tersadar kalau jamnya sudah kelewatan, iapun membubarkan kelas.


Mu Xi yang masih dalam mode lamunannya langsung tersenyum senang mendengar kelas sudah usai. Mereka bia keluar sekarang juga. Tapi kesenangan itu langsung sirna saat gur lain masuk dan melanjutkan pelajaran hingga Mu Xi mati dalam pangkuan Dan Yi. LOL


Fans-fans Xiao Dong sudah berkerumun di depan gerbang sekolah dengan memegang poster dan terus menyerukan nama Xiao Dong. Xin Yi dan teman-temannya terpaksa memblokir mereka semua dengan berjejer di depan pagar. Xin Yi yang merupakan ketua Serikat Mahasiswa berusaha untuk mengatasi hal ini.


Mu Xi dan Shanqi duduk berhadapan. Mereka sudah tidak sanggup lagi bicara saking lelahnya. Namun tiba-tiba Shanqi meminta Mu Xi tertawa dan dia sendiri mulai tertawa lepas. Rupanya Shanqi ingin menarik perhatian Xiao Dong yang baru masuk ke kelas. Shanqi menyapanya dengan senyum lebar dan dibalas dengan senyuman oleh Xiao Dong. Hal itu lantas membuat Shanqi senang.


Shanqi memberitahu kalau Xiao Dong tidak datang selama dua hari itu karena dia konser. Dia sangat tampan saat bernyanyi. Shanqi bersyukur meski mereka bukanlah kelas top, tapi dia senang berada di kelas ini dengan dua Prince Charming. Mu Xi tahu, kalau Xiao Dong adalah salah satunya, lalu siapa Prince Charming satu lagi? Shanqi menjawab dengan santai, Liao Dan Yi.

Mu Xi meminta tunggu sebentar untuk minum, dan setelah itu ia menyemburkan minumannya hahaha. Ia heran bagaimana bisa Shanqi menganggap Dan Yi adalah Prince Charming? Shanqi mengakui kalau Dan Yi itu ganteng dan juga pintar, terlebih aura intelektualnya itu. Dia juga sangat populer di kalangan anak cewek.

“Bagaimana mungkin kalian mengira dia seorang Prince Charming? Apa kamu buta? Atau aku yang buta? Atau dunia ini yang buta? Siapa yang buta?” Keluh Mu Xi frustasi, yang malah membuat Shanqi terheran-heran padanya.


Xiao Dong lalu datang menghampiri mereka dan memperkenalkan dirinya pada Mu Xi dan juga Shanqi. Dia adalah tipe orang yang sangat ramah. Ia pun duduk di belakang Mu Xi. Mu Xi ingin membicarakan sesuatu tentang fans Xiao Dong. Xiao Dong paham, dia lantas memberitahu kalau dia mengatakannya di fb dan fansnya tidak akan datang lagi. Saat ingin mengatakan sesuatu pada Xiao Dong, bayangan masa kecil Mu Xi terlintas di pikirannya. Ia menatap Xiao Dong dengan bingung, lalu bertanya apakah dia pernah melihat Xiao Dong di TV? Xiao Dong mengatakan bahwa akhir-akhir ini dia sering muncul di TV dan situs web. Seharusnya Mu Xi akan sering melihatnya.

“Tidak. Mungkin di masa lalu. Tampilan dan caramu berbicara.. kamu… apakah kamu pernah menonton TV di masa kecil?” hahahah pertanyaan macam itu?


Xiao Dong menggeleng. Ia menebak mungkin Mu Xi salah orang. Tapi anehnya Mu Xi merasa sangat familiar dengan Xiao Dong. Disisi lain, Shanqi membenahi dandanannya lalu selfie diam-diam dengan Xiao Dong dibelakang. Mu Xi bilang kalau ini ada kaitannya dengan hula hoop dan barangnya. Belum sempat Mu Xi mengatakan barang apa Xiao Dong menggebrak meja untuk menegaskan kalau dia bukan orang yang Mu Xi maksud. Shanqi yang bingung melihat Xiao Dong bertanya pada Mu Xi apa yang dia lakukan. Mu Xi menggeleng, dia tidak melakukan apa-apa.

Xiao Dong yang telah beranjak dari kursinya diam-diam menghubungi sis Annie melali wireless phone nya. Sis Annie yang berada di lingkungan sekolah segera menginstruksikan untuk melepas alarm merah kelas satu.


Sementara itu di kelas Xin Yi, semua orang terlihat belajar dengan serius. Sesuai dengan kelas mereka yaitu kelas sepuluh satu, kelas yang paling unggul diantara kelas yang lain. Xin Yi berjalan melewati kelas-kelas lain, lalu pandangannya terhenti di kelas sepuluh-sepuluh dimana Dan Yi sedang fokus belajar soerang diri. Ia tidak menyangka ada murid lain yang bukan kelas sepuluh-satu tapi punya semangat belajar yang kuat. Siapa orang ini? Tanyanya dalam hati.

No comments:

Post a Comment