Sinopsis The Big Boss Episode 3 - 2


Pak Wu ingin menjelaskan sebuah event tentang Moonlight in The Lotus Pond pada murid-muridnya, tapi niatnya itu terganggu karena dari luar banyak murid-murid cewek yang meneriaki nama Xiao Dong oppa sampai Pak Wu juga salah ngomong menyebutkan nama Xiao Dong hahhaha.


Di lapangan basket, Mu Xi tengah menunggui Pak Wu yang sibuk main basket sendiri. Sambil terus main Pak Wu meminta Mu Xi menyelesaikan masalah fans Xiao Dong segera. Bola terlempar ke arah Mu Xi, Mu Xi langsung menangkapnya, namun karena sudah kesal melihat Pak Wu, ia melempar bola itu ke arah lain dan kemudian kabur. Hahahah


Saat itulah dia bertemu dengan Xiao Dong. Xiao Dong yang sedang bersama para dancer nya berdiri di hadapan Mu Xi lalu menunjukkan kemampuannya nge-dance, seperti MV yang dia lakukan waktu itu. Mu Xi terperangah, ia kaget apalagi saat setiap dancer menari sendiri bergantian di hadapannya. Lalu Xiao Dong beraksi sebagai penutup. Mu Xi bukanlah salah satu fans Xiao Dong, jadi dia tidak kelihatan senang saat dapat secara langsung dan pribadi melihat pertunjukan Xiao Dong, melainkan ia bingung setengah mati. Wkwwkwk

Masih dengan wajah cengonya ia bermaksud bertanya apa yang di lakukan Xiao Dong, Xiao Dong yang mengerti lalu memotong ucapan Mu Xi dan memberitahu kalau ini adalah tema lagu dari album barunya. Dia sengaja mempersembahkannya untuk Mu Xi. Apa Mu Xi menyukainya?


Mu Xi tidak mengerti apa tujuan Xiao Dong. Tapi Xiao Dong berkata bahwa dia hanya ingin Mu Xi mengingatnya sebagai idola. Mu Xi pun yakin kalau dirinya memang pernah melihat Xiao Dong di suatu tempat. Bukan sekarang, tapi di masa lalu. Dan ada hubungannya dengan hula hoop. Xiao Dong kesal. Dia langsung pergi meninggalkan Mu Xi. Sis Annie yang sedang mengintai dari jauh berdecih kesal karena rencananya tidak berhasil. Dia lantas menyuruh anak buahnya untuk mundur. Bersiaplah untuk plan B.


Xiao Dong yang baru masuk ke kelas langsung menghampiri meja Mu Xi dan Shanqi. Shanqi Lalu minta ijin bertanya, apakah dia boleh minta foto bersama dan berteman dengan Xiao Dong di socmed? Xiao Dong dengan senang hati mengiyakannya. Ia tambah senang saat Xiao Dong memberikannya cake yang dibuat oleh Xiao Dong sendiri. Dan ia makin melayang bahagia saat Xiao Dong memberinya dua tiket konsernya. Xiao Dong menyuruh Shanqi datang bersama temannya. Ya, tahulah maksud Xiao Dong dia ingin Shanqi mengajak Mu Xi nantinya. Namun dengan tidak terang-terangan.


Setelah ngobrol dengan Shanqi, Xiao Dong lalu mengutarakan maksudnya yang ingin mengajak Mu Xi pergi nge-teh sore ini. Mu Xi menerima ajakan Xiao Dong. Setelah Xiao Dong pergi, Shanqi menuntut penjelasan pada Mu Xi ada masalah apa diantara mereka berdua. Mu Xi mengatakan tidak ada masalah apa-apa, Shanqi jadi lega dan ia pun memakan kue buatan Xiao Dong tadi.


Mu Xi ditemani Shanqi pergi menemui Xiao Dong. Xiao Dong heran kenapa Shanqi ikut. Tapi akhirnya dia tak mempermasalahkan itu lalu mulai menunjukkan kepintarannya bermain gitar sambil bernyanyi. Tentu saja semua cewek langsung terpesona melihat sikap manis Xiao Dong saat ini, tapi tidak dengan Mu Xi. Disaat Shanqi asyik mengagumi Xiao Dong sambil bertopang dagu, Mu Xi malah sibuk dengan pikirannya sendiri.

Shanqi bertepuk tangan senang saat Xiao Dong telah selesai bernyanyi. Xiao Dong bertanya pendapat Mu Xi, apa tadi bagus? Shanqilah yang menyerobot untuk menjawab, sangat bagus, bagus sekali, pujinya senang.


“Jadi apa kesanmu padaku sekarang?” Tanya Xiao Dong pada Mu Xi lagi seolah disana hanya ada mereka berdua.

“Kesan itu sangat mendalam di tempat pertama.” Jawab Mu Xi

Xiao Dong yakin, itu tandanya Mu Xi belum pernah melihatnya di TV. Lalu bayangan masa kecil itu muncul lagi. Ada seorang anak kecil gendut yang sedang main hula hoop di sebuah taman bermain. Mu Xi fokus menatap Xiao Dong mencoba mengingat siapa dia. Mu Xi sampai berteriak kesal kalau dia yakin dia pernah melihat Xiao Dong. Pasti, dia hampir mengingatnya.

Xiao Dong berubah kesal, “tidak bisakah kamu melupakan itu?! Tidak bisakah kamu hanya melihatku yang sekarang? Atau aku tidak terlihat cukup baik saat ini?” katanya pada Mu Xi. Mu Xi tetap yakin denagn pikirannya bahwa Xiao Dong ada kaitannya dengan hula hoop. Detik itu juga Xiao Dong langsung pergi meninggalkan mereka.


Di kelasnya, Xin Yi lagi serius melihat transkrip ujian masuk SMA. Dia memberitahu pada cowok yang dekat dengannya itu, kalau ada orang lain yang tiga nilai ujiannya lebih baik daripada dia. Tapi orang itu tidak dikelas mereka. Orang itu adalah Liao Dan Yi.

Si cowok itu tahu. Ia menyebut Dan Yi dengan cowok idiot yang melewatkan satu ujian dan berakhir di kelas terburuk. Xin Yi bertanya heran bukankah Dan Yi bisa memperbaikinya dan masuk ke kelas yang bagus? Cowok itu tidak tahu, tapi bukannya itu bagus? Dia akan selalu menjadi nomor satu di kelas mereka.


Xiao Dong kembali menemui Mu Xi. Kali ini Mu Xi melihat ke sekelliling, apa Xiao Dong akan bernyanyi dan menari lagi? Xiao Dong tidak menanggapi itu, ia bertanya apakah Mu Xi ingin tahu dimana Mu Xi pernah melihatnya? Mu Xi menganggukkan kepala. “Ikut denganku!” Pinta Xiao Dong. Mu Xi pun mengikuti Xiao Dong yang pergi ke auditorium. Disana mereka berdiri saling berhadapan dengan lampu sorot yang fokus menyinari mereka.


“Aku sudah cukup merasakan perasaan ini. Hal yang lebih buruk daripada ditembak adalah hidup di bawah todongan senjata. Kamu terus mengingat dimana kamu pernah melihatku, bukan? Lihat ini!” Kata Xiao Dong serius.

Dia lalu mengambil hula hoop yang sudah disiapkannya dan mulai memainkan hula hoop itu. Bayangan masa kecil itu muncul lagi. Kali ini terlihat jelas ada seorang anak berbadan gembul yang senang bermain hula hoop. Dan sekarang Mu Xi mengingatnya.

“Ya. Aku adalah anak laki-laki hula hoop. Sekarang kamu sudah puas? Ayo beritahu semua orang.” Kata Xiao Dong tiba-tiba.

Mu Xi tak mengerti. Kenapa dia harus memberitahu semua orang? Xiao Dong bertanya bukankah itu yang Mu Xi mau? “Dengar, aku punya perusahaan dan banyak bodyguard. Lagipula, jika kamu tidak bisa melupakan masa lalu kelamku, kamu tidak akan pernah bisa meninggalkan tempat ini.”
Mu Xi terkikik, bagaimana bisa dia lupa kenangan itu? Saat dimana Xiao Dong tidak bisa bermain dengan leluasa karena badan gembulnya. Teman-teman yang lain juga selalu mengejeknya. Bermain hula hoop pun Xiao Dong tidak bisa.


Sis Annie yang turut kasihan dengan Xiao Dong akhirnya curhat pada dua bodyguard Xiao Dong. Kenangan itu bukanlah kenangan masa kecil Mu Xi tapi ternyata sebuah iklan yang akhirnya membuat Xiao Dong menderita. Xiao Dong akhirnya menandatangani kontrak dengan perjanjian penghapusan iklan itu, namun ada satu orang yang terus mengingat bocah laki-laki itu. Ye Mu Xi. Sis Annie menginstruksikan orang-orangnya agar Plan B ini berhasil.


Mu Xi duduk disamping Xiao Dong yang kini terlihat sedih. Ia bertanya kenapa Xiao Dong peduli pada hal-hal seperti itu? Xiao Dong mengatakan dia sangat menderita karena iklan itu. Makanya dia berusaha dengan sangat keras untuk menurunkan berat badan. Sekarang dia jarang makan daging, dan selalu olahraga setipa hari. Karena dia tahu, penampilannya adalah segalanya yang dia miliki. Setelah dia kehilangan itu, penggemar yang ada di sekitarnya akan meninggalkannya. Mu Xi tidak tahu rasanya mencoba selalu tampil sempurna. Menjadi aneh dan diejek orang lain.

“Menjadi seorang idola, bukan hal yang kamu inginkan?” Tanya Mu Xi yang sedari tadi hanya mendengarkan.

“Aku tidak tahu. Rencana awalku adalah untuk membuat mereka berhenti menertawakanku.”
“Jadi, kamu ingin seluruh dunia menyukaimu?”

“Bagaimana mungkin?”

“Ya, tidak mungkin. Orang itu bukanlah kamu. Dan seribu orang tidak bisa masuk ke dalam dirimu. Apa bedanya? Dengarkan! Ada seseorang yang tidak menyukaiku sejak kecil. Tapi, aku tidak peduli padanya. Begitu. Kamu hidup untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain. Jadi, hiduplah seperti itu. Dan inilah rahasia kecilku. Sebenarnya aku juga fans kamu.”


Xiao Dong membulatkan matanya, “Benarkah?” tanyanya girang. Mu Xi menganggukkan kepalanya. Saat Xiao Dong bertanya apa Mu Xi suka mendengar lagunya, Mu Xi mengatakan tidak. Dia suka iklan itu yang membuatnya kembali ingat kenangan masa kecilnya. Wajah Xiao Dong kembali sedih.


Sementara sesi curhat tampaknya sudah selesai, sis Annie dan para bodyguard bergegas menuju auditorium. Mu Xi melihat ada piano di dekat mereka, diapun mulai bermain yang kemudian memancing Xiao Dong untuk bernyanyi. Mereka pun duet bersama.

Tak lama muncullah sis Annie yang menginterupsi duet mereka. Mu Xi berkata Xiao Dong kalau teman Xiao Dong itu, sis Annie, sepertinya agak aneh hahahah. Diapun pergi, lalu Xiao Dong mengatakan pada sis Annie bahwa dia menikmati dirinya yang menjadi idola.


Xin Yi mendatangi Dan Yi di kelasnya. Sebelumnya dia memperkenalkan namanya juga jabatannya sebagai ketua perserikatan siswa. Dia menyerahkan nilai ujian masuk Dan Yi.

No comments:

Post a Comment