Sinopsis Stay The Series Episode 1 - 1


All images and credit by GTH LINE TV

Juk adalah seorang gadis yang punya mimpi untuk menerbitkan bukunya sendiri. Buku tentang masakan Jepang. Karena itu dia mengajak sahabatnya, Ann, untuk pergi dengannya ke Jepang sekaligus ada tugas kampus. Namun, Juk terpaksa pergi sendiri karena tiba-tiba Ann tidak jadi berangkat karena bertengkar dengan pacarnya. Juk tinggal di kota Saga, bersama dengan paman Hatori dan juga anaknya, Naomi. Disana Juk bertemu dengan Mee aka Kuma, seorang pemuda Thailand yang sudah menetap di Jepang selama 3 tahun. Mee juga sangat baik pada Juk. Dia bagaikan babysitter untuk Juk dan bersedia menemani Juk untuk proses penelitian bukunya itu. Tanpa mereka sadari perasaan asing mulai tumbuh diantara mereka. Perasaan yang sekedar lebih dari teman. Lalu bagaimana Juk saat dia tahu kalau Mee akan menikah dengan Naomi, anak paman Hatori?


Juk (Supassara Thanachart ), sedang berada di bandara untuk terbang ke Fukuoka, Jepang. Juk meminta pada temannya yang mengantar, Copter (Jaiyen Thanabordee ), agar tidak usah menemaninya sampai ke gate. Dia menyuruh Copter pulang, jangan sampai dia punya mata panda karena kurang tidur. Copter tidak rela Juk pergi, apa dia tidak boleh bolos kerja dan ikut Juk ke Jepang? Juk akan pergi tiga minggu. Dia sangat khawatir. Juk memintanya untuk tidak khawatir, dia akan pergi dengan Ann. Bahasa Jepang Ann sangat bagus. Jadi, dia akan baik-baik saja. Ingat tentang Ann, Copter bertanya dimana Ann sekarang? Kenapa dia tidak ada disini?

“Tidak apa-apa Ter. Nanti aku telepon dia. Tidak usah khawatir. Cepatlah pulang dan tidur. Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.” Kata Juk sambil mengusap-usap pundak Copter.


Copter menatap Juk dengan sangat lembut, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya, “Jaga dirimu, Juk” kata Copter dan semakin memeluk Juk dengan erat. Juk juga membalas pelukan itu.
Sebelum Copter pergi, Juk memintanya untuk merekam suara. Saat nanti dia merindukan Copter, dia bisa mendengar suaranya. Copter pergi agak menjauh dan membelakangi Juk, supaya Juk tidak dengar apa yang direkamnya sekarang. Dengarkan saat Juk merindukannya nanti. Copter pun pergi dengan terus melambaikan tangan tanda perpisahan, sampai Juk tidak melihat Copter lagi di ujung sana.


Juk lalu menelepon Ann, mengomel menanyakan dia dimana sekarang. Ann yang masih di rumahnya menangis memberitahu Juk kalau dia bertengkar dengan kak Jo, pacarnya. Ibunya tidak mengijinkan dia pergi. Katanya dia hanya memanfaatkan kak Jo.

“Sepertinya aku tidak bisa pergi. Maaf ya.”

“Hah? Kau gila ya? Cepatlah kesini, ini rencana kelulusan kita.”

Ann serius tidak bisa pergi, bahkan sampai bersumpah segala. Juk jadi panik karena dia tidak bisa bahasa Jepang. Ann mengatakan Juk akan baik-baik saja. Katakan saja ‘Arigatou Gozaimasu’, bukankah Juk suka mengatakan itu? Itu sama saja, percayalah padanya.

Juk mengomel frustasi, “Hei, Ann. Kau tidak bisa dipercaya. Katanya mau bantu aku mengambil gambar disana. Dan kau yang pertama bilang ingin ke Jepang. Dan ingin makan cumi-cumi segar!”

Ann jadi ikut kesal, tapi dia kembali menangis. Dia takut kalau dia pergi maka kak Jo akan meninggalkannya. Malas mendengar tangisan Ann, Juk memutuskan panggilan. Ia menghembuskan nafas berat lalu keluar dari bandara. Bimbang apakah dia harus pergi tanpa Ann atu tidak? Setelah berkecamuk dengan pikirannya sendiri, akhirnya Juk memutuskan pergi ke Jepang tanpa Ann.


Juk sampai di Fukuoka. Bermodalkan google maps, dia pergi seorang diri ke Karatsu dengan menggunakan kereta. Senyumnya langsung mengembang begitu melihat pemandangan pantai di sepanjang jalan. Akhirnya dia sampai di stasiun Karatsu, Prefektur Saga, setelah sebelumnya bertanya pada penumpang lain untuk memastikan. Juk melihat catatan di bukunya, setelah ini dia harus mencari truk pick-up putih yang akan menjemputnya.


Setelah keluar dari stasiun, Juk mencoba melihat ke sekeliling untuk mencari truk pick-up itu, sampai akhirnya dia menemukannya. Karena melihat tidak ada supir ataupun orang disitu, ia memutuskan untuk berfoto-foto di depan stasiun. Saat itulah seorang pria paruh baya muncul dan ikutan foto di belakang Juk.


Bapak itu menebak kalau Juk adalah gadis yang datang dari Thailand. “Ah.. paman Hatori?” Tanya Juk memastikan. Paman Hatori mengangguk, dia lalu meminta maaf karena tadi dia pergi ke toilet sebentar. Juk mengenalkan dirinya pada paman Hatori dengan menggunakan bahasa Inggris. Paman Hatori tampak mengerti. Mereka mengobrol sebentar dengan tiga bahasa, Juk dengan bahasa inggris, dan Paman Hatori dengan bahasa Jepang. Dan satu lagi pakai bahasa isyarat hahahah.


Paman Hatori sepertinya orang yang sangat baik dan menyenangkan. Selama perjalanan menuju rumahnya, dia tak henti tersenyum dan mendendangkan lagu jepang yang tentu hanya dimengerti olehnya sendiri. Tapi itulah yang membuat Juk juga ikut senang.

“Jadi, kenapa memilih Saga?” Kata Paman memulai pembicaraan.

“Saga?” Tanya Juk balik.

“Ya, Saga. Kenapa memilih Saga?” Tanya Paman lagi.

Juk mengatakan dalam bahasa Inggris kalau dia tidak mengerti bahasa Jepang. Paman Hatori lalu bercerita kalau Saga merupakan tempat pedesaan di Jepang. Mereka menanam sayur dan gandum. Kata Kuma kun, namanya Ban-nok. Paman Hatori menyebutkan kosa kata Thailand itu. Juk yang tidak mengerti apa yang dari tadi Paman katakan hanya tersenyum menanggapinya.


Karatsu benar-benar desa yang sangat indah. Tidak banyak kendaraan disana. Disepanjang jalan, terhampar ladang-ladang penduduk yang hampir semuanya berwarna hijau kekuningan. Bukit-bukit yang mengelilingi menambah cantik desa itu.


Sampailah mereka di kediaman paman Hatori. Sebelum masuk, paman memberitahu ladangnya yang tepat di depan rumah. Dia mengajak Juk berkeliling. Mulai dari restorannya yang sederhana, namun sangat nyaman itu, lalu ke dapur, ruang keluarga, dan seluruh ruangan di rumah. Setelah mengantarkan Juk ke lantai dua, ke kamar yang akan di tempati Juk, Paman pun permisi untuk membuka restoran. Satu-satunya kalimat yang menghubungkan mereka adalah ‘Arigatou Gozaimasu’.


Juk beristirahat sejenak. Dia mengeluarkan ponselnya dan merekam suara.

“Hari pertama. Bisakah kau tinggal disini Juk? Ketika kau tidak mengerti apapun.”

Juk lalu melihat foto-foto yang diambilnya di stasiun tadi, juga paman Hatori yang tidak sengaja ikut terfoto. Dia lalu selfie di kamarnya dan mengirim foto itu pada Copter, memberitahunya bahwa dia sudah sampai dengan selamat. Setelah itu Juk menelepon ibunya, mengabarkan dia sudah sampai di penginapan. Ibunya lega mendengarnya, lalu bertanya apa penginapannya nyaman? Juk berkata kalau disini sangat nyaman. Kamar mandinya bersih, ladang-ladangnya juga cantik. Bahkan ada restaurannya juga. Pasti makanannya enak. Tapi dia tidak paham apa yang mereka bicarakan, karena mereka selalu pakai bahasa Jepang. Ibu Juk meminta Ann menerjemahkannya. Dengan berat hati, akhirnya Juk memberitahu kalau dia pergi sendiri, Ann tidak jadi ikut karena stress bertengkar dengan pacarnya. Ibu Juk mengomel karena Juk bahkan tidak memberitahu mereka dulu. Juk mengatakan ini kan tugas KKN dari kampusnya, kalau dia bilang dulu apa diijinkan?


Juk tak lagi mendengarkan omelan ibunya saat melihat pemandangan desa dari jendela yang sangat cantik. “Bu, aku harus kerja dulu. Bilang ayah untuk tidak usah khawatir padaku. Cuma tiga minggu kok. Juk akan baik-baik saja. Nanti aku telepon lagi. Bye-bye.” Panggilan diputus, karena Juk langsung pergi ke luar dan menuju ladang sayur di depan rumah. Ia sibuk memotretnya dengan hati-hati agar tak menginjak sayur kol itu. Namun langkahnya oleng saat mundur kebelakang dan tak sengaja menginjak sayur kol.


Juk kaget saat mendengar orang meneriakinya dari jauh. Keluar seorang pria dari gubuk yang tauh dari posisinya saat ini. Juk takut, jadi dia langsung minta maaf meskipun orang itu masih jauh di depannya. Wajahnya tertutup topi yang membuat Juk makin gugup ketakutan.
Detik itu juga Juk ingat pesan Ann untuk mengatakan “Summimasen” saat ingin minta maaf atas kesalahan kecil, dan “Gomennasai” untuk kesalahan besar, misalnya menabrak orang dengan mobil. Saat pria itu sudah dekat dengannya, Juk langsung membungkukkan badanya dan memilih mengucapkan gomennasai. hahahah

“Jangan minta maaf padaku. Minta maaf sama kolnya.” Kata pria itu.

Juk langsung menurut, dia membungkuk di depan kol yang dipijaknya tadi dan meminta maaf berulangkali. Pria itu tersenyum dibalik topinya. Tapi kemudian Juk sadar kalau pria itu bisa bahasa Thailand.


Pria itu membuka topinya dan merapikan rambutnya sebentar sebelum menunjukkan wajahnya pada Juk. “Benar. Senang bertemu denganmu.” Katanya dengan bahasa Thai. Juk tentu saja sangat senang. Dia kira saat dia disini, dia tak akan mengerti apapun. “Kuma-kun,” teriak paman Hatori memecah obrolan mereka berdua.

“Waktu yang tepat. Ajari gadis ini bekeja tak peduli apa.” Ucap Paman dari depan restoran. Orang itu mengiyakannya dengan bahasa Jepang, yang tak dimengerti oleh Juk.

“Namaku Mee. Jadi Kau datang sendiri?” katanya sambil mengenalkan diri.

“Benar, kak. Namaku Juk.” Balas Juk.

Mee lalu mengatakan kalau dalam dialek Jepang, sulit mengucapkan “Mee”, jadi mereka memanggilnya dengan “Kuma”. Mee lalu menjelaskan tentang pekerjaan dan ladang-ladang sayur itu pada Juk.


Mereka pun kembali ke restoran untuk membantu paman Hatori. Mee meminta Juk mengantarkan pesanan pada pengunjung, namun saat pengunjung meminta diambilkan merica padanya dia kebingungan. Untunglah seorang wanita datang dan langsung mengambilkan merica untuk pengunjung itu. Juk mengikuti wanita yang bernama Naomi itu masuk ke dalam.


Malam pun tiba. Di meja makan sudah banyak tersaji hidangan lezat buatan paman. Sebelum makan, paman meminta mereka semua untuk saling berkenalan, dibantu oleh Mee sebagai penerjemah. Perkenalan mulai dari paman, Naomi, lalu Mee. Paman juga mengatakan kalau Mee adalah menantu masa depannya. Mee menjelaskan pada Juk kalau dia dan Naomi akan menikah bulan depan. Juk turut senang mendengarnya, ia lantas mengucapkan selamat.

“Sekarang giliranmu.” Pinta Paman.

“Nama say Juk. Saya dari Thailand. Senang bertemu dengan kalian.” Ucap Juk dengan senyum tulus.
Mee langsung menerjemahkan itu dalam bahasa Jepang.


Paman pun lalu mempersilahkan mereka makan. Tapi sebelum itu Juk meminta ijin untuk memotret makanan-makanan itu. Dan mereka pun mulai makan dengan Juk yang ikut-ikutan mengoles daging dengan telur mentah, seperti paman dan juga Naomi. Dia lalu mengambil ponsel dan merekam suaranya.

“Makan malam pertamaku. Makan di Panci Panas Suki. Daging Saga enak sekali. Enak, enak sekali. Teksturnya lembut, dan aromanya khas sekali. Hanya bisa kau dapatkan di saga. Dan juga ini pertama kalinya makan daging dioles telur mentah dulu. Pokoknya enak deh.”


Paman yang tak mengerti apa yang dilakukan oleh Juk meminta Mee menanyakannya. Juk menjelaskan kalau dia membantu seseorang untuk meneliti tentang masakan jepang. Dan juga dia ingin menulis bukunya sendiri. Bahkan dia sudah punya ide untuk judul bukunya nanti, yaitu Aroi Juk Juk. Saat Paman sudha diberitahu maksud Juk tadi, paman dan Naomi langsung bertepuk tangan. Paman bahkan berjanji akan membuatkan masakan yang enak untuknya.

“Kuma-kun. Kalau ada waktu luang, ajak Juk mencari makanan yang enak. Jadi Juk punya inspirasi untuk menulis bukunya.” Kata Paman. Juk senang sekali mendengarnya, ia pun langsung berterima ksih. Makan malam berlanjut dengan penuh kehangatan diselingi canda tawa mereka.

*****

Sunny Suwanmethanon dan Supassara Thanachart
or
Mee and Juk

2 comments:

  1. Kak download drama thailand bagusnya dimanaa?

    ReplyDelete
  2. Emmm..klu satu situs yg khusus nyedian drama thailand agak susah sih. Tpi biasanya aku sering download di dailymotion atau channel fans di youtube. Drama thailand gak gitu hits kayak drama korea jadi cari drama yg ada sub nya juga agak susah. Semoga membantu 😊

    ReplyDelete