Sinopsis Stay The Series Episode 2 - 2


Selama perjalanan menuju tempat yang menjual Ika no Ikizukuri (cumi-cumi transparan,) Mee dan Juk dibuat tertawa karena tingkah Men dan Jeang yang dari belakang berteriak karena mereka kedinginan sampai membeku. Mee berkata dia akan membawa Juk jalan-jalan ke gunung untuk melihat laut. Juk sangat senang sampai kemudian terdengar bunyi perut keroncongannya. Mee menawarkan Onigiri yang dibuat Naomi tadi. Dan dari belakang Jeang dan Mean ternganga kaget plus kesal karena melihat mereka tertawa bersama sambil Juk menyuapi Mee yang lagi menyetir.

*Kagamiyama

Mereka akhirnya sampai di tempat yang dijanjikan Mee tadi. Namun lagi-lagi Men dan Jeang harus melihat pemandangan yang tidak mereka sukai saat dengan perhatiannya Mee memasangkan topi Juk yang terjatuh di kepalanya. Juk langsung berjalan cepat ke pagar pembatas, tidak sabar melihat pemandangan yang luar biasa di hadapannya. Men dan Jeang langsung berdiri di samping kakak-kakak mereka, bahkan Jeang langsung merangkul Juk, takut jika Mee mungkin akan merangkul kakaknya itu duluan. Ia juga menarik Juk agar tidak terlalu dekat dengan Mee. Mereka pun lanjut dengan selfie bersama.

*Lovers’ sanctuary, Cape Hado (Hadomisaki)

Setelah dari tempat itu, mereka melanjutkan perjalanan kembali. Sebuah ikon berbentuk hati yang ada di pinggir jalan dekat pantai membuat Juk tertarik untuk berhenti. Namun bukan dia yang ingin berfoto, melainkan ingin memotret Jeang dan Men. Meskipun awalnya mereka tidak mau foto bersama, tapi akhirnya mereka setuju dan bahkan Men berpose dengan gaya yang imut.

*Cape Hado
Tujuan mereka kali ini adalah sebuah padang rumput yang sangat cantik. Mereka berempat berjalan bersisian. Lalu Mee mengatakan bahwa di tempat ini ada mitos. Bagi siapa saja yang melepas baju sambil berlari sampai akhir, istrinya akan cantik. Tanpa pikir panjang, Jeang dan Men langsung berlari sambil melepas baju mereka. Mereka tidak tahu kalau itu hanyalah tipuan Mee belaka. AHAHAHAHAH

*Subsea Observation tower
Kemudian Mee membawa Juk ke observatorium yang tidak jauh dari tempat itu. Juk takjub melihat banyak ikan-ikan di akuarium. Dia lalu bertanya pada Mee itu ikan apa, saat melihat ikan yang menurutnya cantik. Mee mengatakan itu adalah ikan buntal, kalau di Jepang namanya “Fugu”. Juk langsung merekam suaranya, melaporkan kejadian hari ini.

Men yang berada tidak jauh dari mereka juga bertanya itu ikan apa pada Mee. Mee melihat sekilas ikan yang ditunjuk oleh Men, “Seabream. Kita sering menggorengnya di Thailand.” Jawab Mee sambil terkekeh. Sebenarnya itu adalah akal-akalan Men agar Mee tidak dekat-dekat dengan Juk. Wkwkwkw

Ia pun kembali melancarkan aksinya. “Kak, bahasa Jepangnya apa?” Tanyanya pura-pura ingin tahu. Dan lucunya, nama ikan itu adalah ‘Tai’. Men juga sengaja minta diajari cara pengucapan yang benar karena ‘Tai’ mirip dengan kata ‘Thai’. HAHAHAHA

Ika no ikizukuri

Sekarang, mereka sudah berada di restoran yang menjual cumi-cumi transparan itu. Ketiganya, kecuali Mee, sangat antusias sekali melihat cumi yang dihidangkan masih bergerak-gerak saat Mee memeras lemon diatasnya. Mee menjelaskan kalau sebenarnya cumi ini sudah mati namun saat kena tetesan lemon tentakelnya masih bisa bergerak-gerak. Juk lalu meminta Mee mencicipinya duluan, sementara ketiganya melihat dengan tatapan menebak-nebak. Setelah itu barulah Juk yang mencicipinya. Saat Juk menganggukkan kepala pertanda enak, Men dan Jeang langsung berebut ingin mencicipi cumi itu. Wkwkwk. Dan yang terjadi selanjutnya adalah Mee dan Juk fokus berdua, sedangkan Men dan Jeang sudah seperti orang yang menemani pasangan yang sedang berkencan. Dikacangin. HAHAHAHA


Sesampainya di rumah, Juk skype-an dengan Copter, menceritakan jalan-jalannya hari ini. Jeang yang ada disitu bersama Juk lalu keluar saat mendengar Copter yang nampak marah dengan kakaknya itu. Ternyata Juk dan Copter berpacaran. Copter marah karena Juk bahkan melupakannya sampai tidak mengabarinya sama sekali. Kalau Jeang tidak memberitahunya, maka dia tidak akan tahu kalau Juk bersenang-senang disana. Juk mencoba menjelaskan bahwa ini akhir pekan, jadi dia jalan-jalan dan mencicipi makanan yang enak. Itu juga bagian dari tugasnya.

“Jadi kamu mau aku bagaimana? Kita berdua punya hak sendiri untuk melakukan sesuatu. Kamu dengan pekerjaanmu, aku dengan pekerjaanku juga. Aku tidak bisa memberitahumu setiap kali aku pergi dan bekerja.” Kata Juk menjelaskan.

“Baiklah!” Balas Copter dengan nada marah. “Aku hanya berbicara omong-kosong.”

“Benar! Kau itu berlebihan.” Balas Juk dengan sedikit berteriak lalu mematikan panggilan.

Mee lalu menghampiri Juk yang ada di ruang keluarga karena dia mendengar teriakan Juk tadi. Melihat wajah kusut Juk, dia bertanya apa Juk bertengkar dengan Jeang? Juk menggeleng. Bukan dengan Jeang, tapi pacarnya. Juk pun menceritakan kalau Copter marah padanya karena dia jarang menelepon. Mee terdiam sejenak sebelum dia bertanya, apa Juk mencintai pacarnya itu? Juk menjawab iya. Lalu Mee bertanya lagi, apa menurut Juk pacarnya juga mencintai Juk?

Juk mengangguk yakin, “Cinta. Saling mencintai.”

“Lalu, kenapa kau berpikir kalau dia marah padamu?”

“Mungkin saja dia khawatir denganku.”

“Tepat sekali. Jika dia tidak khawatir, apa dia akan marah?”

Juk tersenyum, lalu berterima kasih pada Mee. Mereka pun bercanda sesaat karena Mee sudah seperti DJ acara siaran radio yang mengatasi masalah cinta. Dia lalu berkata akan mengirim pesan rujuk pada Copter. HAHAHAHA

Juk meminta bantuan pada Mee untuk memilihkan gambar yang bagus dan menulis nama filenya di laptop. Dia langsung pergi ingin mandi tanpa menunggu jawaban iya dari Mee, karena dia yakin Mee pasti mau, Mee kan orang yang baik. HAHHAHA


Di kamar mandi, Jeang dan Men berebut siapa yang akan mandi duluan. Juk lalu keluar dari kamar mandi. Ia bertanya pada mereka berdua, siapa yang akan mandi duluan. Keduanya tidak mau mengalah, karena itu Juk pun bertanya pada mereka, “Baiklah, kalian berdua datang bersama kan? Mandi bareng saja kalau begitu.” Hahahah Juk lalu tersenyum dan pergi mendengar teguran jijik dari keduanya.

“Apa yang ada dipikiran kakakmu?” Tanya Men kemudian.

Kesal, Jeang pun membalas, “Bagaimana dengan kakakmu?”

Men terdiam sejenak, lalu sadar kalau kakaknya tidak ada di kamar. Dimana dia? Dengan wajah bingung keduanya kompak melihat ke arah ruang keluarga. Berpikiran mungkin saja Mee dan Juk tengah bersama saat ini. Dan benar saja, saat keduanya mengintip diam-diam, mereka melihat Juk tengah memotret Mee yang tertidur pulas.


Karena kejadian tadi malam, Men dan Jeang jadi semakin curiga dengan keduanya. Saat Mee menugaskan mereka mengantarkan telur pesanan pelanggan, keduanya menatap Mee dan Juk dengan tatapan serius penuh selidik. Mereka berboncengan dengan saling diam sampai Men kemudian mengatakan kalau kakak Jeang itu sangat genit. Tak terima, Jeang pun membalas, “Hei, sialan! Bagaiamana dengan kakakmu? Tidak puas dengan satu istri?!”

“Itu kakakmu. Dia bermain dengan kakakku. Tetap menyuruh kakakku melakukan ini itu. Dia pasti tahu cara merayu seseorang.”

“Kakakmu juga salah karena tidak pernah bilang ‘tidak’ padanya. Dia yang membuat kakakku melakukannya dengan sengaja.”

“Kakakmu yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Ketika kakakku tidur, kenapa dia malah memfotonya? Mungkin akan dilihat setiap hari, dan ditaruh di sebelah bantal.”

Jeang sangat kesal. Dia menyikut badan Men sampai Men kehilangan keseimbangan dan membuat sepeda berbelok ke arah turunan menuju sungai. Keduanya lalu terhempas ke lumpur saat sepeda tergelincir. Dan pertengkaran pun terjadi. Mereka saling tonjok-tonjokkan, tidak peduli telur yang mereka bawa sudah pecah semua, juga baju yang sudah sangat kotor.


Setibanya di rumah, Mee memarahi mereka dan menyuruh mereka kemanapun mereka mau. Jangan masuk ke rumah dengan baju yang berlumpur itu. Dia lalu pergi dengan Juk untuk mengantarkan telur-telur itu lagi. Sebelum pergi Juk sempat meminta maaf pada Men atas kesalahan Jeang. Paman juga kesal sekali melihat mereka. Mereka hanya berdiri mematung di halaman, tidak berani mengatakan sepatah katapun. Naomi lalu tersenyum pada mereka dan menyuruh mereka pergi ke tempat pemandian yang ada di dekat rumah.


Mereka lau pergi ke tempat pemandian umum. Karena tidak bisa bahasa jepang dan juga bahasa inggris, terpaksalah mereka pakai bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan paman petugas di pemandian itu. Mereka bahkan masih sempat berdebat saat di depan mesin pembelian tiket karena tidak tahu harus pencet yang mana. Semuanya pakai bahasa Jepang HAHAHAH. Akhirnya paman tadi membantu mereka dan juga menunjukkan tempat pemandiannya.


Begitu mereka masuk ke ruangan mandi. Keduanya langsung tercengang kaget melihat bapak-bapak yang berkeliaran tanpa baju alias naked. “Sial. Ini Jepang. Mereka bebas sekali. Bahkan mereka tidak malu” itulah respon keduanya Wkwkkwkwk.
Tentu saja tak ingin naked, mereka memutuskan untuk memakai handuk dan masuk ke ruang mandi. Tapi paman tadi kemudian datang, dan mencegah mereka masuk sebelum melepas handuknya. Tidak boleh pakai handuk saat masuk ke dalam. Alhasil mereka tarik-tarikan handuk dengan paman tadi. HAHAHAHAH

*Takeo Onsen
Sementara itu Mee dan Juk sudah sampai di tempat pelanggan yang memesan telur. Mereka membungkuk meminta maaf atas keterlambatan pengirimannya. Dan balik lagi ke tempat pemandian. Dengan sangat-sangat terpaksa Men dan Jeang akhirnya masuk ke kolam pemandian air panas dengan handuk kecil pendek yang terlilit di pinggang mereka. Wwkwkwkwk

Dan setelah membesihkan diri mereka berendam di kolam air panas. Tidak ingin pulang cepat, karena yakin orang-orang rumah masih marah pada mereka. Mereka lalu membicarakan bagaimana caranya menghentikan kak Juk dan Kak Mee.

*Saga International Ballon Fiesta

Dalam perjalanan pulang, Juk merasa bersyukur karena ibu pelanggan tadi sangat baik sekali. Mee mengiyakan. Diapun bercerita selain ibu tadi adalah pelanggan tetap, ibu itu juga cinta pertamanya paman Hatori. Juk kaget, apa paman yang cerita padanya. Mee menjawab tentu saja bukan. Paman pasti malu menceritakan itu. Ibu tadi yang menceritakan sendiri.

Suasana hening sejenak, sebelum Juk tiba-tiba mengeluarkan kepalanya dari jendela dan meminta Mee berhenti. Rupanya di depan mereka ada banyak sekali balon udara warni-warni yang beterbangan di langit. Juk langsung mengeluarkan ponselnya untuk memfoto pemandangan itu. Mee mengatakan kalau dia pernah ke sini untuk melihat balon udara itu. Juk tersenyum sejenak sambil memperhatikan Mee. Dia memuji kalau Mee ternyata orang yang romantis. Mereka kemudian saling diam, hanyut dengan pikiran masing-masing sambil terus menikmati pemandangan indah di depan mata mereka.

*****

Saga Internationa Ballon Fiesta in Kasegawa River
Bank Thiti and James Teeradon

Di episode ini banyak banget spot-spot menarik yang dikunjungi, mulai dari Mt. Kagamiyama, Cape Hado, Yobuko, Subsea Observation tower, dan Kasegawa river. Kalau aku suka bagian Cape Hado pas mereka jalan berdua di ilalang-ilalang. That's very romantic hihihi. So which one of your favorite? Don't forget to comment! xoxo

No comments:

Post a Comment