Sinopsis Stay The Series Episode 4 - 1


Mee kembali ke kamar. Dilihatnya Men sudah tertidur. Dia masih tidak mengerti apa yang membuat Men sedih sampai begitu marah padanya. Saat Mee sudah membaringkan tubuhnya di futon, Men berbalik memunggungi Mee, membuat Mee semakin bingung.


Juk yang berada di ruang keluarga masih betah dengan tugas laporan yang harus dia siapkan. Jeang juga setia menemani kakaknya itu sambil bermain game. Tidak tahan lagi karena sudah mengantuk, Jeang lalu tidur duluan dan mengingatkan kakaknya agar jangan tidur terlalu malam dan kalau sempat jangan lupa telepon Ter.


Mee terbangun dari tidurnya karena panggilan alam. Saat melihat ke arah ruang keluarga yang lampunya masih menyala, Mee kemudian datang dengan membawa dua cangkir teh hangat. Juk langsung menyeruput teh itu dan bertanya tentang Men. Mee mengaku dia masih belum tahu Men kenapa. Dia tidak tahu harus bilang apa padanya. Mumpung Mee ada disini, Juk pun menanyakan nama tempat mereka makan cumi-cumi waktu itu. Mee juga tidak ingat. Dia meminta lihat foto-fotonya, mungkin dia bisa ingat nanti. Saat itulah dia melihat foto dirinya yang tertidur di meja ruang keluarga. Mee lama memperhatikan foto itu sampai dia tidak mendengar apa kata Juk.


Mereka saling menatap dalam diam, sebelum akhirnya Mee bertanya kapan Juk mengambil foto itu. Juk menjawab, “sewaktu.. kau terlihat lucu ketika kau tertidur. Aku hanya iseng kok, kak.” Namun, pandangan Mee berubah sendu saat dia menatap Juk. Dia melihat Juk yang menggosok-gosokkan tangannya di selimut. Tangan Juk bekeringat, itu artinya dia berbohong. Dipegangnya pergelangan tangan Juk, lalu mendekat dan tiba-tiba dia mencium Juk. Juk tidak menolak, dia membalas ciuman itu, cukup lama.


Keduanya terdiam setelah itu, tidak berani menatap satu sama lain. Mee lalu meminta maaf, dan Juk juga meminta maaf. Tidak ada kata yang terucap selanjutnya. Juk langsung mengemasi buku-bukunya dan pergi ke kamar. OMG.. unexpected kiss??


Cukup lama dia bersender di depan pintu untuk menenangkan diri. Lalu menyelimuti Jeang dan mengambil ponsel Jeang yang masih dalam genggamannya. Tepat saat itu, ada pesan masuk dari Copter. Entah apa maksudnya, namun wajah Juk berubah sedih seketika. Dia terlihat menyesal atas apa yang dilakukannya tadi.
Diselimutinya seluruh tubuhnya sampai menutup kepala. Dalam gelap, dia mendengarkan rekaman Copter yang meminta Juk agar selalu mengingatnya. Juk terus memutar rekaman itu. Air mata sudah mengalir membasahi pipinya. Dia menangis dalam diam sampai akhirnya suara Copter mengantarkannya terlelap.


Mee membasuh wajahnya, dia juga sepertinya menyesal atas ciuman tadi. Naomi lalu muncul, ia kaget mengetahui Mee belum tidur. Mee berkata dia tidak bisa tidur. Mungkin dia sedikit grogi karena besok. Naomi tertawa, dia meminta Mee tidak usah grogi, itu hanyalah foto. Mee menggangguk. Dia kemudian sadar kalau Naomi sudah bolak-balik ke toilet. Naomi membenarkannya, entah kenapa dia jadi sering ke toilet akhir-akhir ini. Mungkin karena cuaca sedang dingin. Dia juga mengaku kalau masih sering pusing. Karena itu dia meminta Mee menemaninya ke rumah sakit seteloh foto pre-wedding.
Mee memandanginya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca dan langsung menarik Naomi ke dalam pelukannya. Naomi kaget karena pelukan tiba-tiba itu, tapi kemudian dia membalas pelukan Mee. Mee pun semakin mempererat pelukannya seolah tak ingin Naomi pergi.


Esok harinya, Mee sudah bersiap-siap di tempat pre-wedding dengan pakaian tradisional Jepang yang dia kenakan. Lalu Men datang memberitahu kalau fotografernya sudah siap. Mee mengangguk dan meminta Men agar mendekat padanya sebentar. Dia meminta Men mengambilkan jubah yang tergantung disana, dan Men membantu kakaknya itu untuk memakainya. Sadar kalau Men dari tadi hanya diam, Mee lantas meminta maaf. Senyum muncul di wajah Men yang sedari tadi cemberut. Setelah selesai, dia memuji Mee yang hari ini terlihat keren sekali.
Di ruangan yang berbeda, Juk tengah melihat Naomi yang di dandani. Dia tersenyum senang saat melihat Naomi berubah menjadi wanita yang sangat cantik dengan kimono putih yang sangat cocok di tubuhnya.


Sesi pemotretan pun dimulai di kuil Yutoku Inari. Jeang dan Men dari jauh tersenyum melihat insan yang tengah berbahagia itu. Mereka juga bahagia karena ini adalah hasil kerja keras mereka. Jeang berkata, jika suatu hari Mee menyadarinya, maka dia akan berterimakasih pada mereka berdua. Juk juga mengambil foto mereka dengan ponselnya. Jeang lalu menghampiri Juk. Dia mengajak Juk shopping setelah ini untuk membelikan Mee dan Naomi hadiah perikahan mereka. Paman yang sudah rapi dengan jasnya lalu mengajak mereka berfoto bersama. Juk melirik ke arah Mee dan Naomi sebelum dia menoleh ke arah kamera dan tersenyum.


*****

No comments:

Post a Comment