[Web Drama] Sinopsis Unexpected Heroes Episode 2


Di Daemang High School, tiga orang murid, yaitu Min Soo Ho (Choi Jong Hun), Bae Jun Young (Lee Min Hyuk), dan Lee Yoon Ji (Kim So Hye) tengah berdiri di depan sekolah mereka. Mereka saling memandang dengan jarak yang agak jauh, sebelum terdengar bunyi bip bip dari jam digital Jun Young. Jam itu menunjukkan angka 70. Jun Young tak mengerti apa maksudnya, ia berpikir mungkin jam nya rusak lalu mengikuti Soo Ho dan Yoon Ji masuk ke sekolah. Yoon Ji dan Soo Ho adalah murid pindahan.


Mereka yang belum saling mengenal, kemudian memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan “Petandingan Penerima Organ” dengan spanduk besar. Ketiganya tak menyangka mereka bertemu lagi seperti di depan sekolah tadi. Dr. No menginterupsi keterkejutan mereka. Dr. No lalu berbasi-basi dengan mengatakan ketiganya seperti sudah saling mengenal lalu mengajak mereka melakukan pemanasan.


Diruangan itu ketiganya bergabung dengan para siswa lain yang sudah dibagi berdasarkan kelompok. Dr. No menginstruksikan mereka yang berdiri paling depan untuk melempar bola basket. Begitu seterusnya sampai giliran Soo Ho, Yoon Ji, dan Jun Young. Ya, mereka bertiga satu kelompok. Dr. No mengingatkan mereka untuk melemparnya dengan sekuat tenaga. Bagi siapa yang berhasil memasukkan bola ke dalam ring dialah yang menang pertandingan. Setelah terdengar bunyi pluit, mereka melempar bolanya, tapi ada satu bola yang menempel di kaca dekat ring dan membuat kaca itu pecah saking kuatnya si pelempar melempar bola.


Dr. No tercengang begitu juga dengan yang lain. Yoon Ji merasa itu bolanya Soo Ho. Bagaimana bisa Soo Ho melakukannya? Soo Ho juga tak percaya kalau itu bolanya. Jun Young lalu menyadari kalau Yoon Ji punya penglihatan super cepat. Tanpa sadar dia mengangkat tangannya untuk high five dengan Yoon Ji yang juga baru sadar dengan kemampuannya. Yoon Ji membalas high five Jun Young. Jun Young jadi senyum-senyum sendiri karena dia baru saja high five dengan seorang gadis.


Mereka semua beristirahat sejenak sebelum lanjut bertanding lagi. Yoon Ji yang bersama Jun Young dan juga Soo Ho memberitahu kalau dia melakukan transplantasi kornea. Soo Ho juga mengaku kalau dia operasi lutut dan kaki atau transplantasi jaringan manusia pada sendi. Yoon Ji gantian bertanya pada Jun Young, Jun Young dengan malu-malu menunjuk dadanya. Dia mendapat tranplantasi jantung.

“Ini mengagumkan. Kita berada di kelas yang sama dan punya dokter yang sama. Let’s stay cool!” ucap Soo Ho. Sementara itu dari jauh Dr. No tersenyum melihat interaksi mereka.


Keesokan harinya, Soo Ho sudah sampai di sekolah dengan diantar pamannya. Soo Ho berkata dia akan langsung pergi ke rumah itu, kan? Pamannya mengiyakan. Sebenarnya dia sedih melihat Soo Ho akan dititipkan pada orang lain tapi ini untuk kebaikan Soo Ho.

“Paman. Apa kamu membuangku?” tanya Soo Ho tiba-tiba.

“Ha? Apa kamu gila? Bagaimana bisa kamu mengatakan itu? Kamu menyakitiku!” Ucap Paman kesal.

Soo Ho tersenyum, “Aku tahu! Makanya jangan lebay!” katanya kemudian.

Paman pun berjanji akan sering mengunjungi Soo Ho. Lagian kantor polisinya juga ada di dekat sini. Soo hanya mengangguk sekilas dan menyuruh pamannya yang seorang detektif itu cepat-cepat pergi.


Jun Young dan Yoon Ji sampai di sebuah tempat dengan membawa koper mereka. Mereka terkejut melihat si pemilik rumah ternyata adalah Dr. No. Tak lama Soo Ho muncul dari dalam, membuat Jun Young dan Yoon Ji tambah terkejut. Mereka bertiga akan tinggal sementara di rumah Dr. No.


Dr. No lalu menyambut mereka. Dia kemudian menjelaskan pada ketiganya, bahwa mereka akan tinggal di rumahnya selama 6 bulan. Sebagai koordinator, penjaga, dan juga ibu kos, dia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membuat mereka nyaman dan bahagia tinggal disini. Jun Young lalu bertanya apa dia juga harus tinggal disini? Dia tahu kalau rumah Soo Ho dan Yoon Ji jauh dari rumah sakit, tapi rumah dia kan dekat. Ibunya tidak bisa hidup tanpa dirinya. Dr. No yang sudah membicarakan ini dengan keluarga mereka masing-masing mengatakan bahwa Ibu Jun Young mengijinkannya. Jun Yung pun tak bisa mengelak lagi. Anehnya itu malah membuat Yoon Ji tersenyum. Untuk melengkapi welcome party mereka, Dr. No meminta mereka bernyanyi. Soo Ho dan Jun Young ingin kabur, tapi tidak jadi dan akhirnya memilih bernyanyi dengan suara seadanya.


Welcome party telah selesai. Dr. No kembali ke kamarnya. Setelah dia menyemprotkan spray ke wajah, dipandanginya foto Sang Yoon yang ada di susut kaca dengan penuh kerinduan. Jun Young yang kebetulan lewat di depan kamar Dr. No mengintip ke dalam sambil tersenyum melihat Dr. No mengusap-ngusap foto itu.


Jun Young dan Soo Ho berkeringat dalam tidurnya. Mereka bergerak gelisah karena sebuah mimpi buruk yang sama hingga keduanya terbangun. Masih dengan nafas yang ngos-ngosan mereka mencoba menenangkan diri, sebelum terdengar teriakan dari Yoon Ji. Dr No, Jun Young, dan Soo Ho pergi ke kamar Yoon Ji. Ternyata Yoon Ji mengalami mimpi buruk yang sama. Mimpi aneh tentang cahaya dan sebuah mobil yang menabrak serpihan bola lampu. Tiba-tiba saja Jun Young merasakan sakit yang teramat di dadanya.

1 TAHUN LALU.


Yoon Ji tengah membaca buku seorang diri di sebuah taman. Jun Young yang juga ada di taman, menghentikan langkahnya saat melihat Yoon Ji. Ia memegang dadanya lalu lanjut jalan lagi tanpa melihat ada dua orang yang berjalan di depannya. Takut menabrak, ia ingin menyingkir namun malah terjatuh saking kagetnya. Yoon Ji mendekat ingin melihat siapa yang jatuh. Namun, Jun Young langsung mendorong tubuh Yoon Ji hingga kacamatanya terlepas. Yoon Ji tidak bisa melihat tanpa kacamatanya. Sedangkan pakai kaca mata saja, ia masih tidak bisa melihat dengan jelas. Jun Young yang masih shock lalu meminta maaf sebelum akhirnya dia pingsan. Seseorang mengulurkan tangannya untuk mengambil kacamata Yoon Ji. Orang itu adalah Soo Ho. Yoon Ji berterima kasih pada Soo Ho. Setelah ia memakai kacamatanya, samar-samar terlihat tubuh Soo Ho dari belakang yang berjalan kesusahan dengan memakai kruk.


*****

No comments:

Post a Comment