[Web Drama] Sinopsis Unexpected Heroes Episode 3


Karena sakit di jantungnya yang tiba-tiba, mereka semua membawa Jun Young ke rumah sakit. Namun setelah di periksa ternyata tidak ada masalah, semuanya normal. Jun Young yang sudah baik itu pun berkata dengan gaya imut bahwa dia memang baik-baik saja. Soo Ho kesal dan menyuruhnya diam. Kenapa dia berlagak seperti orang yang mau mati tadi? Jun Young mengatakan dia rasanya hampir gila karena jantungnya yang berdetak sangat cepat. Itu saja. Kemudian dia bertanya pada dokter No tentang kondisinya tadi, apa itu karena mimpinya? Dr No heran, apa mimpi Yoon Ji tadi? Soo Ho langsung memotong pembicaraan mereka dan memukul-mukul Jun Young yang tadi katanya baik-baik saja, tapi kenapa malah banyak tanya sekarang? Jun Young yang kesakitan berteriak kesal agar Soo Ho mengontrol kekuatannya itu. Pasti dia memar-memar nanti.


Sementara menunggu Dr No membayar biaya administrasinya mereka masih menunggu di ruang IGD.

“Ada apa? Kenapa kamu tidak mengijinkan aku memberitahunya?” Tanya Jun Young pada Soo Ho.

“Kamu mengalami mimpi itu juga, kan?”

“Kamu juga? Mimpi seperti apa itu?” Tanya Jun Young balik.

Soo Ho tidak ingat jelas, yang dia ingat adalah gelap dan dia tidak bisa bergerak. “Bagaimana denganmu?” Tanya Jun Young pada Yoon Ji. Yoon Ji mengatakan bahwa dia melihat cahaya. Dia rasa itu cahaya lampu depan mobil. Jun Young pun menceritakan mimpinya. Itu seperti di sebuah jalan raya. Gelap dan sebuah mobil melaju ke arahnya. Cahaya terang lampu membuatnya tidak bisa melihat. Tapi rasanya seperti ada seseorang disana (Mimpi-mimpi mereka adalah potongan-potongan kejadian kecelakaan Sang Yoon). Tiba-tiba Jun Young memegangi dadanya. Ia merasakan sakit lagi di jantungnya. Yoon Ji memintanya berhenti memikirkan mimpi itu dan memegangi lengan Jun Young.

Jun Young mulai bernafas normal kembali, tapi saat sadar tangan Yoon Ji sedang memegang tangannya, Jun Young langsung menarik tangannya itu dengan gugup. Menghindari suasana canggung, Yoon Ji memilih menyusul Dr No dibawah.


Esok paginya, Dr No sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Jun Young memuji Dr No yang sepertinya sangat pintar memasak.

“Tentu saja. Tidak ada yang tidak mungkin ketika kamu mengeluarkan mantra. “ jawab Dr No.

“Mantra? Apa kamu punya kekuatan super juga?” Tanya Jun Young antusias.

Soo Ho langsung menyenggol Jun Young dan menyuruhnya untuk diam dengan isyarat jari telunjuknya. Tak ingin membuat Jun Young penasaran, Dr No lalu menunjukkan aplikasi resep memasak di ponselnya. Begitu mereka mencicipi masakan Dr. No, rasanya benar-benar enak. Jun Young lagi-lagi memuji Dr No yang sungguh berbakat. Dia kemudian berbisik pada Soo Ho kalau Dr No juga berpacaran dengan pria muda. Dia melihat gambarnya kemarin. Tentu saja Dr. No dan Yoon Ji masih bisa mendengar omongan mereka, karena Jun Young tidak sepenuhnya berbisik. HAHAHAH

“Dia tampan.” Puji Jun Young.

“Apa kamu melihatnya? Dia sungguh tampan, kan?” Ucap Dr No dengan sedikit tidak enak. 

Yoon Ji meminta Dr No mengenalkannya pada mereka. Dr No mengatakan pasti jika mereka punya kesempatan. Mereka tidak tahu kalau itu adalah No Sang Yoon, adik Dr. No, bukan pacarnya.


Di rumah sakit, Seorang pria tengah menandatangani surat perjanjian donor organ. Dr No memberitahu pada pria itu bahwa dengan surat perjanjian ini, organ-organnya dan tissue-nya akan didonorkan. Saat waktunya tiba, mereka butuh persetujuan dari anggota keluarga untuk memprosesnya.

Pria itu menyerahkan surat perjanjian yang sudah dia tandatangani pada Dr No. Dia tidak tahu kalau jaringan manusia ternyata juga bisa didonorkan. Dr No menjelaskan banyak orang yang tidak tahu kalau mereka bisa mendonorkan jaringan seperti kulit, kornea, dan ligament. Dia lalu memberikan brosur untuk pria itu agar dia bisa mendaftar sebagai pendonor organ melalui prosedur online mereka.


Jun Young tengah berada di sekolah. Ia tampak menghindari sentuhan dengan orang-orang terutama cewek, karena takut jantungnya yang berdetak cepat. Tapi akhirnya dia memberanikan diri dan menyapa cewek-cewek yang sedang mengobrol di koridor. Setelah itu dia langsung sembunyi di dekat mading sambil menghembuskan nafas lega. Dilihatnya jam di tangannya, yang menunjukkan angka 70. Alat yang seperti jam tangan itu adalah pendeteksi detak jantungnya. Jun Young senang bukan main, karena hasilnya tetap sama, itu tandanya dia normal. Dia bisa mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan jomblonnya. HAHAHAHA Tapi sedetik kemudian senyum lebarnya menghilang saat ingat Yoon Ji yang memegang tangannya di rumah sakit semalam. Saat itu jantungnya langsung bereaksi. Ia jadi heran ada apa dengan gadis itu.



Begitu tiba di rumah, Jun Young langsung menghampiri Yoon Ji dan menahannya agar tidak pergi. Sambil melihat alat di tangannya, dia meminta Yoon Ji menatap matanya. Yoon Ji heran dengan permintaan aneh Jun Young itu. Tapi Jun Young berkata ini hanya sebentar saja, hanya untuk mengecek. Dia langsung memegang bahu kiri Yoon Ji dan menatap mata Yoon Ji lekat-lekat sambil sesekali melihat alat yang tertempel di tangan kirinya. Saat posisi mereka makin dekat, tiba-tiba Soo Ho datang dan langsung menarik leher Jun Young agar jauh-jauh dari Yoon Ji.

“Ayo masuk ke dalam.” Tarik Soo Ho.

“Aku harus mengecek sesuatu. Lee Yoon Ji, lihat mataku. Lihat!” Teriak Jun Young, terus mencoba melepaskan diri. Yoon Ji yang gugup bertanya apa itu tadi? Rasanya jantungnya hampir saja meledak.


Soo Ho melemparkan tubuh Jun Young ke kasur. (Ingat, dia kan sudah jadi Hulk, HAHAHA). Jun Young protes, ada apa dengan Soo Ho sih? Soo Ho malah balik bertanya, apa yang Jun Young lakukan pada seorang gadis polos?

“Aku harus mengecek sesuatu. Ini adalah hal yang paling penting dalam kehidupan 17 tahun seorang pria.” Ucap Jun Young.

“Apa itu?” tanya Soo Ho.

“Melenyapkan kehidupan jomblo.”

“Kamu menyukai Yoon Ji?” Tebak Soo Ho.

Jun Young langsung membantahnya. Tipe ideal nya itu, dewi sekolah mereka, Suzy. “Terus, kenapa kau bermain-main dengan Yoon Ji?” Jun Young menganga tak percaya, dia kan sudah bilang, dia harus mengecek sesuatu. Mengecek apa? Tanya Soo Ho kemudian. “Sebagai seorang seorang heartbreaker, aku dulunya takut pada gadis-gadis. Tapi setelah aku mendapatkan transplantasi jantung, aku benar-benar merasa nyaman di dekat mereka. Aku tidak nervous lagi. Tapi aku jadi super nervous saat dekat dengannya. Ini sungguh menyebalkan.” Jelas Jun Young.


Soo Ho memintanya berhenti saat dia bilang berhenti. Jun Young jadi curiga, dengan wajah aegyo-nya dia bertanya pada Soo Ho, apa jangan-jangan Soo Ho menyukai Yoon Ji? (Lee Min Hyuk ini imut banget! hahaha). Soo Ho kesal, “Kubilang jangan main-main. Dia jelas rapuh. Dia akan terluka oleh kebodohanmu. Ayolah, jangan buat suasana jadi awkward antara sesama housemate.”

“Aku tidak pernah tahu kalau kata ‘housemate’ semenarik ini.” Kata Jun Young menggoda. Soo Ho pun kembali memperingatkannya untuk tidak merayu housemate mereka. Kalau Jun young memang menyukainya, ungkapkanlah dengan gaya seorang lelaki. Jika tidak, jaga jarak sebagai teman. Jun Young lagi-lagi menggodanya, mana ada yang namanya teman antara lelaki dan perempuan. “Kalau begitu, anggap saja dia lelaki. Mr. Lee, bukankah itu kedengarannya bagus?” ucap Soo Ho. Jun Young pun melemparkan bantal ke wajah Soo Ho dan mengatainya payah. Bwuahahahahh, gagal fokus liat Min Hyuk.


Ketiganya sedang berbelanja di Supermarket. Tiba-tiba Jun Young menyodorkan sebotol minuman pada Yoon Ji, “Mr. Lee apa kamu mau ini? Ini sehat!” Yoon Ji yang dipanggil Mr. Lee jadi kebingungan sendiri, sementara Soo Ho yang ada di sebelah Yoon Ji tersenyum simpul.

Jun Young menganggukkan kepalanya, “Aku memutuskan untuk memanggilmu Mr. Lee mulai sekarang.”

“Kenapa aku jadi Mr. Lee?”

Jun Young menghembuskan nafas berat, “Aduhh.. bagaimana bisa kamu tidak mengerti kenapa aku tidak bisa memanggilmu Miss Lee?” Tangannya sudah terulur untuk merangkul Yoon Ji, tapi dengan cepat Soo Ho memelintir tangannya, hingga dia kesakitan. Wwkwkwkwk
Yoon Ji jadi bingung sendiri mendengar mereka bicara tentang suka, dan Jun Young yang tidak bisa menyukai Yoon Ji. Gugup, dia pun langsung pergi karena obrolan aneh itu.


Jun Young masuk ke sebuah ruangan. Saat dia membuka pintu, murid-murid cewek pada silau melihat pancaran cahaya Jun Young HAHAHAHA. Dengan gaya yang cool, dia berjalan menuju kearah cewek yang duduk di pinggir meja. Ya, dia adalah Suzy, cewek yang disukai Jun Young. Dia mengenalkan dirinya dan mengatakan dia akan bergabung di kelas broadcast. Suzy tersenyum padanya. Jun Young memasang wajah cool, walupun dalam hatinya ia bersorak senang melihat Suzy tersenyum.


Soo Ho duduk seorang diri di pinggir lapangan. Sebuah bola menggelinding ke arahnya. Para siswa yang bermain memintanya melempar bola itu. Tapi bola itu melambung saaaaangat jauh sampai ke bulan HAHAHAHA. Melihat tatapan aneh dari mereka, Soo Ho langsung kabur.


Akibat peristiwa tadi, Soo Ho jadi murung. Jun Young dan Yoon Ji yang baru datang ke taman, tempat Soo Ho berada, jadi bertanya-tanya dengan sikapnya. Jun Young berkomentar kalau usia 17 tahun adalah usia dimana kita merasa kehilangan dan khawatir. Itu normal, jadi tidak apa-apa. Soo Ho mengatakan kalau ini adalah masalah tentang dirinya yang tidak normal. Juga mereka yang masing-masing memiliki kemampuan yang bisa dibilang tidak normal. Dia yang terlalu kuat. Yoon Ji yang mampu melihat dengan sangat baik. Sementara Jun Young, jantungnya selalu berdetak stabil. Dia bahkan tidak takut apapun di dunia ini.

“Apa kalian tidak ingin tahu kenapa kita seperti ini?” Tanya Soo Ho. Yoon Ji berkata ini mungkin saja ada hubungannya dengan si pendonor organ. Dia dengar, penerima donor akan mewarisi memori si pendonor.

“Kalau begitu, kita menerima donor dari Superman, Ironman, dan Satellite.” Canda Jun Young.

“Jangan jadikan ini candaan.” Kata Soo Ho serius.

“Anggap saja itu candaan. Aku benci hal yang rumit.” Balasa Jun Young.

Soo Ho lalu bertanya soal mimpi itu? Bukankah Jun Young masih mengalaminya? Soo Ho mengambil sebuah batu kerikil yang agak besar. Dia menggenggam batu itu kuat sampai batu itu jadi serpihan-serpihan kecil. Dia ingin tahu alasan atas kekuatan tiba-tiba ini dan juga mimpi itu. Yoon Ji mengangguk setuju, dia juga ingin tahu. Jun Young pun langsung mengajak mereka pergi untuk menanyakan hal ini pada dokter.


Soo Ho menjelaskan kondisi mereka yang berubah pasca mendapatkan donor. Dia menjadi sangat kuat, Penglihatan Yoon Ji sangat bagus, dan juga detak jantung Jun Young selalu stabil. Itu semua tidak normal. Mereka juga mengalami mimpi aneh. Jun Young memberitahu kalau dia masih mengalami mimpi itu setiap malam. Mimpi seperti adegan kecelakaan. Mereka ingin tahu tentang pendonor mereka. Dokter mengatakan penerima dan pendonor tetap rahasia. Tindakan illegal jika dia memberitahu mereka. Dr. No meminta maaf karena tidak bisa mengatakan informasi apapun tentang si pendonor.


Yoon Ji mencari Dr. No di kamarnya untuk mengantarkan buah-buahan sebagai cemilan. Tapi Dr. No tidak ada di kamar. Yoon Ji pun meletakkan sepiring buah-buahan itu di meja disamping laptop. Saat itulah dia melihat profil No Sang Yoon di laptop Dr. No. Disitu tertulis biodata dan juga organ yang di donorkannya yaitu, Jantung, 2 kornea, dan tissue.

Yoon Ji melihat pesan yang tertulis disana, dimana Sang Yoon adalah adik kandung Dr. No. Dan foto profil yang ada di laptop juga sama dengan foto yang ada di meja Dr. No.

*****

Lee Min Hyuk, BTOB's Member

Lee Min Hyuk

Choi Jong Hun Ft Island's Member


Kim So Hye


No comments:

Post a Comment