[C-DRAMA] Sinopsis Best Lover Episode 1


*****

Di sebuah bukit rerumputan yang hijau, seorang wanita cantik dengan dress putihnya tampak begitu menikmati suasana. Sesekali dia bermain dengan domba-domba yang ada disana. Sekilas dia tampak seperti seorang pengantin, namun ternyata dia sedang melakukan syuting.


Begitu syuting selesai, wanita itu Ye Huan Ying (Lee Da Hae) berlari menjauh dari domba-domba itu dengan jijik. Tak jauh dari sana, seorang pria tengah memperhatikan kegiatan syuting itu. Dia, Ren Sheng, CEO salah satu agensi hiburan, mendapat telepon dari seseorang yang mengingatkannya tentang hutang piutangnya.


CEO Ren bertekad bagaimanapun caranya dia akan melakukan comeback. Kemudian didatanginya mobil Huan Ying. Dia memaksa agar manager Huan Ying mempertimbangkan script-nya. Huan Ying pun memberikan waktu lima menit untuk CEO Ren bicara setelah sebelumnya CEO Ren mengungkit kalau dialah yang telah membantu Huan Ying debut. Dia mengajak Huan Ying untuk bergabung dengan film mereka. Huan Ying mengambil script itu. Dilihatnya sekilas dan dengan kasar dia melempar nya.

“Karakter ini tidak cocok denganku. Bukankah lima menit sudah berakhir? Apa jamnya mati?” Teriak Huan Ying marah.

Mobil langsung berhenti. Detik itu juga CEO Ren dikeluarkan dari mobil. Manager Huan Ying mengolok agar Ren mencari cara lain saja untuk membayar hutangnya. Sript yang tertinggal di mobil langsung dibuang ke udara sampai beterbangan kemana-mana. Sadis!


Di jalan, mobil Huan Ying berpapasan dengan seorang pria yang lagi membawa sapinya. Dia memandang remeh pria itu. Ren mengutip script yang sudah terpisah dari bundelannya itu dengan susah payah. Saat itulah dia melihat si pria yang membawa sapinya.

Ren terpaku melihat pria desa itu sangat tampan dengan tubuh yang juga atletis. Tanpa babibu lagi dia langsung menelepon seseorang yang bernama Bi Sheng agar segera membawakan kontrak sekarang juga. “20 tahun lalu, legenda pemeran utama Brad Pitt, lagi berdiri di sebuah ladang.” Ucapnya masih tak percaya.


Pria itu adalah Yan Xie Cheng (Zhou Mi). Dia membawa Ren ke rumahnya. Ren menatap ke sekeliling. Rumah Xie Cheng sangat sederhana, namun dia merasa kagum melihat bunga-bunga tersusun cantik di dalam sepatu bekas yang dijadikan hiasan.


Tak lama ibu Xie Cheng keluar. Xie Cheng menjelaskan pada ibunya kalau Ren ingin menjadikannya seorang actor. Ibu Xie Cheng langsung heboh kesenangan. Ayah Xie Cheng muncul, dia mengira terjadi sesuatu dengan Xie Cheng. Ren berkata kalau anaknya akan segera menjadi actor. Dia lalu memberikan kartu nama agensinya pada ayah. Kedua orang tua Xie Cheng membelalak tak percaya. Xie Cheng senang, jika dia jadi actor maka mereka tak usah menjual sapinya. Dia bisa menghasilkan uang yang banyak. Mereka juga tidak peru bekerja keras lagi. Dia akan membuat mereka hidup nyaman.


Akhirnya Xie Cheng pun ikut ke kota bersama Ren. Di jalan, Xie Cheng bercerita tentang keluarganya, karena Ren mengatakan ibu Xie Cheng sangat keren. Ibunya, adalah ibu kandungnya. Sementara ayahnya tadi adalah ayah tiri. Mereka mengobrol santai soal kehidupan Xie Cheng sambil menyusuri jalan desa yang sangat cantik itu.


Huan Ying beserta para asistennya berada di sebuah salon, memilih-milih model potongan rambut. Lalu shopping ini itu untuk persiapan acara yang sebentar lagi akan dihadirinya. Host menjelaskan profil singkat Huan Ying yang tidak pernah mengekpos kehidupan pribadinya. Makanya fans-fansnya menyebutnya ‘ice beauty’.


Di sebuah gedung kecil, yang ternyata adalah gedung agensi milik Ren, para artisnya tengah berlatih dance diiringi lagu Korea (Agensinya Ren ini agensi hiburan Korea). Xie Cheng kemudian datang dengan membawa sebotol air mineral untuk salah satu dari mereka. Dia yang masih baru sedikit di bully dan disuruh-suruh oleh orang itu.


Tak lama, Ren datang. Dia menegur sikap Jin Yong Jian (Park Kwang Hyun)tadi dan memintanya untuk bersahabat dengan Xie Cheng. Bagaimanapun juga mereka semua keluarga. Ren lalu mengingatkan kalau mereka harus pergi ke Nan Yang Zhou. Yong Jian protes kenapa dia selalu menghibur wanita-wanita tua setiap hari? Bukankah mereka setuju kalau dia akan mulai berakting? Kalaupun dia tidak menjadi lead male. Menjadi second lead male pun tidak apa-apa.
Ren mencoba menjelaskan, Yong Jian memang bisa menyanyi, tapi untuk menjadi seorang actor Yong Jian harus punya wajah yang sebagaimana tertulis (tampan). Ren melihat Xie Cheng sebagai kode kalau Xie Cheng lah yang memiliki wajah seorang actor itu.


Huan Ying dan managernya baru saja keluar dari sebuah pertemuan. Huan Ying kesal karena dalam pertemuan itu PD bilang dia tidak tahu menahu soal scriptnya. Manager mencoba menghibur, besok akan diadakan audisi untuk para pemeran film itu. Huan Ying lah yang akan memilih lead male. Sebaiknya Huan Ying ikuti saja.


Malam hari, Huan Ying mengayuh sepeda ke sebuah warung makan kecil. Dia hampir menutupi semua wajahnya agar orang tidak bisa mengenalinya. Itu semua dia lakukan demi dumpling kesukaannya. Tapi setelah dumpling itu disediakan di mejanya, dia protes karena ini dumpling yang berbeda. Nenek pemilik warung bilang kalau itu porsi terakhir karena dumpling yang biasa Huan Ying pesan sudah dipesan anak kecil yang sekarang sedang berdiri menunggu pesanannya.
Huan Ying membujuk anak laki-laki itu untuk tukaran dumpling. Tapi anak itu dengan tegas menolak. Emangnya siapa dia? Huan Ying kesal, dia lalu membuka kaca mata hitamnya dan bergaya imut.

“Kamu tahu siapa Ye Huan Ying itu?

Xie Cheng yang tengah menikmati dumplingnya menjadi terusik. Ye Huan Ying? Masa iya dia begitu hanya karena dumpling? HAHAHAHA. Huan Ying mengiming-imingin anak itu dengan memberikan autographnya, tapi anak itu berkata dengan pedas, emangnya autograph bisa membuat dia kenyang? Dasar tante aneh! Wkwkwkw


Nenek itu pergi untuk mengantar pesanan dan meminta Huan Ying menjaga tokonya sebentar. Dia tidak peduli jika Huan Ying itu seorang artis terkenal. Xie Cheng yang dari tadi mendengar obrolan mereka beralih ke meja Huan Ying. Dia meletakkan sepotong dumpling disana. Huan Ying mendongak melihat Xie Cheng. Dia bertanya, apa Xie Cheng cucu nenek ini? Dia langsung menolak dumpling sisa itu.

Dua botol soju sudah habis ditenggak Huan Ying sampai dia mabuk dan tanpa sadar mengoceh sendiri tentang kesialannya hari ini. Xie Cheng pun memilih pulang, tapi dia tidak tega melihat Huang Ying yang sudah ambruk di meja. Akhirnya dia mengantar Huan Ying sampai rumah, meskipun ia harus menahan kesal karena sepanjang jalan Huan Ying terus memukul kepalanya.


Seperti yang dikatakan manager kemarin, Huan Ying mengikuti audisi mencari pemeran film. Dia duduk diantara para juri, menyaksikan dengan muak orang-orang yang audisi. Xie Cheng juga ikut audisi ini. Begitu dia masuk, Huan Ying langsung menunjukkan wajah tidak sukanya.
Sang PD meminta Xie Cheng berakting. Dengan berani Xie Cheng maju ke depan Huan Ying dan mengatakan jika dia butuh seorang actress untuk berakting dengannya. Dia pun mulai berakting. Huan Ying ingat kalau Xie Cheng adalah pria di toko dumpling tadi malam. Dia lantas merendahkan Xie Cheng yang tidak pantas bergabung dalam tim itu.

Xie Cheng kesal, “Apa masalahnya denganmu? Orang yang datang dari keluarga kaya. Acting mu juga tidak bagus-bagus amat. Kenapa kau menasihati orang lain?” Tantang Xie Cheng.


Huan Ying menggeram, dia lantas berdiri dan sedikit mendorong tubuh Xie Cheng hingga sehelai benang rajutan di sweater Xie Cheng keluar dan lepas. Dengan sombongnya dia melemparkan cek pada Xie Cheng. “Harusnya itu cukup untuk membelikanmu 10 sweater baru”. Ya, Huan Ying juga tersinggung dengan ucapan Xie Cheng tentang orangtuanya.


Ren mengajak Xie Cheng minum. Dia agak kecewa karena Xie Cheng melewatkan kesempatan untuk berakting bersama Huan Ying. Namun, Xie Cheng mengatakan dia tidak mau untuk film partamanya dia harus berakting dengan seorang wanita yang memiliki hati kosong seperti Huan Ying. Huan Ying sudah seperti zombie menurutnya. Dia yakin pasti Huan Ying bisa sukses karena koneksi orangtuanya. Ren berkata, tidak peduli bagaimanapun, meskipun dia berpura-pura orang-orang tetap menyukainya. Ren menuangkan soju untuk Xie Cheng. Xie Cheng berterima kasih karena Ren sudah percaya padanya. Ren pun menyemangati Xie Cheng. Mereka harus mengubah strategi untuk membuat Xie Cheng terkenal. Xie Cheng harus humble agar perlahan dia bisa naik ke puncak.


Di kamarnya, Xie Cheng menjadikan foto Huan Ying sebagai sasaran anak panahnya. Dia teringat kejadian tadi saat Huan Ying melemparkan voucher belanja. Dia lalu mengambil script dan membacanya sambil menatap tajam foto Huan Ying.


Di tengah hujan deras, Huan Ying kembali ke rumahnya. Ternyata disana sudah ada Xie Cheng yang basah kuyup karena menunggu Huan Ying. Mengesampingkan egonya, dia memohon pada Huan Ying untuk audisi ulang. Dia tidak peduli hasilnya apa, dia hanya ingin menunjukkan kemampuannya.

“Aku benar-benar ingin mendapat persetujuanmu.” Xie Cheng menunjukkan sweaternya yang bolong. “Hari itu, kau tidak hanya merusak pakaianku tapi juga martabat dan kerja kerasku.”

“Oh.. betapa memalukannya.” Bisik Huan Ying. Dia langsung mendorong Xie Cheng agar minggir dan masuk ke rumahnya.


Xie Cheng masih berdiri di depan rumah Huan Ying, tidak peduli jika ia harus kehujanan. Huan Ying lalu keluar, dia mengancam akan menelepon polisi jika Xie Cheng tidak pergi. Saat Xie Cheng ingin menelepon, tiba-tiba Xie Cheng berlutut di hadapannya.

“Jika kau bertanya apa kesalahan terbesarku, itu adalah aku bertemu denganmu. Mencintaimu dan meninggalkanmu. Itulah kesalahan terbesarku. Tapi, aku mencintaimu lebih dari segalanya.”

Huan Ying terpaku mendengar ucapan Xie Cheng yang merupakan dialog dalam filmnya. Tanpa mendengar apa jawaban Huan Ying, Xie Cheng pergi. Dia berkata pada dirinya sendirinya, “Xie Cheng yang tidak pantas sekarang, akan menjadi sukses suatu hari nanti melalui kerja kerasku sendiri. Dan ketika hari itu datang, kau yang sombong dan arogan tidak bisa lagi menolakku seperti ini. Ayo bertemu lagi di puncak karir kita”.


Sejak hari itu, Xie Cheng bertekad bahwa dia akan sukses. Dia juga terus melatih kemampuannya. Dan akhirnya Ren membawa kabar gembira, dia diterima menjadi male lead dalam sebuah film. Meskipun ini bukan film besar, ayo lakukan selangkah demi selangkah.


Kang Won International Film Festival. Disinilah Xie Cheng berada sekarang. Jalan di atas red carpet dengan bertabur para fansnya yang datang dari seluruh dunia. Karena perjuangannya dia berhasil menjadi seorang actor hebat. Tak lama Huan Ying turun dari mobil mewahnya dengan penampilan luar biasa. Disusul dengan Yong Jian yang sekarang sudah menjadi CEO YGK entertainment.

Huan Ying menatap Xie Cheng sesaat, lalu segera mengalihkan pandangannya. Tak sengaja dia menginjak gaunnaya sendiri hingga terdengar suara sobekan dari belahan gaunnya itu. Huan Ying menoleh kearah Xie Cheng dan bergumam minta tolong. Xie Cheng melihat Huan Ying yang berusaha menutupi pahanya. Dia langsung tersenyum sinis.


*****

No comments:

Post a Comment