[C-DRAMA] Sinopsis Best Lover Episode 3


Xie Cheng terkejut melihat foto dirinya ada di layar. Para reporter lain pun sibuk mengambil gambar itu, dan maju kedepan mewawancarai Xie Cheng. Siapa orang itu? Apa Xie Cheng sedang jatuh cinta? Sudah berapa lama mereka bersama? Dengan cepat, Ren datang dan meminta maaf. Ia langsung menarik Xie Cheng yang masih terdiam untuk pergi dari acara itu.


Di kantor agensi YGK, Yong Jian sedang tertawa terbahak-bahak melihat berita itu itu televisi. Dia puas melihat kebohongan Xie Cheng akhirnya terungkap. Dia ingin seluruh dunia membenci Xie Cheng agar orang-orang tahu bahwa dia berpura-pura sebelumnya. Harusnya dia yang jadi actor, bukan Xie Cheng.


Xie Cheng masih shock karena kejadian tadi. Ren meneleponnya untuk memberitahu agar Xie Cheng jangan membuka internet. Xie Cheng pasti merasa lebih buruk. Lee Beeson sangat memperhatikan actor mereka. Dia sangat sensitive dengan rumor ini. Kalau mereka tidak menangani ini dengan hati-hati, maka usaha Xie Cheng untuk masuk ke Hollywood bisa bermasalah.
Xie Cheng langsung memutuskan panggilan dan mengabaikan permintaan Ren tadi. Dia membuka internet dan melihat berita dirinya disana. Meskipun dia tahu ini adalah salah paham, tapi dia tidak mungkin menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Stone Entertainment, agensi milik CEO Ren kebanjiran telepon dari media yang menanyakan perihal press conference mereka. Rekan Xie Cheng gelagapan menjawab telepon-telepon itu. Dia berkata pada Xie Cheng bahwa ini memang bukan urusannya. Normal untuk para selebritis memiliki dating scandal. Itu bukan tindakan criminal, yang terpenting adalah mengatakan kebenarannya.

Pria yang merupakan asisten Xie Cheng itu meminta Xie Cheng jujur. Percuma Xie Cheng menampik dengan wajah datar dan berbohong pada media. Orang-orang tidak akan mempercayai itu. Xie Cheng berkata dia tidak bohong. Asistennya itu tidak percaya, dia memang hanya asisten tapi mereka sudah lama menghabiskan waktu bersama. Perlakukanlah dia seperti layaknya seorang teman. Katakan padanya siapa wanita itu? Siapa dia? Xie Cheng menjawab dengan wajah datar kalau perempuan itu hanyalah seorang teman.

“Oh please! Netizens sudah jadi Sherlock Holmes. Apa kau tahu? Mereka sudah menemukan lokasi pengambilan foto itu, di parkiran hotel Kai. Ini hanya tinggal masalah waktu sampai mereka menemukan siapa wanita itu. Kau harus mengatakannya.”

Asisten Xie Cheng bahkan sampai memohon agar Xie Cheng mengatakan siapa wanita itu. Xie Cheng bisa mengatakan mereka bukan pasangan, si wanitalah yang mencintainya. Cinta bertepuk sebelah tangan. Kalau tidak semuanya tidak akan terkendali. Xie Cheng meminta maaf, dia tidak bisa melakukannya. Tak lama Ren datang dengan marah-marah pada orang yang meneleponnya. Dia berkata pada Xie Cheng mereka harus bicara.


Manager Huan Ying datang tergopoh-gopoh ke kamar Huan Ying. Dia memberitahu kalau agensi kebanjiran telepon. Para reporter juga camping di luar agensi untuk menunggu Huan Ying. Huan Ying yang tidak mengerti bertanya apa yang terjadi. Sang manager menunjukkan berita terkait rumor Xie Cheng. Ada dua wanita yang dicurigai yaitu, Huan Ying dan wanita kaya yang sudah menikah. Orang-orang tidak percaya kalau Xie Cheng berkencan dengan wanita yang sudah menikah. Jadi, Huan Ying lah yang dicurigai berkencan dengan Xie Cheng.
Huan Ying kesal, apa dia benar managernya? Meskipun dia menyedihkan, dia tidak akan berkencan dengan seorang petani yang menggembala sapi. Dia akan menuntut reporter2 yang sudah mengarang cerita ini.


Di kediaman Jia Ren, suaminya lagi melihat berita rumor Xie Cheng. Entah apa maksud ucapannya, tapi sepertinya dia tahu kalau wanita yang memeluk Xie Cheng adalah istrinya. Dia mengancam agar Jia Ren jangan melakukan sesuatu yang membuat malu nama keluarga.


Di Stone Entertainment, Bi Sheng, asisten Xie Cheng sudah berusaha mencari jam tangan yang sama persis dengan milik Jia Ren. Hanya itulah kode tentang identitas wanita itu. Huan Ying memilikinya, tapi dia tidak mungkin mau menjualnya pada Xie Cheng. Apalagi Huan Ying akan mengadakan press con untuk mengatakan dia bukanlah wanita yang ada di foto itu.


Malamnya, Xie Cheng menemui Huan Ying di rumahnya. Dia ingin bicara dengan Huan Ying dan memaksa Huan Ying masuk ke mobilnya. Huan Ying mencoba melepaskan tangannya, tapi tidak bisa. Xie Cheng memohon agar Huan Ying membatalkan press con nya besok.

“Kenapa?” Tanya Huan Ying. “Aku bukanlah wanita yang ada di foto itu. Yan Xie Cheng kamu harusnya tahu dengan baik siapa wanita itu. Apa kau memintaku untuk membohongi semua orang?”

“Iya. Tolong katakan bahwa wanita yang ada di foto itu adalah kau. Jika kau bersedia untuk membantuku, aku akan melaukan apapun yang kau mau. Aku serius.”

Xie Cheng benar-benar memohon pada Huan Ying. Dia hanya ingin melindungi seseorang. Dia akan melakukan apapun. Wajah Huan Ying berubah sendu. Dia tidak pernah mengalami situasi menyedihkan seperti itu. Karena dia tidak pernah mencintai seseorang sampai ingin melindungi orang itu.

“Alasanmu tidak meyakinkanku.” Ucap Huan Ying lalu keluar dari mobil.

“Ye Huan Ying, meskipun kamu punya segalanya, tapi kamu tidak memiliki perasaan kasihan. Kamu adalah pengemis cinta.” Teriak Xie Cheng

“Benar. Xie Cheng, kau adalah seseorang yang yang bisa berakting emosi yang tidak kau miliki. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Meskipun aku punya segalanya, aku adalah pengemis cinta.” Ucap Huan Ying dalam hatinya.


Paman Huan Ying mengamuk di kantornya setelah tahu kalau Huan Ying akan mewarisi Ziyi Corp, perusahaan yang dia jalankan selama ini. Apa tahunya anak itu bagaimana menjalankan perusahaan? Dia bahkan bukan ancaman.


Huan Ying mendapati banyak paper bag di kamarnya. Isinya adalah buku-buku tebal, peralatan tulis dan sesuatu yang mirip apron. Kemudian dia melihat post it yang tertempel disana. Detik itu juga dia langsung menelpon ayahnya. Dia tidak suka hidupnya diganggu. Ayahnya berkata masa depan itu tidak pasti dan sulit. Jika sesuatu terjadi padanya nanti, Huan Ying akan sendirian.

“Di masa lalu kau meninggalkan ibu dan aku di rumah dan tidak pernah peduli dengan kami. Kenapa kau begitu peduli denganku sekarang? Aku tidak terbiasa dengan perhatian tiba-tiba ini. Tolong jangan lakukan ini lagi.” Jawab Huan Ying.


CEO Ye yang tengah bersama sekretaris Park bertanya, kenapa dia tidak bertanya tentang dia yang memutuskan anaknya yang belum dewasa untuk mewarisi perusahaan? Sekretaris park berkata itu semua adalah keputusan CEO Ye. Ceo Ye ingin segera menemukan menantu yang bisa menjaga putrinya, sekaligus tidak membiarkan perusahaannya jatuh pada Tian Shang, adiknya.

Sebelum pergi CEO Ye meminta sek. Park agar jangan memberitahu Huan Ying soal penyakitnya. Sek Park menawarkan untuk mengantar CEO Ye pulang karena dia baru operasi, tapi CEO Ye menolak. Ada seseorang yang terlihat mengotak-ngatik mobil CEO Ye hingga CEO Ye yang sudah mengendarainya tersadar kalau remnya blong. Kecelakaan pun tak bisa terhindarkan.


CEO Ye terbaring koma di rumah sakit. Begitu juga dengan wanita yang bersamanya. Huan Ying datang menjenguk ayahnya. Dia meletakkan sebuah buku juga liontin gambar dirinya sewaktu kecil di dekat tangan ayahnya.

“Percakapan terakhir kita tidak bisa jadi percakapan final kita. Alasan kenapa aku sangat keras padamu adalah untuk menghukummu karena membuat ibu dan aku kesepian. Masih ada banyak hal yang harus diselesaikan diantara kita. Jika kau pergi seperti ini, itu sama saja kau tidak bertanggungjawab.” Ucap Huan Ying dalam hatinya.


Dia menangis, dan untuk menutupi itu ia memakai kacamata lalu keluar dari ruangan ayahnya. Manager sudah menunggu diluar, lalu seorang anak kecil tiba-tiba memeluknya dan memanggilnya kakak. Ternyata itu adalah adik Huan Ying.


Huan Ying menemui Sek Park menanyakan kondisi ayahnya. Sek Park menjelaskan bahwa ayahnya coma dan kemudian menyodorkan surat wasiat CEO Ye. Entah apa isi surat itu, tapi Sek Park menjelaskan kalau CEO Ye punya anak diluar ikatan pernikahan. Anak laki-laki itu berusia tujuh tahun. Kecelakaan itu terjadi di jalan menuju rumahnya. Huan Ying tidak percaya, tapi begitulah nyatanya.

Sek Park melanjutkan, di dalam surat wasiat ada tiga nama yang disebut sebagai pengganti. Kalau Huan Ying tidak menikah, atau pernikahannya tidak berlangsung lama, minimal tiga tahun, semua warisan akan jatuh kepada adik tiri Huan Ying. Jika sesuatu terjadi pada adik tirinya, warisan dan yang menjalankan perusaan akan jatuh ke tangan paman Huan Ying.


Dari luar tempat itu, paman Huan Ying mendngar apa yang dikatakan Huan Ying melalui penyadap suara. Dia tertawa sinis, yakin Huan Ying tidak akan mungkin menikah dalam waktu yang singkat. Kalaupun begitu, dia adiknya bukanlah tandingan.


Huan Ying mengatakan pada adiknya agar jangan terlalu berharap padanya, karena mereka tidak mengenal. Adiknya berkata dia mengenal Huan Ying kok, dia selalu melihat Huan Ying di TV. Ibunya bilang bahwa wanita yang ada di TV itu adalah wanita yang tercantik di dunia. Sekaligus kakaknya.

“Karena itu aku ingin jadi sutradara terkenal, biar aku bisa mengcastingmu dalam sebuah film.” Kata anak itu.

Huan Ying jadi tersentuh mendengar penuturan adiknya itu yang mengatakan dia hanya punya dua teman di dunia ini. Ibu dan Ayahnya. Karena kalau dia keluar dia bisa menimbulkan masalah untuk mereka.


Akhirnya dia membawa adiknya yang bernama Huan Le itu bersamanya. Huan Le sudah tertidur pulas di mobil. Manager bertanya apa dia akan membawa Huan Le pulang. Huan Ying menjawab, anak anjing dari fansnya saja dia buang. Manager kesal, ini bukan anak anjing tapi adik Huan Ying.
“Mau itu anak anjing atau adik, jauhkan mereka dariku. Aku tidak bisa memiliki apapun yang bernafas di rumah. Ini sungguh menyebalkan. Tidak bisakah kau menjaganya untuk sekarang?” Ucap Huan Ying tidak peduli.

Dengan kesal manager mengiyakan. Lalu dia membaca sebuah berita yang mengatakan Xie Cheng akan mengadakan press con jam 11 malam ini. Huan Ying gelisah, tapi manager mengatakan mungkin saja Xie Cheng nanti bilang bukan Huan Ying yang ada di foto itu.


Jia Ren dan suaminya sedang menikmati makan malam romantis. Dia terlihat senang dengan tamu yang akan dia undang, Xie Cheng, karena secara tidak langsung scandalnya menguntungkan hotel miliknya, Kai Hotel. Suaminya bertanya-tanya tentang scandal itu, kebetulan sekali jam yang dipakai si wanita sama dengan milik istrinya. Dimana jam tangan itu hanya ada dua di negara ini. Orang-orang mungkin akan menggosipkan mereka. Tangan Jia Ren bergetar, dia berkata tidak akan memakai jam tangan itu lagi sampai gossip ini mereda.


Jia Ren ketakutan. Dia menelepon Xie Cheng karena suaminya sudah tahu soal jam tangan itu. Dia sudah melakukan banyak hal agar sampai pada posisi ini. Xie Cheng berkata dia akan menghandle ini. Dia tidak akan pernah membiarkan Jia Ren terluka. Tidak peduli apapun. Dia berjanji.


Xie Cheng teringat saat dia masih berpacaran dengan Jia Ren. Saat itu dia berjanji untuk melindungi Jia Ren seumur hidupnya. Saat itu juga Xie Cheng harus rela melepas Jia Ren yang katanya akan pergi ke America untuk kuliah.


Kedatangan seorang reporter membuat Xie Cheng tersadar dari lamunannya. Secara eksklusif Xie Cheng akan mengatakan siapa wanita yang ada di foto itu pada si reporter media yang sudah terpercaya. “Wanita yang ada di foto itu adalah actress Ye Huan Ying” katanya to the point. Sementara itu Huan Ying yang menunggu berita Xie Cheng dirilis terkejut begitu mengetahui namanya tertulis sebagai wanita yang ada di foto bersama Xie Cheng.

*****

6 comments: