[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 1 - 1


"Single is the best" adalah slogan Waenpetch, seorang wanita single yang penuh semangat sekaligus editor majalah Lovely Family, dan juga Laising, pria pemilik toko bunga. Mereka berdua tidak percaya pada "Pernikahan". Hingga suatu hari mereka bertemu dalam sebuah acara pernikahan dimana mereka tidak sengaja menangkap bouquet yang sama. Kemudian keduanya berteman karena punya pandangan yang sama tentang "cinta" dan "pernikahan". Tapi apa yang terjadi ketika mereka mulai memiliki perasaan terhadap satu sama lain? 

I picked this drama to be recapped, because it's comedy romantic. The genre that i like. Besides the cast is Push. HAHAHAHHA. So, here it is, the first episode.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


All images and credits by G-MM 25



Seorang MC diacara pesta pernikahan yang sederhana mengumumkan bahwa acara yang selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu-tunggu para wanita single. Apalagi kalau bukan pelemparan bouquet. Para gadis dan juga bridesmaid disana langsung berkerumun sambil berteriak-teriak heboh menanti mempelai wanita akan melemparkan bouquet nya dari atas balkon. Namun, ada satu wanita cantik yang tampak tidak antusias sama sekali, meskipun ia juga ikut berdiri di bagian paling belakang dengan malas-malasan.

MC mulai menghitung sampai tiga, dan si mempelai wanita langsung menghadap ke belakang dan melemparkan bouquet nya. Tanpa di duga bouquet itu terlempar jauh kearah wanita yang berada di bagian paling belakang. Dia malah seperti menghindari bouquet itu sampai kemudian seorang pria menangkap bouquet nya sekalian si tubuh wanita yang oleng saat itu juga.
Tak pelak, semua mata memandang ke arah mereka dengan tatapan tak percaya sekaligus terpesona melihat pemandangan yang cukup romatis itu. hahahahah

3 MINGGU SEBELUM HARI PERNIKAHAN


Laising (Push/Puttichai Kasetsin) tengah memimpin kursus di luar ruangan tentang bagaimana merangkai bunga. Para peserta kursus yang semuanya adalah perempuan kelihatan asyik sekali memandangi wajah tampan Laising. Laising lebih dulu mencontohkan merangkai bunga barulah giliran grup cewek-cewek itu. Masing-masing dari mereka berlomba-lomba mencari perhatian Laising dengan pura-pura bertanya, padahal niatnya tebar pesona. HAHAHAHA

Satu cewek awalnya bertanya namun lama-lama seperti menahan Laising agar terus di dekatnya. Laising agak risih, ia berdeham sebagai kode agar rekan kerjanya membantunya. Rekan kerja wanita Laising yang bernama Nuan langsung menghampiri mereka dan berdiri di tengah-tengah Laising dan cewek tadi. Dia berkata kalau cewek itu mau sering bertemu Laising, maka dia harus sering juga mengikuti kursus mereka. Dia juga memberikan brosur kursus untuk bulan depan dan menawarkan untuk menjadi customer karena Laising selalu ada di toko.


Cewek tadi cukup tertarik, tapi lebih kepada Laising bukan kursus itu. Dia bahkan meminta ID Line Laising karena katanya dia butuh banyak nasihat HAHAHAH. Nuan langsung menoleh sebal ke arah Laising, karena cewek tadi memanggilnya dengan ‘auntie’ wkwkwkwk. Laising dengan sopan meminta maaf. Dia tidak bisa memberikan ID Line nya karena pacarnya sangat cemburuan. Dan Nuan langsung menyandarkan tubuhnya di pundak Laising dengan gaya manja, seolah menegaskan ‘akulah pacarnya’ hahahahha. Cewek-cewek itu berubah cemberut seketika, apalagi saat tiba-tiba rekan kerja Laising yang cowok, Piak, melingkarkan tangannya di pinggang Laising. Memberikannya minuman bahkan mengelap keringatnya dan ditambah lagi Laising memanggilnya dengan ‘babe’. Semua cewek yang ada disitu langsung patah hati bercampur kesal. Niatnya yang ingin tebar pesona malah gagal karena mengira Laising adalah gay HAHAHAHHA.


Drama itu terus berlanjut sampai kursus selesai. Saat Laising buang sampah, Piak dengan lembut mengelus-ngelus punggung tangan Laising. Alhasil semua cewek yang akan pulang menatap mereka dengan jijik HAHAHAHHA.


Setelah tidak ada lagi peserta kursus yang tersisa, Nuan langsung menghampiri mereka dan menepuk tangan Piak sampai keduanya kaget. Dia meminta mereka berhenti melakukan hal yang memalukan untuk dilihat itu. Keduanya sontak tertawa terbahak-bahak.

“Ini tidak lucu. Aku serius,” Kata Nuan kesal. Dia merasa harga dirinya sebagai wanita terluka karena Laising lebih memilih pria brewokan jorok seperti Piak untuk dijadikan pacar daripada wanita cantik sepertinya HAHAHAH.

“Membawa Piak jadi pacarku itu lebih baik. Jadi, mereka bisa berhenti percaya kalau aku tidak suka perempuan lagi.” Jawab Laising.

“Tepat. Membiarkan aku jadi pacarnya Laising itu benar. Jadi, orang-orang mungkin tidak akan ragu kenapa tuan Sing yang good looking ini memilih pembantu untuk dijadikan pacarnya.” Sahut Piak membela Laising.


Nuan masih tidak habis pikir dengan Laising. Kalau memang Laising tidak ingin diganggu orang lain, kenapa tidak cari pacar saja yang bisa membantunya untuk berhenti membohongi customer dan juga ayahnya akan berhenti bertanya kapan Laising punya pacar seperti orang lain. Laising menggeleng. Dia tidak masalah menjadi single seperti ini. Dia tidak ingin punya pacar sekarang.

“Sing, memiliki seseorang disisimu itu baik kok.” Kata Nuan, yang tiba-tiba menyender pada Laising. “Karena ketika kamu lelah, ada seseorang yang selalu menyemangatimu. Jika kamu pergi kemanapun, kamu tidak harus sendirian. Dan jika kamu horny, ada seseorang yang bisa melakukannya denganmu.”

Piak dan Laising jadi geli sendiri melihat tingkah Nuan. Piak kemudian bertanya, apa Nuan pernah punya pacar? Pernah, jawab Nuan. “Untuk ribuan tahun yang lalu?” Tanya Piak lagi, HAHAHAHAH.

“Heh, aku bahkan belum sampai umur 100.” Jawab Nuan kesal.

“Tapi wajahmu iya.” Balas Piak. Wwkwkwkwkwk, teganya.

“Dan wajahmu akan sampai ke neraka sebelum aku.” Ancam Nuan dengan guntingnya. HAHAHAHH

Laising langsung menghentikan Nuan sebelum pertumpahan darah benar-benar terjadi. Laising berkata ini tidak mengganggunya sama sekali. Dia bisa mengaturnya sendiri. Selain itu, kan dia sudah punya Cookie. Dia lalu bertanya pada Nuan apa yang harus dilakukannya hari ini.


Nuan mengecek ponselnya. Siang nanti, Laising harus mengantarkan keranjang ke kantor Lovely dan jam 2 siang Laising pergi untuk mendapatkan briefing untuk pernikahan Tuan Saitaan. What? setan? hahahaha


Laising mengangguk mengerti. Dia akan segera mendekorasi keranjangnya. Tapi kenapa Ting masih belum datang, ya? Apa dia tidak ke sekolah? Atau dia belum bangun? Saat Laising menyuruh Nuan untuk mengecek Ting di rumah, saat itu juga Ting muncul dengan terburu-buru.

“Hey, Ting. Kenapa kamu telat?” Tanya Laising.

“Karena tadi malam aku tidurnya lama.” Jawab Ting.

“Ngapain emang? Membaca?”

“Bukan. Nonton series.” Jawabnya enteng.


Dia lalu meminta Piak mengantarnya ke kampus. Piak jelas kelihatan senang. Sedangkan Laising masuk ke dalam florist nya bersama Nuan. Piak bahkan sempat bercanda dengan Ting sebelum berangkat ke kampus dengan memakaikan helm terbalik ke kepalanya.


Di Lovely Family, Waenpetch (Ariigantha Mahapreukpong) baru saja sampai. Dia kebingungan mencari sepatunya diantara tumpukan barang di bagasi. Laising yang bersama Cookie, anjingnya, juga baru sampai disana dengan membawa keranjang bunga pesanan.

Teman pria Waen menghampiri Waen di tempat parkir. Dia bertanya apa Waen sudah menemukan sepatunya. Waen meminta temannya itu ikut membantu, tapi langsung ditolak bulat-bulat. Emangnya siapa yang berani? Kelihatannya aja udah kayak mau digigit ular disitu, saking berantakannya HAHAHAHAH.

“Hei, Waen kenapa sih kamu tidak merapikan barang-barangmu yang ada di mobil? Jika seorang pria melihatnya, bisa dipastikan dia akan lari.”

“Baguslah. Jadi aku akan meninggalkan mereka dengan cara ini.” jawab Waen cuek.

Laising sudah akan masuk ke dalam kantor Lovely dengan meninggalkan Cookie diluar, karena hewan peliharaan tidak di izinkan masuk. Waen dengan susah payah berhasil menemukan sepatunya. Temannya memperingatkan, kalau Waen tidak boleh membuat meja kerjanya berantakan seperti mobil ini. Karena semua orang disini memperhatikan segalanya. Hanya dengan pergerakan sedikit saja, mereka akan mengurusi urusan Waen. Tanpa mereka sadari Cookie sudah ada disana dan mengencingi ban mobil Waen. Begitu Waen membuka pintu mobilnya untuk mengambil tas, dia langsung menjerit jijik. Temannya heran, ada apa? Ular? HAHAHAH. Waen mengumpat kesal, hari pertama saja sudah sesial ini. Mereka lalu masuk, dan tak lama Laising keluar dari Lovely.


Baru saja lepas dari kesialan, Waen sudah ditimpa kesialan lagi. Dia tak sengaja menabrak mainan seorang anak kecil yang main di depan pintu HAHAHAH. Anak kecil itu marah dan kemudian mencoba mengigit Waen. Waen tentu saja kesal, dia mendorong kepala anak kecil itu untuk melepaskan gigitannya, sampai anak kecil itu berteriak memanggil ibunya. Dia mengadu dengan memutar balikkan fakta, membuat Waen harus meminta maaf pada anak kecil yang bernama Gong Yoo itu, hahahah. Dengan terpaksa Waen meminta maaf pada Gong Yoo kecil, dan dia meminta Gong Yoo kecil untuk meminta maaf juga padanya. Namun, dia malah diejek Gong Yoo kecil yang menjulurkan lidahnya.


Waen tidak habis pikir melihat ada anak yang seperti itu. “Dia sangat kasar. Bagaimana kau mengajarinya? Seharusnya dia tidak diberi nama seperti ‘Gong Yoo’. Mungkin ‘Gong Teck’ akan lebih cocok.” Kata Waen pada Tomtong, ibu Gong Yoo. HAHAHAA (Gong Teck adalah acara yang berhubungan dengan leluhur-leluhur gitu).

Saking kesalnya, Tomtong bahkan tidak bisa mengeluarkan kata-kata untuk membalas Waen. Lebih tepatnya, karena semua yang dikatakan Waen itu benar (anaknya nakal).


Kemudian seorang wanita cantik datang menghampiri mereka (sepertinya atasan), karena Gong Yoo mengadu kalau robotnya dirusak. Tomtong langsung menunjuk Waen. Wanita itu tersenyum, lalu saling mengenalkan mereka berdua (Tomtong dan Waen). Posisi mereka sama yaitu, asisten editor.
Tomtong merasa tidak terkejut. Pantas saja Waen kejam pada anak-anak. Belum menikah rupanya?

“Memang benar kalau aku belum menikah. Tapi, aku tidak menjadi beban bagi siapapun juga di masyarakat.” Kata Waen sedikit tersinggung.

“Maksudmu anakku beban masyarakat?”

“Yang ku maksud ibunya.” Balas Waen tanpa takut sedikitpun.

Atasan mereka langsung menghentikan pertengkaran mereka dan menyuruh Tom pergi melihat Gong Yoo. Sebelum pergi dia bahkan sempat mengumpat Waen dalam bahasa Korea. Hahahahah

Dengan ramah, atasannya berkata kalau anak-anak selalu seperti ini. Waen juga akan terbiasa nanti. Waen juga harus mencoba untuk mengerti tingkah anak-anak. Dia ada dibagian penulisan masalah keluarga, kan? Dia lalu mengajak Waen mengikutinya. Tak peduli dengan peringatan temannya agar hati-hati terhadap mainan Gong Yoo, Waen malah menendang dan menginjak mainannya sebagai pelampaisan HAHAHAH.


Atasannya menunjukkan meja kerja Waen. Tugas Waen hari ini adalah mengecek e-mail dari para pembaca. Agar mereka tahu apa yang pembaca suka dan tidak suka. Setelah menjelasan tugas Waen, dia berlalu pergi kemudian balik lagi untuk menanyakan sesuatu.

“Waen bolehkah aku bertanya sesuatu. Tapi jangan pangil aku nosy, ya?” Waen menganggukkan kepalanya.

“Apa kamu punya pacar?” Tanya atasannya itu.

Waen mengaku dia tidak punya pacar. Atasannya langsung bertanya kenapa? Dan mulai menceramahi Waen yang sudah hampir berumur 30 tahun itu. Inilah alasan dia memindahkan Waen dari bagian travel menjadi bagian keluarga. Cepat atau lambat Waen pasti akan menikah dan punya anak. Makanya dia memindahkan Waen di bagian ini agar Waen bisa mengumpulkan banyak pengalaman. Waen tercengang, ia menoleh ke belakang, ke meja teman cowoknya, sebelum akhirnya mengatakan ‘paham’ pada atasannya itu. Wkwkwkwkw


Tomtong yang mendengar obrolan mereka tadi, langsung memperingati Gong Yoo agar bermain dengan hati-hati mulai dari sekarang. Karena ada seorang wanita tua yang datang disini dengan sifat temperamental. Gong Yoo dengan polosnya bertanya siapa wanita tua itu. Tomtong menjawab dengan mengarahkan dagunya pada Waen. Gong Yoo bangkit dari duduknya dan mengejek Waen dengan sebutan ‘wanita tua’. Waen kesal, dia pun berdiri akan menghampiri ibu dan anak itu, tapi keburu ditahan sama temannya. HAHAHAHHA

*****

Untuk episode awal-awal aku jadiin 3 part karena masih permulaan cerita yang banyak mengenalkan tokoh pemainnya. Nama-namanya juga belum tahu, mungkin di beberapa episode ke depan udah ada namanya. Aku juga bingung nulisnya kalau gak ada nama pemain, apalagi kalian yang baca, hehehe. Tunggu terus ya Waen Dok Mai di Drama Piece. Kalau mau langsung lihat recap-an baru yang aku buat, langsung aja cari "Drama Piece" di pencarian google biar gak ribet. 

No comments:

Post a Comment