[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 1 - 3


Sathu kemudian pulang, meskipun sebenarnya dia masih ingin pergi ditemani Waen. Begitu sampai di rumah, Dao sudah menunggunya. Dia menyuruh Sathu untuk makan. Tadi Fah yang memasak dan meninggalkan makanan untuknya. Sathu menolak, dia sudah kenyang. Dao langsung menyindir Sathu yang pasti sudah makan diluar. Makanan di luar pasti lebih enak daripada masakan rumah. Tanpa diduga Dao mengambil makanan lalu membuang semuanya ke lantai. Karena kesal, Dao menyuruh Sathu makan makanan yang ada di lantai itu. Mereka pun berakhir dengan adu mulut dan pertengkaran, yang tanpa mereka sadari Laising melihat pertengkaran mereka dari kamarnya melalui pintu yang terbuka. Apa karena itu Laising jadi tidak mau menikah? Melihat bahwa pernikahan bukanlah sesuatu yang membahagiakan seperti yang kebanyakan orang pikir?

Tidak beda dengan Dao, Fah juga curiga dengan Kaobin yang terlihat aneh. Dia bahkan mengendus baju yang suaminya kenakan. Wanti-wanti jika ada parfum wanita yang menempel disana. Fah menuntut jawaban atas liburan ke Jepang yang Kaobin katakan saat makan malam tadi. Kapan dia pernah mengatakannya? Apa Kaobin ingat itu dari perkataan orang lain (cewek lain)? Tak ingin menjawab, Kaobin langsung masuk ke kamar mandi. 

3 JAM SEBELUM WEDDING DAY


Para tamu sudah terlihat ramai di tempat diadakannya pesta pernikahan Saitaan. Sekarang Saitaan sibuk melakukan sesi foto bersama para bridesmaid dan groomsmaid. Ketika giliran foto keluarga bersaam keluarganya Laising, Ayah ingat kalau Laising dan Kaew tidak ada disini. Ting kemudian permisi mencari uncle dan autie nya itu. Dan sang fotografer yang tak lain adalah Tha, teman Laising, tampak terpesona melihat Ting.


Kebetulan melihat ada Piak disana, Ting langsung menanyakan keberadaan Kaew dan Laising. Piak bahkan memuji Ting yang terlihat cantik hari ini. Ting menjawab dia cantik bukan hanya hari ini, tapi dia cantik setiap hari HAHAHAH. Setelah mengatakan itu Ting langsung bergegas mencari Kaew dan Laising. Apa Piak naksir Ting ya? Kelihatannya sih gitu heheheheh.


Laising masih asyik mengatur bunga-bunga di dalam ruangan pesta. Dungjai dan Waen kemudian masuk. Dungjai langsung tersenyum gembira melihat ada Laising disana. Dia begitu tergila-gila dengan Laising. Mendengar Dungjai menyebut Laising punya toko bunga, dan Laising yang sekarang tengah mendekor bunga-bunga itu, Waen berpikir apa Laising itu ‘lurus’? Dia rasa tidak wkwkwkwk. Dungjai tak terima, ia meminta Waen jangan menghambat jalannya. Pria tulen seperti Sing juga bisa punya toko bunga kok.Tak lama, Dungjai ditarik pergi oleh Fon, atasan mereka, untuk mengecek script MC. Ya, Dungjai bertugas jadi MC disana. Sementara Waen jadi bridesmaid.


Kaew menghampiri tempat Laising bersama pacarnya, Jay. Tepat saat itu Ting datang untuk menjemput mereka berfoto. Dengan ramah Laising mengajak Jay untuk ikut berfoto juga. Tapi Kaew malah menyuruh Jay untuk menjaga lalat-alat musik yang ada disini. Nada suaranya terdengar ketus sekali, dan hal itu tidak luput dari perhatian Laising.


Setelah sesi foto selesai, Ayah kembali menegur Laising. Lihatlah saudara-saudara Laising semuanya sudah memiliki keluarga. Bagaimana dengan Laising? Mau single terus? Sampai kapan? Mungkin akan lama. Apa Laising tidak malu. Kalau Ayah jadi Laising, pasti dia akan malu. HAHAHHA
Laising hanya cengar-cengir mendengar teguran ayahnya. Tak ingin teguran itu semakin panjang, dia lantas permisi dengan alasan akan mengecek dekorasi yang di dalam. Wkwkwkkw, Ayah Laising ngomongnya santai sih, gak ada raut marah atau apa, tapi ternyata tajam banget.


Si kecil, Tungtay, anak laki-laki Kaobin kebelet pee yang kemudian diantarkan oleh ayahnya. Saat Kaobin mengantarkan Tungtay, ada seorang wanita yang tersenyum kearahnya. Ya, dengan sedikit genit. Kemudian sesi foto dilanjutkan dengan saudara Taan, yaitu kedua kakaknya, Fah dan Fon.


Dungjai, selaku MC, mulai menjalakan tugasnya dengan memanggil kedua mempelai untuk masuk ke tempat acara yang dilakukan outdoor sekalian indoor itu. Di halaman yang sudah dihias sedemikian rupa, kedua mempelai berjalan dengan diiringi taburan bunga mawar putih dari bridesmaid dan groomsmaid yang sudah berjejer rapi sepanjang jalan. Termasuk Waen. Namun dia tampak biasa-biasa saja, tidak seperti seluruh tamu yang merasa bahagia melihat pengantin itu berjalan sambil bergandengan tangan. Dia sempat merinding, namun dia mengartikannya dengan sesuatu yang lain. Takut, dia langsung pergi begitu saja dengan meletakkan piring bunga pada teman bridesmaid di sebelahnya HAHAHAHHA. Kebangetan banget si Waen. Sebenarnya dia merinding karena melihat adegan romantis tadi, tapi dia malah mengartikannya dengan ada hantu hahahhah.


Waen memilih berfoto di spot foto yang di sediakan. Namun, dia kesusahan jika harus selfie. Apalagi tidak ada yang bisa dia mintai tolong saat itu. Melihat ada pohon di dekat sana, Waen beralih ke pohon itu dan mencoba mengambil gambar dengan angle yang pas. Perlahan ia mundur dan mundur sampai tak sadar gaunnya terinjak oleh kakinya sendiri. Hampir saja dia dan pohon itu akan jatuh kalau Laising tidak datang dan menahan tubuh Waen serta pohonnya. HAHAHAHA


Laising lalu menawarkan diri untuk memfoto Waen dan Waen langsung setuju. Tiga foto cantik sudah Waen dapatkan, dan setelah Waen pergi Laising langsung mengecek pohon tadi dan mengelus-ngelus pohon itu. HAHAHAH karena sebenarnya saat Laising menangkap Waen tadi dia lebih khawatir pada pohon yang sudah dia hias susah payah itu. Waen yang masih belum jauh, keheranan melihat Laising yang bicara pada pohon wkwkwk.


Sekarang saatnya Dungjai mengumumkan acara pelemparan bouquet. Ya, scene pertama di episode satu. Dungjai menginstruksikan para wanita single agar berkumpul. Teriakan-teriakan heboh terdengar disana, membuat suasana jadi meriah. Tak terkecuali Nuan. Dia meminta izin pada Laising, apa dia boleh ikutan? Laising berkata tentu saja. Tapi Piak langsung menyahut, “Huh kau lagi, Nuan? Kau sudah banyak mendapat bouquet yang bahkan bisa memenuhi lantai mu.” Laising dan Ting langsung tertawa. Sedangkan Nuan, moodnya hancur seketika mendengar sindiran Piak HAHAHAHH. Tapi, bukan Nuan namanya kalau dia marah akan sindiran itu. Dengan bahagia dan lupa umur, dia langsung mengajak Ting ikut bergabung. Siapa tahu beruntung dan dapat bouquet lagi? Bwhahahahha


Dungjai mengabsen para wanita single itu. Semuanya sudah lengkap, kecuali satu orang. Waen. Dungjai berteriak memanggil Waen yang hampir saja menggigit cupcakenya. Dia menyuruh Waen ikut bergabung. Waen berkata dia tidak mau, dan lanjut mengunyah cupcakenya. Tapi Dungjai mengancam, kalau Waen tidak mau, maka mempelai wanita, Taan, tidak akan melempar bouquet nya. Waen masih kekeh tidak mau. Hingga keluarlah jurus Dungjai.

“Boys! Lihatlah wanita yang bergaun biru itu. Namanya Waenpetch dan dia masih single. Dia bekerja sebagai editor di Lovely Family. ID Line nya Diamond Ring.”

HAHAHAAH, Dungjai akhirnya berhasil. Karena Waen langsung setuju dan ikut bergabung dengan para wanita lain sebelum Dungjai membeberkan semua hal tentangnya kepada seluruh tamu. Itulah alasan kenapa dia tidak semangat sama sekali. Bahkan berdiri paling belakang sambil makan cupcake HAHAHAHH.


Dungjai menghitung sampai tiga dua kali, karena hitungan yang pertama adalah pemanasan dengan Taan yang pura-pura akan melempar bouquet. Di hitungan yang kedua, barulah Taan melempar bouquetnya. Semua mata tertuju pada bouquet yang sudah melayang jauh, hingga tanpa Waen duga bouquet itu melayang kearahnya. Waen ingin menghindar tapi Laising malah menangkap badannya yang oleng sekaligus bouquet itu. Laising jatuh terduduk dengan Waen yang ada di pangkuannya.

Tak pelak, adegan itu menjadi santapan semua orang. Sebuah adegan yang cukup romantis yang bisa mengalahkan keromantisan kedua mempelai. Dungjai saja bahkan sampai menganga tak percaya HAHAHAHAH. Waen masih belum sadar apa yang terjadi. Ia lalu mengalihkan pandangannya keatas dan mendapati Laising yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum simpul.

*****
Buat kalian yang bingung tentang keluarganya Laising, ni aku jelasin ya. Ayah Laising itu punya empat anak, Kobain, Dao, Laising, dan Kaew. Kobain adalah suami Fah, kakaknya Taan dan Fon. Kobain dan Fah punya tiga anak, Ting, Tungtay, dan Toiting. Dao suaminya Sathu. Anak mereka namanya Tuktik. Dan yang terakhir itu Kaew, adik Laising, yang pacarnya Jay. Udah gak pada bingung lagi, kan? hehehehe

Hmmm, aku mau nanya ni, kalian suka gak sih ceritanya? Atau tulisan aku gak enak dibaca atau apa? Kalau misalkan kalian gak suka, aku gak lanjut lagi nge-recap ini karena episode nya agak panjang menurutku, 26 episode. Tapi kalau bisa tetap aku usahain kok. Takutnya di tengah jalan aku jadi jarang update, terus kalian nunggunya lama. Kalau kalian suka atau gak suka, silahkan comment yah, biar tau akunya heheheh. OK?

8 comments:

  1. aku baru-baru ini suka lakorn. aga susah yaa nyari recap jaman sekarang hehe, makasih banget yaa udh nulis recap. tetap semangat, aku suka tulisannya :D

    ReplyDelete
  2. Suka ..
    Tetap lanjut aja ...
    Susah cari yang mau buat sinopsis thailand ..
    Pasti korea semua ..
    Fighting

    ReplyDelete
  3. Suka ..
    Tetap lanjut aja ...
    Susah cari yang mau buat sinopsis thailand ..
    Pasti korea semua ..
    Fighting

    ReplyDelete
  4. Sukaa... Tetep lanjut yaa... 😊

    ReplyDelete