[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 3 - 1


Waen langsung memeluk erat Laising begitu sadar kancing bajunya hilang semua. Dengan menahan kesal, dia berkata pada Laising kalau kancing bajunya lepas karena digigit anjingnya itu. Laising terkejut, dia lalu mengeratkan pelukannya dan menggendong Waen menuju kamarnya


Ting, Piak, dan Nuan mengikuti mereka sampai ke depan kamar Sing. Ting yang tadi membukakan pintu bertanya khawatir apa kaki Waen beneran terluka. Nuan berpikir, kalau kakinya benar terluka harusnya mereka mengobatinya disini. Kenapa malah di kamar? Berdua? Piak dan Nuan jadi curiga mereka akan melakukan ‘sesuatu’. Dan ketiganya berakhir dengan menempelkan telinga di pintu, agar bisa mendengar apa yang mereka lakukan HAHAHHAHA.


Laising ingin memeriksa baju Waen yang tadi katanya rusak. Waen langsung memukulnya karena itu sama saja Sing akan melihat dadanya. Dan, mendengar kata ‘dada’ tiga orang yang diluar spontan ber ‘Oooo’ ria. Mereka pikir Sing dan Waen ngapa-ngapain di dalam padahal nyatanya mereka bertengkar HAHAHHA.

Akhirnya, Sing meminjamkan kemejanya untuk Waen. Dan setelah itu dia keluar karena Waen ingin ganti baju. Begitu dibukanya pintu, tiga orang tadi langsung gelagapan. Mereka berpencar cari posisi masing-masing sambil pura-pura melakukan sesuatu HAHAHAHAH. Nuan bahkan pura-pura mencari uban.


Sing yang bingung melihat mereka lantas bertanya apa yang mereka lakukan disini? Nuan yang lebih penasaran apa yang dilakukan Sing di dalam, langsung bertanya balik. Apa yang Sing lakukan? Apa yang terjadi didalam? Kenapa Sing harus mengganti banjunya (Waen)? Piak juga menyahut, sekarang dia tak perlu lagi jadi pacar pura-pura Sing, kan? Ting juga ikutan menggoda Sing, katanya ingin single? HAHHAHA

Sing menjelaskan pada mereka semua bahwa tidak ada apapun yang terjadi di dalam. Bajunya cuma rusak karena ulah Cookie tadi. Kalau sampai dia bertemu Cookie dia akan menghukumnya. Dengan gaya centil Nuan berkata menggoda Sing. Sing tidak perlu menghukum Cookie, karena Cookie sangat pintar membuat adegan untuk bossnya. HAHAHHAHA


Nuan langsung berhenti ngomong setelah Sing mengancam akan menghukum Nuan sebagai gantinya. Dan tak lama Waen keluar dengan menggunakan kemeja kebesaran Sing. Dia tidak langsung pergi karena ternyata sikunya berdarah. Disaat Sing dan Waen duduk berdua itulah, Ting dan Nuan memanfaatkan kesempatan dengan memutarkan lagu romantis untuk mereka. Bahkan keduanya berdansa tak jauh dari tempat duduk Waen-Sing.

Sing kemudian bertanya apa yang ingin Waen bicarakan tadi. Waen mulai menjelaskan, tapi musik yang diputar Nuan benar-benar merusak konsentrasinya. Dia menyuruh menurunkan volumenya sedikit dan akhirnya lanjut menjelaskan tujuannya datang yaitu untuk meminta Sing menjadi tutor anak-anak untuk merangkai bunga. Sing pun setuju. Setelah itu Waen langsung beranjak pergi, namun Sing menahannya sebentar. Dia bertanya siapa nama Waen. Waen memberitahu nama lengkapnya. Sing bisa memanggilnya Waen. Waen pun pergi. Tapi, Sing bisa merasakan kalau Waen sangat kesal terlebih dengan kelakuan Nuan dan Ting yang memutar lagu romantis tadi.


Waen bertemu dengan Sathu di mall. Sathu bertanya heran saat melihat baju kebesaran yang dipakai Waen, apa lagi trend sekarang? Waen berkata tidak, ada hal kecil yang terjadi. Dia pun menggulung lengan kemejanya. Tidak tahu ingin makan apa, mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah Dung yang lagi hangover (pusing dan mual karena mabuk) itu.


Keluaraga Sing sudah berkumpul untuk makan siang bersama di rumah. Fah bertanya apa yang Cookie lakukan akhir-akhir ini. Sing menjawab tidak banyak, hanya saja Cookie ingin bermain dengannya (Waen). Ting langsung membenarkan, dan menceritakan apa yang terjadi tadi pada kakeknya. Ayah Sing kelihatan senang sekali, mereka pun asyik tertawa, puas menggoda Sing. Sing lalu menoleh kearah Dao yang hanya diam saja. Apa Dao tidak merasa lucu? Dao berkata dia mendengarkan kok. Tapi sedetik kemudian, air matanya menetes.

Ayah bertanya serius. Apa dia bertengkar dengan Thu? Apa yang sebenarnya terjadi? Tak sanggup menjawab Dao memilih pergi meninggalkan meja makan. Ayah berteriak memanggil Dao. Sing meminta ayah untuk tenang, dia yang akan bicara dengan Dao.


Di supermarket Mall, Thu menceritakan semua uneg-unegnya tentang Dao pada Waen. Mulai dari kejadian di pesta, sampai Dao yang membuang makanan di lantai. Dia berpikir kalau mereka terus bertengkar seperti ini, mereka tidak akan bisa bersama lebih lama lagi. Sementara itu Dao tengah menangis, memikirkan nasib rumah tangganya. Sing kemudian datang, meminta Dao menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dao akhirnya bercerita. Dia merasa Thu berubah. Dulu, Thu selalu menelponnya apapun yang terjadi. Dari pagi sampai malam. Menanyakan dia dimana, sedang apa, dan bersama siapa. Tapi, sekarang dia bahkan tidak pernah menelepon sekalipun. Disaat dia menelepon Thu, Thu tidak mengangkatnya. Kalau Thu mecmang sedang bekerja bilang saja padanya. Dia akan mengerti. Ketika Tuktik lagi sakit, dia juga menelepon Thu, tapi Thu tetap tidak mengangkat, sampai dia membawa Tuktik ke rumah sakit sendirian.

Sing mendengarkan dengan serius. Dia kemudian bertanya, apa Dao menceritakan pada Thu kalau Tuktik sakit? Dao menjawab tidak. Sing merasa ini juga salah Dao. Harusnya Dao mengatakannya. Bukannya dia ingin memihak Thu tapi jika salah satu menjadi api, maka satu pihak lagi harus menjadi air. Mereka berdua harus bicara, buang emosi jauh-jauh. Dao diam, mencoba memahami apa yang Sing bilang. Mungkin benar, kalau ini juga salahnya.


Waen menelepon Dung, memberitahu kalau dia dan Thu akan kerumahnya. Dung yang tadinya tidur akibat hangover bilang lebih baik besok saja, karena dia ingin istirahat sekarang. Waen pun mengiyakan. Mereka lalu pergi untuk makan siang, tapi seorang anak kecil menabrak Waen. Gong Yoo.

Tomtong menghampiri Gong Yoo. Dia terkejut begitu melihat Waen sedang bersama seorang pria. Tomtong lalu memperkenalkan dirinya pada Sathu. Sathu juga mengenalkan dirinya sebagai seniornya Waen. Tomtong tidak percaya, belanja bersama seperti ini mungkin bukan hanya sekedar senior, kan? Waen menoleh kearah Tomtong dengan kesal, lalu menyindirnya, “Mengerti hal ini saja susah, bagaimana anaknya?” Sathu bahkan tertawa mendengar sindiran Waen. Setelah Waen pergi, Tomtong mengecek Gong Yoo. Dia tidak low IQ, kan? HAHAHAHH
Tomtong kemudian mengeluarkan ponselnya, dan memfoto Waen yang tengah belanja bersama Sathu itu.

Sathu pulang malam saat Dao tertidur. Mendengar Sathu masuk, Dao tersadar dan menoleh melihat Sathu. Tak ada yang mereka bicarakan sampai keduanya tertidur dengan saling menghadap ke belakang.


Waen sudah akan tidur dengan terlebih dulu melepaskan plaster di sikunya. Dia lalu memfosting foto luka di sikunya ke Instagram, dengan caption “The warrior is wounded. The true love is tear”. Tak lama Dung datang mengajak Waen pergi makan. Waen mengiyakan. Lalu neneknya menelepon, menanyakan maksud dari caption itu? Siapa yang menggoda Waen? Beritahu dia orangnya? Disaat neneknya itu ngomel-ngomel, dia mendengar suara laki-laki yang tak lain adalah Dung yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Neneknya curiga, apa itu pacar Waen? Waen menjelaskan kalau itu adalah teman gay nya. Setelah dijelaskan bolak-balik barulah nenek mengerti. Nenek Waen ini masih cukup muda, dan gaul lagi. Setelah mematikan telepon, neneknya lanjut ngecek Instagram HAHAHHA.

No comments:

Post a Comment