[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 4 - 1


Sing memegangi Dao yang terus memukuli Sathu dengan clutchnya. Sathu mencoba menjelaskan kalau diantara mereka tidak ada apa-apa. Lagipula mereka tidak hanya berdua disini, tapi juga bersama Dung. Tak lama, Dung pun muncul. Ia terkejut melihat Sing dan Dao ada di apartemen Waen. Dia bertanya pada Sathu apa yang terjadi. Sathu mengatakan kalau Dao mencurigai dirinya berselingkuh dengan Waen.

Dung berkata pada Dao kalau itu kesalahpahaman. Dao salah besar mengira mereka berselingkuh. Waen menjelaskan kalau dia dan Sathu sudah dekat sejak kuliah. Dao masih saja tidak percaya dan terus mengomel sambil teriak-teriak pada Sathu. Hampir saja mereka berkelahi kalau tidak segera ditengahi Waen untuk bicara baik-baik di dalam.


Kaew dan Jay sedang sedang tampil dengan alat music mereka di sebuah restoran. Orang-orang terkesima melihat permainan mereka. Setelah itu keduanya pergi bersama untuk makan siang.


Di apartemen Waen, Sing bertanya pada Sathu kenapa dia bohong tentang meeting. Sathu berkata jujur kalau sebenarnya dia hanya tidak ingin pulang ke rumah. Mendengar itu, emosi Dao jadi naik lagi dan menuduh Sathu macam-macam dengan Waen. Sing menengahi dan menyuruh Dao diam, lalu dia bertanya pada Sathu kenapa mereka sering bertengkar. Apa yang terjadi?

Sathu berkata dia sudah bosan dengan ini semua. Saat mereka bertemu mereka hanya bicara sebentar lalu bertengkar. Semua yang dia lakukan selalu salah dimata Dao. Dia tidak bisa mengangkat telepon Dao setiap saat. Jam kerjanya juga tidak pasti jadi dia tidak bisa memberitahu dia pulang jam berapa. Kalau yang Dao butuhkan adalah ketepatan waktu, jadikan saja jam sebagai suami Dao.

“Baiklah, kalau aku telah membuatmu begitu buruk. Ayo kita berpisah.” Uca Dao berkaca-kaca.

“Kau yang mengatakannya. Baiklah, kita berpisah!” Balas Thu berteriak.

Waen mengatakan kalau anak mereka baru berusia 5 bulan. Pikirkanlah sebelum melakukan apapun. Namun, Thu menjawab bahwa dia sudah memikirkannya baik-baik. Dia tidak ingin anaknya dibesarkan oleh kedua orangtua yang tidak saling mencintai melainkan berpura-pura mencintai. Masalah mereka pun jadi tambah runyam karena tidak ada yang mau mengalah sedikitpun.


Di Mall, Kaew dan Jay mencari-cari tempat untuk makan. Jay perlahan mendekatkan tangannya untuk menggenggam tangan Kaew, tapi Kaew langsung menarik cepat tangannya. Kaew bertanya Jay mau makan dimana. Jay menjawab terserah Kaew, dia akan ikut saja. Kaew kesal dengan sikap Jay yang selau seperti ini. Dia ingin Jay yang memimpin bukan dia. Jay benar-benar pria yang paling membosankan yang pernah dia kenal. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, Kaew malah menelepon Tha di depan Jay. Mereka mengobrol layaknya sepasang kekasih. Setelah panggilan terputus Kaew langsung pergi meninggalkan Jay untuk menemui Tha, tanpa peduli Jay yang memanggilnya.


Sing dan Dao sampai di rumah mereka. Dao yang masih menangis memilih untuk tidak masuk, dia tidak ingin anaknya melihat dia menangis. Sing mengangguk mengerti, dia lalu memeluk Dao untuk menenangkannya. Sementara itu, masih di rumah Waen, Sathu tampak stress memikirkan masalah ini. Namun, dia juga tidak ingin minta maaf pada Dao. Karena menurutnya Dao lah yang salah. Dung mengatakan Dao bers ikap begitu karena dia khawatir pada Sathu.

“Kurasa tidak. Dia hanya tidak mempercayaiku. Aku sungguh frustasi sekarang. Aku bosan.” Ujar Sathu.


Dao sudah lebih tenang. Mereka pun masuk ke dalam. Belum sampai di depan pintu, ayah keluar karena khawatir melihat anak-anaknya yang tidak ada satupun di rumah. Ayah lantas bertanya dari mana saja mereka. Sing berbohong mengatakan dia baru saja mendambil upah dari Taan lalu mengajak Dao makan diluar. Ayah curiga, apa Dao bertengkar dengan Sathu? Dao menjawab tidak. Sathu lagi sibuk dengan pekerjaannya, makanya mereka hanya berdua. Ayah lalu menasihati Dao sebelum Doa akhirnya masuk.

Tinggalah Sing dengan Ayah. Saat Sing ingin pergi, ayah langsung menahannya. Dia mengomeli Sing yang seharusnya tidak mengajak Dao pergi keluar sampai selarut ini. Dao sudah menikah dan punya anak. Kalau Sing kesepian, cari pacar! Pergi dengannya, bukan dengan adik sendiri (Dao adik Sing bukan kakaknya). Sing pun hanya cengengesan, meminta maaf pada ayahnya lalu pergi.


Kaew dan Tha ada di sebuah bar. Tha bertanya tentang Jay, pacar Kaew. Kaew membantah, Jay bukan pacarnya. Tha merasa aneh, Sing bilang Jay itu pacar Kaew? Kaew menjawab dengan kesal, terserah Tha mau percaya padanya atau kakaknya. Tha pun memilih percaya pada Kaew. Mereka lalu sibuk mengobrol tentang status hubungan mereka.


Ting lagi belajar di kamarnya. Lalu sebuah panggilan video dari temannya masuk, menanyakan soal jadwal tenggat internship mereka. Temannya yang bernama Aum itu bertanya Ting akan magang dimana, apa di studio yang Ting bilang itu? Ting mengiyakannya. Mereka lanjut mengobrol santai dan sebelum memutuskan panggilan, Ting mengingatkan Aum untuk belajar sedkit.


Di bar, Kaew dan Thu masih saling menggoda. Pesan Line dari Ting masuk di ponsel Tha. Ting bertanya apakah Tha butuh dokumen untuk dia magang nanti. Tha berkata Ting tidak perlu melakukan itu. Bawa saja diri Ting, tapi jangan lupa pakai baju terlebih dahulu, kalau tidak bisa bahaya. Ting tertawa membaca pesan itu. Begitu juga dengan Tha, sampai Kaew yang ada di sebelahnya menoleh dan bertanya Tha chat dengan siapa. Tha menjawab akan ada anak magang di studionya. Cowok atau cewek? Tanya Kaew lagi. Cowok, tentu saja, Jawab Tha berbohong. Setelah itu Tha mengatakan pada Kaew ‘baiklah’ dan memanggil Kaew dengan ‘baby’. Mereka berpacaran.


Sathu sudah pulang. Dari kamarnya Sing memperhatikan Sathu. Ting yang tadinya sudah tertidur, tersadar karena bunyi pesan yang ternyata dari Tha. Cukup lama mereka balas-balasan pesan. Kata-kata manis dari Tha membuat Ting senyum-senyum sendiri melupakan kantuknya.


Keesokan paginya, meja makan terlihat sepi. Hanya ada Sing, Kaew, dan Fah-Kaobin. Fah lalu izin sebentar untuk mengantarkan sup ke kemar Dao. Dao sedang tidak enak badan. Fah meletakkan sup itu lalu menghampiri Dao. Dia bertanya apa Dao dan Thu bertengkar? Kalau Dao ada masalah Dao bisa cerita padanya.


Ting menghampiri keluarganya di meja makan. Dia izin untuk pergi kuliah. Kakek melarangnya pergi sebelum sarapan, dan menyuruh Kaew mengantar Ting nanti. Kaew tidak mau, jalan ke kampus Ting sangat macet. Lagipula dia sudah punya janji. Ting mengatakan tidak apa-apa, dia akan pergi diantar Piak.

Mendengar nama Piak, ayah jadi khawatir. Berarti Ting diantar dengan motor? Sing membenarkan. Piak sudah sering mengantar Ting. Dia juga pengemudi yang baik, jadi tidak apa-apa. Namun, bukan itu yang ayah khawatirkan. Ting itu perempuan dan Piak laki-laki. Dia khawatir pada Ting. Ayah lantas memarahi Sing yang tidak becus menjaga keponakannya itu. Kaew menyahut meminta ayahnya membiarkan Ting lagian Ting sudah besar kok.


Dao akhirnya cerita ke Fah kalau dia akan berpisah dengan Thu. Fah kaget, dia pun menasihati Dao agar bicara baik-baik dengan Thu setelah Thu pulang. Perjalanan Dao baru dimulai, jadi dia harus saling beradaptasi. Ini hanyalah kesalahpahaman. Bukan masalah besar, seperti Thu selingkuh. Jika begitu ini akan semakin buruk. Fah mengatakan hal itu seolah untuk menasihati dirinya sendiri, mengingat Kaobin yang telah menyelingkuhinya. Dao pun mengangguk mengiyakan.

*****

2 comments:

  1. Lanjutin ya kak sinopsisnya keren kok ..
    Semangat 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks siti. Diusahain tetap lanjut kok, yah meskipun agak lama hehehhe

      Delete