[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 4 - 2


Sing lagi sibuk dengan bunga-bunganya di florist. Untunglah Nuan mengingatkan kalau Sing harus menyiapkan bunga pesanan untuk acara Look Ruk minggu ini. Nuan berkata itulah kenapa Sing harus membuatnya selalu ada disisi Sing, yah meskipun pada akhirnya Sing tidak akan pernah memilihnya. Sing hanya tersenyum menanggapi Nuan.

“Oh boss, apa boss udah lihat majalah terbaru Lovely Family? Nona Waen menulis kolom yang sangat bagus tentang masalah obesitas pada anak.”

Sing tidak mau membahas itu, dia mengalihkan pembicaraan ke event yang akan diadakan Lovely Family nanti. Namun saat Nuan menyarankan untuk menelepon Waen, Sing kembali mengganti topik pembicaraan mereka sampai membuat Nuan kesal sendiri HAHAHHA. Tidak sabar, diapun memilih untuk langsung menelepon Waen, Sing menghentikannya dan berkata akan menelepon Waen sendiri. Sing malas karena Nuan pasti bukan membicarakan pekerjaan melainkan hal lain yang berhubungan dengan mereka. HAHAHHAHA


Nuan memberikan nomor Waen pada Sing. Ketika Sing akan menghubungi Waen, Nuan diam-diam mencoba mengintip pesan apa yang Sing kirimkan. Tapi Sing tahu hingga dia memilih keluar, menjauh dari Nuan yang sudah mati penasaran Wkkwkwkw.


Sing pun menelepon ke kantor Waen. Kebetulan Fon lewat, karena Waen tidak ada maka dia yang mengangkat telepon itu. Awalnya Waen tidak mengenali suara Sing, tapi ketika Sing ingin mematikan telepon, Fon tersadar kalau yang menelepon adalah Sing. Dia jadi senang dan meminta Sing meninggalkan pesan kalau Sing mau. Dia akan memberitahu Waen nanti untuk menelepon Sing. Mendengar Sing tidak menjawab, Fon bertanya apa ini mungkin sesuatu yang pribadi? Sing dengan cepat membantah. Ini tentang Look Ruk, tentang dekorasinya. Fon tambah heboh, karena dia baru saja membahas hal yang sama dengan Waen. Nanti, dia akan menyuruh Waen ke toko Sing, jadi mereka bisa ngobrol dengan nyaman. HAHAHAH Sing sampai terdiam sejenak mendengar Fon yang sangat antusias.


Tepat disaat Sing ingin mematikan telepon, Waen bersama Dung muncul. Fon cepat-cepat menyerahkan teleponnya pada Waen. Fon dan Dung masih berada disana, menguping pembicaraan mereka. Waen bahkan sampai bisik-bisik HAHAHHAH.


Karena tidak nyaman mengobrol di kantor, mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu diluar. Meskipun begitu Waen tetap celingak-celinguk ke sekitar, takut kalau Dung dan Fon mengikutinya. Sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja dia malas berurusan dengan dua orang itu.

Sambil makan siang, mereka membicarakan soal kejadian Sathu dan Waen. Sing minta maaf karena sudah salam paham dengannya. Dan satu lagi, dia tidak sedang mendekati Waen. Bunga yang dia berikan waktu itu, dan juga baju, itu semua hanya permintaan maaf. Waen mengerti, dia juga ingin minta maaf karena dia sudah memaki Sing malam itu. Keduanya ingin membahas soal Sathu dan Dao, tapi karena ini waktu makan siang, dia takut Dung akan menyusul. Apa mereka bisa membicarakannya nanti?

Sing setuju. Dia mengusulkan untuk membicarakan ini disaat event Lovely Family. Suasana kan ramai, jadi orang-orang tidak akan memperhatikan mereka. Waen setuju, dia pun balik ke kantor sambil membawa makanannya tadi. Sing mentraktirnya, tapi ketika bayar ternyata punya Waen lebih mahal karena porsinya lebih besar. Sing heran, wanita macam apa Waen itu? HAHAHAHAHAH


Tibalah hari diadakannya acara di Lovely Family. Anak-anak berkeliaran di seluruh tempat, karena memang acara itu dibuat untuk anak-anak dengan didampingi orang tua mereka. Waen menawarkan minuman pada salah satu anak perempuan. Tapi anak itu tidak tertarik, namun saat Dung yang menawarkannya anak itu langsung mengambil. Dung lebih keibuan daripada Waen hahahahhah.
Dung kemudian bertanya soal banner. Dia tidak suka banner itu. Oleh uncle Sing dan Auntie Waen, apa maksudnya? Waen membalas meamangnya dia suka? Dung terus menggoda Waen sambil tertawa puas.


Gong Yoo kemudian muncul. Dia minta Waen mengambilkannya iced chocolate. Waen memberitahu tidak ada iced chocolate. Kalau memang mau suruh saja ibu Gong Yoo yang belikan. Gong Yoo kesal, dia pun mengatai Waen kejam dan pelit HAHAHHAH. Waen berteriak memanggilnya, ingin memberikan hukuman. Tapi, Dung mengatakan si Gong Yoo hanya tidak beruntung memiliki ibu seperti Tomtong HAHHAHA.


Tak lama Sing datang dengan membawa bunga, melihat itu Dung cepat-cepat mengambilkannya air minum. Waen ingin membantu, namun Fon datang mengajaknya ke tempat lain, yang ternyata adalah menemui keluarganya Sing. Waen terkejut, tapi dia tidak bisa apa-apa saat Fon sudah mengenalkannya pada mereka. Ayah terlihat senang sekali, dan bahkan menceritakan semua tentang Sing seperti sedang promosi. Ayah Sing yang bernama Patyod itu bertanya apa Waen punya pacar? Waen hampir tersedak, dia lalu menjawab dia tidak punya pacar. Patyod makin senang, dia lantas mengusulkan agar mereka berkencan saja Wkwkwkwkw. Tidak puas, Patyod mulai bertanya tentang orang tua dan umur Waen HAHAHHHA. Waen yang sudah tidak tahan cepat-cepat ijin pergi dengan alasan ingin membantu yang lain HAHAHHA. Ayah Sing ngebet banget, siapa gak takut coba kalau gitu?

Waen bergabung bersama Dung, Sing, Nuan dan Ting. Niatnya ingin melarikan diri, tapi lagi-lagi dia malah mendapat godaan dari Nuan HAHAHAH.


Acara pun dimulai. Sing ditemani Waen yang sebagai asisten menerangkan pada anak-anak bagaimana caranya merangkai bunga. Selama kegiatan itu berlangsung Patyod tak henti-hentinya tersenyum memandangi anak dan calon menantunya itu Wkwkwkwk.


Risih dilihatin terus, Waen pamit pada Sing untuk mengurusi minuman. Sing juga ikut. Baru saja mereka membicarakan masalah Dao dan Thu, Patyod dari dalam melihat kearah mereka dan menunjuk-nunjuk. Waen melihat hal itu, dia mengajak Sing pindah karena ada yang memperhatikan dan mengkode kearah keluarga Sing.


Waen menceritakan pada Sing apa yang dibilang ayahnya tadi, yang ingin dia jadi pacar Sing. Sing terkejut, dia lalu mencari tempat yang lebih aman. Saat mereka ingin pergi, Gong Yoo datang minta minuman. Waen bertanya kenapa tidak ibu Gong Yoo saja yang ambil? Gong Yoo menjawab ibunya tidak mau mengganggu Waen yang sedang berduaan. HAHAHHA Sing saja sampai terkejut mendengar jawaban Gong Yoo. Akhirnya Waen mengambilkan sebotol cola dingin untuknya lalu berpesan pada Gong Yoo agar mengatakan pada ibunya untuk meminum ini dan berhenti bicara.


Gong Yoo menghampiri Tomtong yang berdiri tidak jauh dari mereka. Gong Yoo juga menyampaikan pesan Waen tadi. Kebetulan Dung lewat, Tomtong langsung memanggilnya minta tolong untuk dibukakan botol cola. Waen mencoba melarang Dung, tapi tidak sempat karena minuman soda itu sudah muncrat mengenai Dung sampai baju Dung basah HHAHAHAH. Tomtong meminta maaf, jika Dung ingin menyalahkan maka salahkan teman Dung, Waen, karena dia yang mengocok minuman itu sebelum diberikan pada Gong Yoo. Dung langsung menatap tajam kearah Waen. Wkwkwkwkw


Dung mengomeli Waen panjang lebar, tapi ketika Sing menawarkan bajunya untuk dipakai, Dung langsung berubah senang, HAHAHAH dasar. Waen juga ikut sekalian membicarakan masalah tadi. Kalau dia tinggal sendirian disini mungkin saja ayah Sing akan memintanya menikahi Sing hahahha. Dung kesal karena Waen ikut, mereka kan tidak bisa berduaan jadinya.


Begitu sampai di toko Sing yang memang dekat, Nuan menggoda mereka yang datang berduaan. Sing segera meralat, mereka bertiga bersama Dungjai. Dungjai pergi ke kamar Sing. Dia terlihat senang sekali, sementara Nuan memilih pergi, mana tahu Waen dan Sing butuh privacy HAHAHHA. Namun, dia tidak beneran pergi, melainkan mengintip dari toko.


Sing dan Waen lalu bicara soal Dao. Sing bertanya apa Wean yakin Thu lagi kerja diluar kota? Waen membenarkan. Dia tidak akan membantu Thu menutupi kebohongannya. Lalu Sing bertanya lagi, apa menurut Waen mereka masih saling mencintai? Waen menjawab dia tidak tahu, tapi yang satu hal yang dia yakin mereka sama-sama belum siap untuk menikah.

Di luar, ternyata sudah ada ayah Sing. Patyod heran melihat Nuan yang mengintip dari balik papan selamat datang. Dia curiga apa Sing ada di dalam? Waen dan Sing langsung gelagapan mendengar suara Patyod. Nuan langsung ngicir lari tidak mau menjawab pertanyaan Patyod. Sing pun cepat-cepat membantu Waen untuk bersembunyi.


Ternyata alasan Patyod datang adalah untuk mengecek keberadaan Sing dan Waen yang tidak terlihat di acara. Apa mereka sedang bersama disini? Sing berkata dia disini untuk mengambil bunga, tidak ada siapa-siapa disini. Patyod tidak percaya karena tadi dia sempat melihat sedikit Sing masuk bersama seseorang. Tiba-tiba Patyod meminta gunting kuku, yang kebetulan ada di meja dimana Waen tengah bersembunyi. Sing ingin mengambilkannya tapi Patyod ngotot ingin ambil sendiri. Alhasil Waen jadi semakin takut ketahuan. Dia masuk ke bawah kolong meja itu.

Sing segera menyeret ayahnya untuk pindah tempat, jauh-jauh dari meja itu. Saat itulah Patyod melihat Waen berjalan merangkak melewati pintu menuju kamar Sing. Tapi dia tidak tahu itu siapa. Mereka berdebat dan Patyod yakin-seyakin-yakinnya kalau Sing memang menyembuyikan seseorang.


Patyod dan Sing tarik-tarikan hingga Patyod akhirnya mengejar Waen. Waen sudah berada di kamar Sing, sedangkan Dung baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk layaknya seorang perempuan pakai handuk HAHAHAHH. Waen menarik Dung untuk sembunyi, karena Patyod sedang mengejarnya. Disaat Sing menghentikan ayahnya yang sebentar lagi masuk, saat itulah terdengar jeritan Waen yang tak sengaja menjatuhkan buku-buku di meja.


Patyod makin yakin, tanpa menunggu lagi dia langsung masuk. Waen bingung mencari tempat sembunyi, Dung juga ikut mencari tempat persembuyian. Waen berhasil sembunyi di dalam lemari, saat Dung juga mau bersembunyi disana, Waen langsung menendangnya keluar HAHAHAH. Dan tepat saat itu, Patyod masuk dengan kondisi Dung terduduk di lantai sambil memegangi handuknay HAHAHAHAH. Dunglah yang ketangkap basah. Patyod melotot tak percaya.

*****
Episode ini bener-bener lucu. Apalagi tingkah Dung dan sindirannya Waen. Aku juga gak nyangka ka;au si Dung yang bakalan ketahuan. sebenarnya bukan ketahuan sih, tapi Dung kena sial hahhaha. Terus apa tanggapan ayah Sing saat melihat ada seorang pria yang lagi pakai handuk di kamar anaknya, secara dia udah yakin banget kalau Sing lagi nyembunyiin seseorang yang tentunya dia pikir peremuan. Lah ini malah laki-laki? HAHAHAHHA... Tetap tunggu episode-episode selanjutnya ya!!!

No comments:

Post a Comment