[Lakorn[ Sinopsis Waen Dok Mai Episode 5 - 2


Keluarga Sing sarapan pagi seperti biasa. Patyod terlihat ingin mengatakan sesuatu pada Sing, namun hal itu tidak jadi dilakukannya karena terganggu dengan anak-anak Kaobin yang ingin pergi ke sekolah, serta Ting yang ingin pergi ke kampus. Kaew menyindir Ting yang selalu terlambat, dia tampak tidak terlalu suka dengan Ting. Ayah kemudian bertanya soal Jay padanya, kenapa akhir-akhir ini Jay tidak pernah datang. Kaew menjawab dia tidak suka, dia muak dan lelah melihat wajahnya setiap hari. Dao lalu muncul bersama Fah. Kini gilaran Dao yang diinterogasi terkait Thu. Dao menjawab dia tidak tahu. Patyod pun mengomelinya, istri macam apa Dao ini, seharusnya Dao menelepon suaminya. Dengan malas Dao mengiyakan.

Kaobin keluar dari kantornya diikuti oleh Fah. Fah langsung masuk ke mobil, membuat Kaobin keheranan. Fah meminta Kaobin mengantarkannya sampai ke toko. Kaobin bertanya menyindir, apa orang suruhan Fah untuk menguntitnya sakit hari ini? Fah tidak peduli mendengarnya.


Waen dibantu Dung tengah memilih-milih hasil foto di acara kemarin. Si usil Tomtong datang menghampiri mereka dan mengeluarkan sindiran tajamnya. Belum sempat Waen membalas, Fon memanggil mereka berdua.


Fon membicarakan soal tema anniv Lovely Family yang ke-10. Tema utama mereka adalah Wedding. Fon meminta Tomtong mentransfer semua kerjaannya untuk dihandle oleh Waen. Tomtong protes, namun Fah memerintahkannya untuk mengerjakan interview beauty queen yang masih harus Tomtong lakukan. Tomtong berkata bagaimana bisa seseorang yang belum memiliki keluarga, belum berpacaran, belum menikah, berhati dingin seperti berlian melakukan project ini?

Fon menjawab kalau Waen sudah melakukan tugasnya kemarin dengan sangat baik. Waen berterima kasih, dia pun balik membalas sindiran Tomtong tadi. Menurut Fon, Waen dan Sing di acara kemarin benar-benar manis. Mereka seperti pasangan yang serasi. Dia ingin Waen bekerja untuk project ini. Waen harus menyiapkan topic untuk interview, wedding planner dan Sing untuk Wedding topic. Keduanya bengong tak percaya. Kalau Tomtong bengong karena kecewa tidak mendapat project ini, sedangkan Waen karena dia harus bekerja sama dengan Sing lagi. Wkwkwkwkw


Setelah keluar dari ruangan Fon mereka berdebat. Tomtong meremahkan Waen, dia menantang bagaimana hasil kerja Waen untuk project nanti nanti apakah bagus atau malah sebaliknya? Waen mengatakan lihat saja nanti. Lalu dia mengusulkan sebuah article tentang psikologi untuk Tomtong, Tomtong bisa menggunakannya untuk Gong Yoo. Tomtong berteriak Gong Yoo tidak gila. Ya, Waen tahu tapi anak-anak yang punya masalah mental itu disebabkan karena orangtuanya. Tomtong menganga tak percaya, karena Waen sama saja mengatai dirinya gila HAHAHAH.


Fah dan Kaobin sudah berada di sebuah toko yang sepertinya toko perhiasan. Kaobin dan Fah bersikap manis satu sama lain, membuat pegawai-pegawai toko iri dengan mereka yang meskipun telah punya dua anak namun tetap harmonis. Kaobin kemudian pergi, saat di depan toko dia mengernyit seperti geli dengan apa yang barusan dia lakukan tadi.


Di lampu merah banyak sales-sales cantik yang menawarkan promosi. Mobil Kaobin dihampiri oleh sales cantik itu, matanya langsung melotot senang melihat wajah cantik si sales juga body nya yang bagus. Dia bahkan melihat dari spion ketika sales itu sudah pergi. Dasar!!


Kaobin sampai di suatu tempat yang bernama ‘THAIKK’ (Jangan ketawa ya hahahh), saat dia ingin mengeluarkan brosur-brosur pemberian sales yang ada di mobilnya, saat itulah dia menemukan ponsel yang Fah selipkan di kantong belakang jok. Kaobin pun tahu inilah cara Fah selama ini mengetahui kemana dia pergi.


Waen memandangi bunga pemberian Sing yang mulai layu. Ia tersenyum mengingat obrolan mereka tadi malam. Dia kemudian ingin menelepon Sathu, tapi sathu sudah meneleponnya duluan. Sathu menawarkan makanan apa yang ingin Waen minta, Waen pun menyebutkannya dengan penuh antusias. Sathu berkata jika Waen minta sebanyak itu, maka dia harus menjemputnya besok di bandara. Waen ingat lalu bertanya, apa Sathu sudah bicara dengan Dao? Sathu mengatakan agar jangan membahas itu, dia lalu mematikan panggilan.


Dung yang kerjaannya telah selesai pamit pada Waen, dia memberitahu kalau dia akan pergi dengan temannya nanti malam. Waen kesal mereka kan sudah janjian makan Shabu bersama. Karena Dung tidak bisa, Waen pun pergi sendiri. Dia mencoba mengajak teman-temannya tapi tak ada yang bisa. Hampir semua alasan teman-temannya adalah karena sedang bersama pacar mereka HAHAHAH. Waen menatap nanar ke poster promosi yang lagi diskon 50 % itu. Waen selalu cari yang diskonan hehheh. Dia berpikir siapa yang bisa dia ajak. Dengan sedih dia mencari-cari kontak yang bisa dia hubungi dan menanyakan orang itu. Dan ternyata orang itu adalah Sing.


Sing yang sudah bersama Waen bertanya apa Waen lagi menggodanya? Waen berkata dia tidak menggoda gay HAHAHHA. Dia hanya ingin membahas masalah waktu itu. Sing berkata terserah Waen mau buat alasan apa, tapi dia berpikir Waen ingin mengajaknya makan diluar. Mereka berdebat kecil dan saling ejek-ejekan sebelum akhirnya Waen bertanya mengancam, “Mereka jadi makan apa tidak?” HAHAHAH, Sing langsung mengangguk.


THAIKK ternyata kantor Kaobin. Dia masih meneliti ponsel itu, lalu menelepon Fah mengatakan dia akan pulang terlambat karena ada meeting. Fah yang baru saja mengecek gps melalui ponsel itu tersenyum senang, karena memang Kaobin ada di kantornya. Kaobin lalu meninggalkan ponsel itu di kantor lalu pergi.


Waen memesan banyak sekali makanan. Sing saja sampai keget, pesanan Waen tadi bisa memberikan 5 orang kelaparan dan 10 orang normal HAHHAHA. Waen berkata dia hanya ingin mencicipi saja, kalau tidak habis maka dia akan membawa pulang. Dia tidak masalah makan makanan leftovers. Lagipula dia sangat ingin makan di tempat ini. Mereka hanya memberikan diskon untuk pasangan. Dia tidak mengerti kenapa orang-orang tidak peduli dengan orang yang single. Sing berkata kalau mereka melakukan promosi seperti yang Waen bilang maka usaha bisa bangkrut HAHAHHA.


Waen kemudian bicara soal alasan kenapa dia menelepon Sing tadi sebagai orang terkahir yang dia hubungi. Alasannya ada tiga, pacar, suami, dan anak. Dia tidak habis pikir kenapa orang-orang ingin menikah, punya anak, punya keluarga. Tak satupun dari temannya yang punya hidup bahagia.

“Ya, aku setuju.” Jawab Sing

“Benarkan? Single itu lebih baik. Kau bisa pergi kemanapun kau mau.”

“Benar, kau bisa begadang selama yang kau inginkan.”

“Ulangtahun, anniversaries, valentines, Chengmeng, bla-bla-bla... kau tidak harus mebeli kado.”

Mereka dua bersorak senang lalu berpelukan singkat karena merasa punya pikiran yang sama. Tapi sedetik kemudian Waen melepas pelukannya, dia bertanya apa Sing lagi menggodanya, kenapa main peluk-peluk? Sing tertawa, dia hanya ingin mengecek apa Waen masih waras. Waen kesal, mengecek dia? Cek diri Sing sendiri! HAHAHAHHA


Lalu Waen bertanya soal solusi dari masalah Dao dan Sathu, apa Sing sudah mendapatkan ide? Sing menggeleng. Waen kemudian mengusulkan untuk memisahkan kedua orang itu dengan membuat mereka tinggal bersama. Sing setuju, itu ide yang sangat cemerlang. Waen berkata dia memang pintar, makanya dia tidak punya suami. HAHAHAHA
Sing bertanya apa keduanya akan percaya pada mereka. Waen berkata itu gampang, mereka atur saja pertemuan. Sathu akan balik besok. Mereka akan mendampingi Sathu dan Dao jadi mereka tidak akan lari. Sing dan Waen langsung ber high five, puas dengan rencana mereka.


Dan esok harinya rencana itu dimulai. Sing mengajak Dao ke tokonya dan Waen datang bersama Sathu. Keduanya saling menatap kaget plus tidak suka. Pertengkaran pun terjadi lagi, Dao marah-marah karena selama seminggu Sathu tidak pernah meneleponnya. Dia menuduh Sathu selingkuh. Sathu tidak terima, dia balas meneriaki Dao sampai akhirnya mereka pukul-pukulan bunga, membuat toko Sing menjadi kacau berantakan.

No comments:

Post a Comment