January 22, 2018

[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 6 - 1


Ternyata pertengkaran antara Dao dan Sathu yang terjadi di toko bunga Sing hanyalah khayalan Sing dan Waen yang masih berada di restoran. Mereka berteriak kompak dengan apa yang mereka khayalkan itu. Benar-benar mengerikan. Karena sudah lapar, Waen meminta membicarakan masalah itu nanti, dia ingin makan sekarang. Sing pun mengangguk.


Jay menelepon Kaew yang lagi tidur. Dia bertanya Kaew dimana, apa masih diluar? Kaew mengatakan dia lagi pusing dan tiduran. Jay pergi saja latihan duluan, dia akan datang terlambat. Jay yang khawatir meminta Kaew tidak usah datang, tapi Kaew berkata tidak apa-apa. Mungkin dia akan lebih baik nanti. Setelah itu Kaew bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi yang ternyata di dalamnya ada Tha yang sedang mandi. Dengan entengnya dia bertanya apa dia boleh gabung? Kaew langsung membuka bajunya dan yah begitulah… OMG! Kaew memang bukan berada di rumahnya melainkan apartemen Tha.


Setelah selesai, Tha bertanya Kaew akan pergi ke mana? Mau dia antar? Kaew menolak dia akan menyetir sendiri. Tha menyarankan bagaimana kalau dia yang menyetir mobil Keaw, mana tahu dia bertemu ayah Kaew nanti dia akan mengucapkan salam. Kaew berkata tidak hari ini.
Tha bertanya kenapa? Bukankah mereka berpacaran? “Iya. Tapi, ayahku sukanya pada Jay. Karena dia itu tipe good guy, serius, konsisten, peduli pada orang lain, dan sopan.” Tha mengatakan kalau ayah Kaew sukanya yang seperti itu dia bisa jadi seperti itu. Kaew tidak yakin, itu pura-pura. Tha berkata Ayah Kaew kan belum pernah bertemu dengannya, dia yakin dia bisa berubah pikiran. Kaew tetap menolak, itu sama saja dengan mempublikasikan hubungan mereka. Seperti ini saja sudah cukup. Tha yang agak kesal lantas berkata kalau begitu Kaew tiak usah tinggal di apartemennya.


Seperti biasa, Piak menunggu Ting pulang dari kampusnya. Tapi, kali ini setelah dia mengantar Ting pagi tadi dia tidak pulang melainkan menunggu Ting sampai kuliahnya selesai. Karena jalanan macet dia tidak mau Ting menunggu dan akhirnya pulang dengan taksi. Sebelum pulang mereka bercanda bersama, kelihatan asyik sekali.


Di jalan, mungkin karena kelelahan Ting tertidur. Piak mengulurkan tangannya ke belakang untuk memegangi Ting agar tidak terjatuh. Ting juga sudah menyandarkan tubuhnya di punggung Piak, namun karena terus melihat kebelakang, Piak tidak sadar motornya sudah keluar jalur. Ting yang sudah bangun langsung meneriaki Piak tapi terlambat. Piak dan motornya masuk ke sawah-sawah, untunglah Ting sempat turun sebelum motor Piak jatuh. HAHAHHAHAH


Mereka sudah sampai di toko bunga. Akibat kejadian tadi siku Piak terluka sedikit. Ting terlihat sangat khawatir, Nuan yang datang dengan membawa kotak obat pun berkata dengan luka begitu tidak akan membuat Piak bertemu ajalnya HAHAHAHHA. Piak menyahut, kalau itu Nuan, mereka sudah harus mengatur pemakamannya LOL.

Ting mengobati luka Piak. Dia berjanji akan membelikan Piak kaca spion baru. Piak berkata tidak apa-apa. Yang penting Ting selamat. Kalau sampai Ting kenapa-napa, Sing akan membunuhnya. Dan entah kenapa Piak jadi tersenyum melihat perhatian Ting padanya. Ting mengobati lukanya dengan sangat lembut. Namun, suasana itu langsung berubah ketika Nuan menempelkan plaster dengan sangat kuat, Piak sontak meringis kesakitan. Nuan membela diri dia melakukan itu supaya perbannya ketat HAHAHHA. Ada apa nih dengan Piak?


Suasana meja makan saat makan malam terlihat sunyi kali ini. Hanya ada Dao bersama ayah sementara Fah lagi di dapur. Ayah bertanya soal Thu, kapan dia akan kembali. Dao menjawab dia tidak tahu. Dia tidak menelepon dan Thu juga tidak meneleponnya. Alhasil ayah tambah marah-marah. Fah yang sudah kembali dari dapur membela Dao bahwa mungkin saja Thu sibuk, Bin juga sibuk dengan pekerjaannya.


Tak lama Ting pulang dengan keadaan lelah karena hari ini ujiannya telah selesai. Dia pun langsung mendekati kakeknya dan membujuk untuk mendapatkan hadiah seperti yang kakekny janjikan. Patyod pura-pura lupa akan janjinya itu, membuat Ting merengek manja. Fah dan Dao juga tersenyum melihat tingkah ayah mereka dan cucunya itu.


Setelah lama menggoda Ting, Patyod meminta Ting menutup matanya dan membawa Ting ke halaman dimana sebuah mobil sudah terparkir. Begitu membuka matanya, Ting jingkrak-jingkrak saking senangnya dibelikan mobil. Dia langsung memeluk kakeknya.


Di restoran, semua makanan yang ada di meja sudah habis dimakan Sing dan Waen. Lebih tepatnya Waen yang hampir makan semuanya. Makanya Sing terus mengejeknya HHAHAHAHA. Itupun dia masih belum puas. Dia kembali memesan tiga ice cream. Si pelayan pria yang mencatat pesanan Waen terus melirik Sing. Ya pria itu gay HAHAHHA. Dan bisa-bisanya Waen menanyakan itu padanya HAHAHAH.

Sing tidak habis pikir, sudah Waen makanya banyak dia ternyata juga banyak omong, tidak heran kalau dia tidak punya pacar. Waen membenarkannya. Karena Sing memesan ice crem rasa strawberry, Waen balas mengejeknya, “Ya Mr. Sweet Strawberry! Mr baby mild. Sedikit bicara. Pria baik hati.” HAHHAHAH


Di toko, Piak dan Nuan sedang sibuk ingin mengantarkan pesanan. Tapi dengan barang bawaan yang banyak sepertinya agak susah kalau harus naik motor. Nuan ingin naik taksi saja, dan tepat saat itu Ting datang dengan mobil barunya. Mereka tidak tahu kalau itu Ting jadi Piak hampir saja menendang mobil Ting karena Ting terus membunyikan klakson HAHAHHA.


Piak pun bertanya pada Ting itu mobil siapa? Ting mengatkan itu hadiah dari kakek karena dia telah selesai ujian. Nuan memuji mobilnya sangat bagus dan betapa baiknya kakek Ting. Bisakah Ting bertanya padanya apa dia mau cucu lain? HAHAHHA
Ting hanya tertawa, Piak langsung menyahut, “Kau tidak bisa jadi cucunya, tapi ibunya”. Ting menghentikan pertengkaran mereka lalu menawarkan tumpangan untuk mengantarkan barang-barang itu. Awalnya Piak menolak tapi Ting memaksa lagian Nuan takut mati kalau dibonceng Piak HAHAHAH.


Sampailah mereka di Saenruk Studio. Disana juga ada Tha yang baru sampai. Tha hampir saja tertabrak mobil Ting. Dia pun mengomel siapa sih yang nyetir? Begitu dilihatnya Ting keluar dari mobil dia langsung tersenyum. Ternyata Ting. Mereka mengobrol sebentar sebelum masuk ke dalam. Piak terlihat tidak suka dengan Tha. Aiiih cemburu ya? HAHAHHAHA


Setelah selesai mengantarkan barang itu, mereka masih belum pulang karena Ting asyik berduaan dengan Tha. Piak sudah cemberut dari tadi karena cemburu. Nuan memintanya untuk tidak bersikap begitu. Dia hanyalah orang desa. Piak kesal, kalau dia orang desa, maka Nuan adalah cacing tanah. Jadi, apa dia menggoda Sing? HAHAHHAHA, luar biasa.

Nuan menampik, itu hanya untuk senang-senang. Terus seandainya dia menerima Nuan? “Aku akan jadi orang paling bodoh kalau menolak” jawabnya. Melihat wajah sedih Piak, Nuan menasihatinya untuk tidak menganggap Ting serius. Ini tidak mungkin.


“Lihatlah itu! Pesawat itu.” Tujuk Nuan pada pesawat yang kebetulan melintas di langit malam. “dan bagaimana denganmu. A dog. Just a dog. Ok, doggy lihat pesawat itu. Seekor anjing dan pesawat. Paham? Tapi kau bisa, jika kau tidak sengaja mendapat jackpot dan mengupgrade diri menjadi pria billionare. Bisa kau melakukannya?”

“Aku tahu. Tapi, memaksaku untuk tidak memikirkannya aku tidak bisa. Dan lihat apa yang terjadi hari ini. Mobil baru Ting. Oh dan lihat motorku. Sighh.”

“Kalau kau takut tidak akan ada yang mengendarai Pillion (nama motor Piak), aku akan mengorbankan diriku.”

“Oh, kalau begitu jangan. Aku hanya tidak ingin mengubah pandanganku terhadapmu.”
Mereka pun adu mulut sambil ejek-ejekan seperti biasa.


Kaobin baru pulang. Melihat Fah yang sudah tertidur dia sangat senang. Dia lalu mencium pipi Fah membuat Fah terbangun. Fah curiga kalau Kaobin habis pergi keluar bukan meeting karena tercium bau alkohol di badannya. Tapi Kaobin mengelak, mana ada alcohol dalam meeting. Dengan santai dia pergi ke kamar mandi sambil berteriak kalau dia puas.


Waen sudah menjemput Thu dari bandara. Thu tidak mau langsung pulang ke rumah. Dia malas bertemu Dao. Maka dari itu dia ingin ikut ke kantor Waen untuk memberi Dung oleh-oleh. Waen berkata dia hrus singgah dulu ke tokonya Sing, apa tidak apa-apa? Thu berkata dia akan ikut kemanapun Waen pergi hari ini. Setelah itu Sathu pun tertidur. Waen lantas menelelpon Sing untuk mengabarkan ini. Mendapat telepon dari Waen dipagi hari, Nuan langsung menggoda Sing.


Sing meminta Nuan dan Piak pergi untuk membeli coffee untuk Waen. Nuan berbisik pada Piak kalau mereka tidak usah cepat-cepat. Sing pasti ingin berduaan dengan Waen. Bisikan Nuan masih bisa didengar Sing. Sing pun menyuruhnya cepat pergi. Alasan supaya tidak mengganggu pertemuan antara Dao dan Thu.


Karena Waen akan datang, Dao pun menawarkan untuk pergi dulu. Sing berkata tidak usah, mereka hanya akan bicara masalah pekerjaan. Tak lama Waen dan Sathu sampai. Dao sedikit terkejut melihat kedatangan Sathu, begitu juga dengan Sathu. Sing lalu menjelaskan bahwa dia yang meminta Waen membawa Sathu kemari, dia ingin mereka bicara baik-baik. Adu mulut pun terjadi, mereka sama-sama tidak mau mengalah. Dao menuduh Sathu selingkuh dengan Waen meskipun Sathu sudah membantahnya berulang kali.


Akhirnya apa yang dibayangkan Waen dan Sing saat di restoran benar-benar terjadi bahkan lebih mengerikan. Mereka pukul-pukulan bunga. Hal itu berhenti sampai pukulan Dao mengenai Waen. Kesal melihat mereka berdua, Waen pun mengambil bunga lain dan ikut bertengkar memukuli mereka juga memukuli Sing HAHAHAHHA.

Suasana toko sudah seperti kapal pecah. Nuan dan Piak yang baru datang kaget luar biasa melihatnya. Dia mencoba menghentikan pertengkaran itu, tapi malah membuat Dao menyiramkan coffee ke wajah Sathu, dan Waen tidak senagaja menyiramkan coffe lainnya ke wajah Nuan HAHAHAHHA. Karena itulah akhirnya pertengkaran bisa dihentikan. Mereka berempat sudah duduk tenang untuk mulai bicara. Sementara Nuan dan Piak membereskan kekacauan yang mereka buat.

3 comments:

  1. Hahahaha...sakit perut terpingkal pingkal.. lucux akut parahh..������ lanjut tarus yah sinopx.. tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks juga krna sudah mampir untuk baca.
      Iya, dramanya emg lucu bgt. Tapi nulis yg comedy itu lebih susah dripada romance. Tkut kalau humornya malah gak dapet, ternyata berhasil kok hehehhe

      Delete
  2. HAHAHAHHA ADUH NGAKAK PARAH ASELI WK lanjutkan yaa admin

    ReplyDelete