[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 6 - 2


Setelah pertengkaran ‘bunga’ itu berhenti mereka duduk berempat dengan kondisi fisik berantakan. Serpihan kelopak bunga bertabur di rambut mereka. Sing yang kesal akhirnya mengomeli Waen, bukannya memisahkan kenapa Waen malah ikut-ikutan? Waen membela diri, dia tadi emosi, maaf.


Sing lalu menjelaskan pada Dao dan Sathu alasan dia mempertemukan mereka berdua, itu karena dia dan Waen sudah punya solusi. Tapi yang harus mereka tahu dia dan Waen tidak bisa memutuskannya.
 
“Terus apa yang harus kami lakukan?” Tanya Sathu.

“Bisakah kalian tetap tinggal bersama? Aku tidak ingin ayah tahu hal ini dan bisakah kalian hanya berpura-pura bahwa tidak ada apa-apa didepan ayah? Dia kelihatannya ragu tentang kalian. Dia selalu bertanya padaku dan aku tidak bisa menghandle-nya selamanya.”

“Aku juga tidak ingin berakhir seperti ini.” Ucap Sathu tertunduk.

“Jadi apa kau bisa mempertahankan cintamu untuk sementara? Aku mohon.”


Sathu dan Dao saling melempar pandangan sinis, namun akhirnya meskipun dengan ogah-ogahan mereka menyetujui usul itu. Sing memperingatkan ini adalah rahasia mereka, ayah tidak boleh tahu. Tiba-tiba Nuan dengan kondisi yang sudah seperti orang gila karena lelah bertanya pada mereka, apa benar-benar tidak ada yang mau membantunya? Mereka kompak menoleh, ya dan hanya menoleh tidak berniat membantu HAHAHHAHAHA.


Malamnya, Sathu dan Dao sudah kembali ke rumah. Sathu asyik bermain dengan Tuktik, baby girl mereka. Dao yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat hal itu, namun saat Tuktik melihat kearah Dao, dan Sathu mengikuti arah pandangnya dia menemukan Dao di belakang. Sontak senyumnya langsung menghilang melihat Dao. Dia langsung meletakkan Tuktik kembali ke box nya.


Kaew lagi telepon-teleponan dengan Tha. Tak lama terdengar suara Ting mengetuk pintu. Dengan malas Kaew membukakan pintu untuk Ting dan bertanya kalau Ting ingin pinjam baju ambil saja di lemari. Ting berkata dia tidak ingin pinjam baju tapi dia ingin konsultasi. Tha yang masih dalam panggilan segera mematikannya saat mendengar suara Ting. Ting pun menceritakan tentang Tha yang ia rasa menyukainya. Ting tidak menyebut nama Tha di depan Kaew. Saat Kaew meminta lihat fotonya, Ting agak malu untuk menunjukkan, sampai Kaew tidak berniat untuk melihatnya lagi karena ada pesan masuk dari Tha. Begitu juga dengan Ting, dia juga mendapat pesan dari Tha di waktu yang bersamaan. Uhhh dasar si Tha ini playboy rupanya.


Sarapan pagi kali ini anggota keluarga Patyod semuanya lengkap, kecuali Ting. Seperti janjinya semalam Sathu dan Dao terlihat mesra hari ini meskipun hanya pura-pura tapi itu membuat yang lain bisa percaya bahwa mereka baik-baik saja. Patyod pun ingat kalau Ting tidak ada, dia lalu menanyakan kemana perginya Ting. Kaew menyahut, harusnya ayah tidak bertanya setelah membelikan dia mobil. Ya pasti Ting sudah dengan mobil barunya. Ayah terlalu memanjakan dia.
Ayah bertanya, “Apa? Memanjakan dia? Dia tidak punya siapapun. Kalau bukan ayah siapa lagi? Kenapa? Atau haruskah kita menunggu orangtuanya bangkit dari kubur untuk membelikan?” Kaew pun tidak berkomentar lagi.

Melihat keluarga yang berkumpul bersama seperti ini, ayah benar-benar senang. Tapi sesaat kemudian dia langsung menoleh kearah Sing, “Sing, apakah kamu tidak mau punya keluarga sendiri seperti mereka?” HAHAHHAHA

Sing protes kenapa ujung-ujungnya selalu dia? Ayah mengatakan karena dia sangat khawatir tentang ini. Lihatlah Bin, sudah punya istri dan dua anak. Dao juga, sedangkan Kaew sudah punya pacar yang baik. Lalu Sing? Sing mengelak dia hanya tidak ingin buru-buru. Malas mendengar tuntutan ayahnya itu, dia pamit pergi dengan alasan harus mengantar pesanan. Dan hal itu membuat pikiran Ayah tentang Sing yang Gay semakin menjadi, karena semenjak dulu Sing tidak pernah membawa seorang wanita pun ke rumah HAHHAHAH.


Setelah selesai sarapan, Dao dan Sathu keluar dengan bergandengan tangan mesra namun ketika pintu tertutup drama mereka pun berakhir. Keduanya adu mulut lagi sebelum berpisah arah. Begitu juga dengan pasangan Bin dan Fah. Jika di meja makan keduanya selalu bersikap mesra, namun ketika diluar hampir tidak ada bedanya dengan Dao dan Sathu.


Fah berkunjung ke Lovely Family, mengantarkan oleh-oleh Sathu untuk Fon. Tepat saat itu Dung masuk mengantarkan berkas kerjaan. Fon dan Fah pun bergosip tentang Sing dan Waen. Fah juga memberitahu bahwa tadi pagi Sing kena marah dan ayah berpikir kalau dia itu gay. Mendengar Waen digosipkan bersama Sing wajah Dung jadi cemberut, dia lekas-lekas meminta Fon mengecek berkas itu. Namun ketika hendak keluar dia tersenyum karena orang-orang mengira Sing itu Gay, yang artinya dia bisa mendapat kesempatan HAHAHHAHA. Dia bahkan sempat berbalik untuk menguping.


Hal itu langsung diceritakannya pada Waen. Dia meminta Waen bertanya pada Sing. Kalau dia yang tanya, terus Sing bilang tidak dia akan malu. Seperti yang Fah bilang mungkin saja Sing baru menyadari (bahwa dia Gay). Dung bertanya dia rasa Sing memang cocok dengan ciri-ciri Gay, bukankah begitu? Waen juga merasa begitu. Dung senang, apa yang harus dilakukannya? Waen protes, mana dia tahu, memangnya radar gay Dung tidak bisa merasakan apapun? HAHHAHAH, Radar gay!

Dung cemberut, kalau dia bisa dia tidak akan bertanya pada Waen. Kadang radarnya tidak stabil HAHHAHAH. Dia jadi galau sendiri karena ingin tahu yang sebenarnya. Jika tahu, dia bisa lanjut atau berhenti. Dia juga bisa bersikap yang seharusnya. Waen pun menyarankan kalau Dung tidak ingin bertanya maka serbu saja. Terkadang tindakan lebih manjur daripada kata-kata. HAHAHHAHA, ya ampun Dung gila bener deh.


Dan saat itu juga, Dung langsung ke toko Sing, seorang diri. Layaknya ingin bertemu gebetan, Dung gugup dan meyakinkan dirinya sebelum masuk kedalam LOL. Ternyata disana Sing sendirian. Semakin mudahlah Si Dung untuk melancarkan gencatan senjatanya HAHAHAHHAH LOL.


Dia berbasi-basi ingin ikut kursus mendekorasi bunga dengan Sing. Sing mengatakan boleh, dia akan mengajari Dung gratis. Tanpa sadar Sing menepuk pundak Dung yang lantas membuat Dung jadi makin salah tingkah. Dia kemudian bertanya untuk mengorek informasi, dia tidak pernah lihat seorang pria tulen seperti Sing mau menjalankan bisnis bunga seperti ini. Sing mengatakan itu karena dia tidak seperti pria lain. Pria lain? Apa maksudnya itu? Tanya Dung malu-malu. Sing heran ada apa dengan Dung? Dung bersorak dalam hati karena Sing mencoba menghindar untuk menjawab. HAHAHHAHH


Dung mengatakan tidak ada apa-apa, dia pun meminta memilih bunga sendiri untuk di dekor. Dan pilihannya jatuh pada setangkai mawar putih. Setelah diambilnya bunga itu, dia asyik memandangi wajah Sing sambil berjalan mundur. Tidak sadar kalau dibelakangnya ada Cookie yang lagi tiduran. Sedikit lagi Dung akan menginjak Cookie, dengan sigap Sing menarik pinggang Dung seperti memeluknya yang membuat posisi mereka menjadi sangat dekat. Dung membeku seketika. Jika Sing bisa merasakan mungkin jantung Dung sudah melompat-lompat di dalam sana HAHAHHAH.

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Dung malu, matanya tak lepas menatap Sing.

“Emmm, kau akan menginjak ekor Cookie. Dia anjingku.” Jawab Sing.


Sing sudah melepaskan pegangannya dan lanjut mendekor bunga lagi. Dung yang masih menata degupan jantungnya kembali ingat kata-kata Waen untuk ‘menyerbu’ Sing. Dia meyakinkan dirinya sesaat, sebelum akhirnya dengan tiba-tiba happp dia memeluk Sing dari belakang. OMG… OMG… LOL


Sing memberontak ingin dilepaskan, dia lalu mendorong kepala Dung menjauh hingga Dung melepaskan pelukannya.

“Dung, apa yang coba kau lakukan?” Tanya Sing bingung.

Dan akhirnya, karena tidak bisa mengelak lagi, Dung bertanya pada Sing, bukankah Sing menyukainya?

“Apa yang membuatmu melakukan ini?” Tanya Sing lagi. Terdesak, diapun mengatakan kalau tadi dia hanya bercanda. Sing tahu Dung lagi mengetesnya. Dung membenarkan, dia beralasan itu karena keluarga Sing namun dia jujur ini juga sebenarnya karena Waen. Waen menghasutnya untuk menyerbu Sing. Harusnya dia tidak percaya pada Waen. Hampir saja dia kena maki. Dung pun pergi dengan menahan malu yang luar biasa. Sing geram sekali dengan Waen HAHAHAHHA.


Waen tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Dung tentang kejadian di toko Sing tadi. Dung kesal setengah mati, kalau Waen tidak berhenti ketawa dia akan menampar Waen. Waen masih saja tertawa. HAHHAHAHHA Siapa coba yang gak ketawa kalau melihat adegan itu, aku aja sampai nangis karena ketawa.

Waen tertawa karena dia tidak percaya Dung benar-benar melakukan apa yang dia bilang. Dung berkata untung saja dia tidak dipukul Sing. Hmmm kalau tidak bisa gawat. Itu karena dia buat alasan dengan mengatasnamakan keluarganya yang ingin mengetes Sing dia gay atau tidak. Suara deringan telepon menginterupsi tawa lepas Waen. Resepsionis memberitahu bahwa ada seseorang yang menunggu Waen di bawah.


Waen segera menuju keluar. Tapi dia tidak melihat siapapun yang dia kenal atau orang yang terlihat sedang menunggunya. Dan tiba-tiba muncullah Sing yang langsung memeluk Waen dari belakang.

“Aku mencintaimu. Aku sudah jatuh cinta padamu sejak lama. I Love You Waen.” Ucap Sing

Waen memukul-mukul Sing minta dilepaskan, tapi Sing tidak mau melepaskan Waen. Orang-orang sudah memandangi mereka. Bagaimana tidak, peluk-pelukan itu terjadi di halaman kantor tentu saja semua orang melihat.

Sing terus menggoda Waen tanpa berniat melepaskan pelukannya. “Bukannya kita saling cinta?” Katanya menggoda. “Hey, siapa yang cinta padamu? Apa kau salah makan? Lepaskan aku. Berhenti bercanda.” Pinta Waen yang mulai ketakutan.


Tiba-tiba terdengarlah teriakan suara seorang wanita, “Hey, apa yang kalian lakukan? Siapa itu? Apa dia pacarmu?”

“Nenek?” Ucap Waen terkejut. Sing juga melotot tak percaya.

*****
Hufffft, capek banget nulis episode ini. Bukan karena apa, tapi karena capek ketawa. Luar biasa si Dung itu HAHAHAHH. Jadi pengen deh punya temen yg kayak gitu. Pasti lucu, bisa ngilangin stress HAHHAHAH.

Anyway, tentang Ting, ternyata dia bukan anak Kaobin dan Fah. Aku menduganya sih dia itu saudara Patyod ataupun cucu angkat. Makanya Sing yang notabene nya masih single bertugas untuk menjaga Ting. Dan peluk-pelukan antara Sing dan Waen tadi itu semua hanya balas dendam Sing, karena Waen sudah menghasut Dung untuk mengetesnya. Waen kan anti banget tu sama yang namanya relationship ataupun skinship, jadilah Sing mengerjainya dengan memeluknya seperti itu di depan umum. Yang tak dia sangka adalah nenek Waen yang kebetulan datang melihat itu semua. Huaa makin penasaran jadinya. Sejauh episode 6 ini belum ada apa-apa yang terjadi di antara mereka. Hanya sekedar makan diluar ataupun project bersama. Jadi juga belum ada perasaan apapun. Aku juga gak sabar nunggu moment sweet mereka yang pastinya lucu. Walau si Dung harus mengalah tentunya HAHAHHAHHAHA.


No comments:

Post a Comment