[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 8 - 1


Waen lagi mencari referensi Wedding theme saat neneknya tiba-tiba muncul untuk minum teh jahe. Melihat itu, nenek menggoda Waen, katanya Waen tidak suka pria yang menangkap bouquet dengannya itu? Waen menjelaskan ini adalah project yang lagi dia kerjakan. Bukan dia akan menikah. Tapi, nenek merasa mereka seperti punya sesuatu yang spesial yang tidak bisa dia jelaskan. “Ohhh kalian sangat cocok.” kata nenek kemudian. Waen heran, cocok apanya? Mereka selalu berdebat setiap saat. Itulah yang dimaksud nenek dengan cocok. Apa Waen pernah mendengar tentang opposite attract ? (gak tahu bahasa Indonesianya apa, intinya opposite attract itu kecocokan karena perbedaan).

Nenek mencoba memancing Waen cerita mumpung tidak ada orang lain. Jadi, dia itu pacar atau suami Waen? Waen langsung terkekeh, dia bukan dua-duanya, jawab Waen. Waen meminta neneknya berhenti bertanya. Dia single, dan dia bahagia.

“Tapi, alam tidak menginginkan kita untuk sendiri. Kau tinggal sendiri di Bangkok. Kalau kau kesepian, carilah seorang pria. Tapi, pastikan agar jangan tersakiti atau melakukan sesuatu yang mengecewakan orangtuamu.” Kata nenek menasihati.

Waen jadi terharu mendengarnya. Dia kembali meyakinkan nenek, bahwa dia bisa tinggal sendiri. Dia punya banyak teman. Nenek berkata seandainya teman Waen sudah tidak disini lagi, lalu dia juga tidak bekerja, barulah Waen tahu bagaimana rasanya kesepian. Selama ini Waen tidak pernah merasa kesepian, kan?

“Katakan yang sejujurnya nek, kenapa wanita kuat sepertimu ingin aku punya pacar?” tanya Waen serius.

Nenek pun merangkul Waen, “Baiklah, kau tinggal sendirian di Bangkok, nenek khawatir padamu. Seseorang harus menjagamu.” Jawab nenek.


Nenek berangsur pindah ke sofa dan perlahan tertidur disaat Waen menceritakan kehidupan sekarang yang membuatnya memutuskan untuk sendiri, tidak ingin punya pacar ataupun suami. Ketika Waen menoleh dia langsung tersenyum, percuma dia cerita panjang lebar tapi neneknya sudah di dunia mimpi. Waen pun menghampiri neneknya dan dengan lembut menuntun neneknya pindah ke kamar.
Tepat saat itu Sing mengiriminya pesan “Apa kau belum tidur? Bisa bicara?”. Mengira Waen sudah tidur karena tidak membalas pesannya, Sing pun memutuskan untuk tidur bersama Cookie yang ada disebelahnya.


Keesokan paginya, Kaobin sedang menunggu Fah untuk berangkat kerja bersama. Tapi begitu Fah sudah keluar rumah, dia pura-pura melihat mobil yang katanya tergores. Disaat mereka membicarakan itu, Aum keluar. Ternyata dia menginap karena Ting tidak bisa mengantar. Pagi ini dia sengaja pulang cepat karena ingin bekerja. Kaobin yang tadi langsung tersenyum saat melihat Aum bertanya Aum naik apa ke tempat kerjanya?

Fah melirik Kaobin. Takut kalau suaminya itu akan mengantar Aum, Fah pun menawarkan tumpangan duluan. Akhirnya Aum mau, tapi sebelum pergi dia sempat menoleh kearah Kaobin. Aum meminta Fah memberhentikannya di persimpangan, dia akan naik taxi saja. Setelah Aum turun dan memastikan dia naik taxi Fah melajukan mobilnya.



Namun ternyata itu semua hanya akal-akalan Aum. Belum sempat taxi pergi Aum kembali keluar dengan alasan ada yang tertinggal. Dia sengaja menunggu Kaobin lewat untuk menumpang bersamanya.

Aum berbasi-basi kalau dia merasa tidak enak telah mengganggu. Lalu dia pun bercerita soal pekerjaannya dan dia kelihatan seperti sedang menggoda Kaobin bahkan dia melepas syal yang tadi menutupi tubuhnya dengan alasan panas. Saat Kaobin ingin menhidupkan AC dia bilang tidak usah. Dia tidak ingin menutupi dirinya.


Menunggu semalaman tapi tak kunjung mendapat balasan, Sing kembali mengirim pesan bertanya kenapa Waen tidak membalas. Waen yang lagi dandan mau ke kantor hanya melihat pesan Sing, lalu Sing pun meneleponnya.
Sing bertanya apa Waen marah padanya karena dia memeluk Waen? Belum sempat Waen menjawab, nenek memanggil Waen. Waen berkata pada Sing kalau neneknya memanggil dan dia akan menelepon balik nanti. Ternyata neneknya cuma protes masalah wifi yang membuat dia tidak bisa posting di IG. Pesan Sing lalu masuk, meminta Waen line kalau dia sudah selesai. Dia akan menelepon Waen. Melihat Waen fokus dengan ponselnya dan tak mendengarkan neneknya bicara ayah menegur, apa ada masalah? Atau Waen lagi sibuk ngobrol dengan orang lain? Waen berbohong ini hanya maslah pekerjaan.

Ayah kemudian mengingatkan agar Waen menghabiskan makanannya karena tidaka akan orang di rumah. Mereka akan pulang. Nenek yang kesal karena fotonya belum terupload bahkan mengejek wifi di rumah Waen sangat buruk. lebih baik dia lanjutkan di rumah saja nanti. HAHAHHAHAH


Kaobin sudah sampai mengantarkan Aum di tempatnya bekerja. Saat Aum keluar, Kaobin terus memandangi Aum dengan senyuman nakal. Syal milik Aum juga tertinggal di mobil Kaobin. Tak lama Fah meneleponnya,menanyakan apa dia di kantor? Kaobin berkata belum. Dia masih di Ratchada, jalanan sangat macet. Kaobin pun mematikan telepon. Fah tersenyum sambil melihat GPS Bin. Dia berpikir Bin jujur kali ini, padahal ya begitulah……


Sing menghampiri Dao yang lagi membersihkan muntahan di depan teras rumahnya. Sing bertanya siapa yang sakit? Tuktik? Bukan, tapi ayahnya Tuktik, jawab Dao. Sing menduga, apa mereka bertengkar lagi? Dao pun menceritakan malam tadi saat Thu mabuk berat. Thu pergi ke club dan bersenang-senang sampai mabuk. Saat dia bertanya kenapa Thu menceritakannya padanya, Thu bilang karena mereka teman. Dia bertanya apa Thu tidur dengan penari itu, Thu menjawab kalau dia melakukannya maka dia tidak akan pulang seperti ini. Dao kesal, saat dia akan masuk Thu memeluknya dari belakang. Dao meronta mencoba melepaskan. Dia pun menampar Thu karena tidak terima ucapan Thu yang mengatakan mereka hanya teman.

Setelah Dao menceritakan kejadian itu, Sing bertanya apa dia baik-baik saja? Dao mengatakan tidak. Semuanya semakin buruk lebih dari sebelumnya. Terkadang, Thu bahkan tidak pulang ke rumah. Jika dia pulang, dia mabuk. Dia meletakkan bajunya dimana-mana. Dia sudah melakukan semua yang Sing katakan. Tapi pada akhirnya mereka menjalani kehidupan mereka masing-masing. Jika ini bukan karena ayah, dia akan meminta Thu pergi dari hidupnya.


Sing turut prihatin dengan Dao. Dia lantas meminta maaf, ini semua salahnya. Dao berkata ini bukan salah Sing. Ini salahnya. Dia tidak mengenal Thu cukup baik. Dia jatuh cinta dengan Thu. Dan sampai harus menikah karena salahnya sendiri. Sing pun memeluk Dao untuk menenangkannya.


Thu lagi bersama Waen dan Dung di Lovely Family. Dung merasa sejak pisah (bukan cerai) dengan Dao, mood Thu menjadi baik. Thu berkata tentu saja, dia bebas sekarang tanpa omelan Dao lagi. Kalau Dao dari awal begini maka tidak aka nada masalah. Thu lantas meminta Dung menyimpan rahasia ini, jangan sampai Ayah dan keluarga Dao tahu, karena mereka semua sangat sensitive. Dung lalu bertanya, kalau begitu kenapa Thu cerita padanya? Thu berkata Dung kan teman dekatnya. Dia tidak ingin ada yang dirahasiakan. Dung pura-pura kesal, Thu hanya menghiburnya. Padahal mereka berdua tidak pernah cerita apapun padanya. Selalu ngomong di belakang. Dung pun mendorong Sathu sampai kearah Waen, jadinya terlihat seperti Thu yang memeluk Waen. Dan hal itu dilihat oleh si nosy Tumtong. Pasti hal itu akan jadi bahan gosipnya.


Setelah Thu pergi, Tumtong langsung menghampiri Waen dan Dung. Mulutnya sudah tidak tahan ingin menyindir dan menghina orang HAHAHHA. Waen dengan santai berkata, “Urusi urusanmu sendiri! ini sudah sejak kemarin, ya? Kebohongan apa yang kau katakan pada keluargaku?”
“Bohong apa? Aku mengatakan pada mereka yang sebenarnya.”

Ditengah-tengah adu mulut mereka, Fon datang. Tumtong langsung mengadu kalau dia hanya meminta Waen berhenti untuk menggoda. Tadi Thu datang hanya untuk melihat Waen. Fon mengatakan seharusnya Waen tidak melakukan itu. Waen membela diri, dia tidak punya maksud buruk apapun, lagian dia juga bersama Dung. Dung pun membenarkan.

Fon percaya, dia lalu mengalihkan topic pembicaraan ke project wedding yang Waen kerjakan. Bagaimana? Waen mengaku kalau dia baru memulai research. Fon mengatakan researchnya cukup, dia langsung menelepon Sing dan menyuruh Waen sekarang juga untuk pergi mewawancarai Sing. Dia tahu kalau tidak begini, Waen akan menunda-nunda untuk bertemu Sing.

2 comments: