[Lakorn] Sinopsis Waen Dok Mai Episode 3 - 2


Sing lagi bermain bersama Cookie. Dia teringat saat Cookie membuat kancing baju Waen hilang dan siku Waen terluka. Dia ingin minta maaf dengan mengirimkan Bunga untuk Waen. Esok harinya Sing ke Mall, dia membelikan baju untuk Waen dan membuat rangkaian bunga yang cantik sebagai permintaan maafnya.


Begitu Waen tiba di Lovely Family, Dung meneleponnya, menyuruh dia cepat masuk. Ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dia bicarakan. Rupanya sesuatu yang penting itu adalah rangkaian bunga dari Sing yang sudah terletak manis di meja Waen. Dung menuntut penjelasan Waen. Apa yang sebenarnya terjadi? HAHAHAH

Waen bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Dung. Ini pasti karena Cookie yang sudah merusak bajunya kemarin. Dung mengerti kalau tentang baju yang dikirim Sing. Tapi, bagaimana dengan bunganya? Waen menjawab, Sing kan emang punya toko bunga. Mungkin dia mengirimnya sebagai permintaan maaf.

Dung tidak percaya. Coba Waen pikirkan? Baju sih oke. Kalau sekuntum bunga juga oke. Tapi, ini sekeranjang! Apa maksudnya coba? Waen kesal, kenapa Dung jadi marah padanya?

“Kau.. Selalu membuat cintaku tak terbalas.” Jawab Dung bete. “Seperti ini, dia lagi merayumu tahu?”

Waen menampik kalau Sing tidak merayu nya, tapi Dung tidak percaya sama sekali. Di tengah perdebatan mereka itu, Tomtong tiba-tiba muncul. Dia memberitahu Waen dipanggil Fon ke ruangannya.


Fon menunjukkan foto-foto Waen dengan Sathu di Mall waktu itu. Dia sedikit curiga melihat mereka yang sepertinya sering pergi bersama. Waen berkata tidak. Biasanya mereka pergi bersama Dung dan Taan. Taan baru saja menikah dan sudah punya keluarga sendiri, jadi dia tidak bisa ikut lagi. Sementara Dung, kemarin dia lagi hangover. Waen berusaha menjelaskan bahwa tidak ada apa-apa diantara dia dan Thu. Mereka sudah seperti saudara sejak dulu. Fon mengerti, hanya saja orang lain tidak berpikir begitu. Secara tidak langsung Fon meminta Waen menjauhi Thu, demi kebaikan Waen. Karena dia juga khawatir orang-orang akan menyakiti Waen karena hal ini.
Setelah keluar dari ruangan Fon, dia menghampiri Tomtong. Mereka hampir saja berkelahi kalau tidak dilerai Dung. Uhh dasar si Tomtong!


Dao datang ke toko bunga Sing. Dia cuhat pada Sing kalau dia sudah melakukan seperti yang Sing bilang. Thu tidak mengatakan apa-apa hanya saja dia takut apa yang dicurigainya benar. Kemarin dia melihat struk restoran yang Sathu buang di tempat sampah. Sing berkata mungkin saja dia lagi meeting dengan temannya. Dao juga mencoba berpikir begitu. Jadi, pagi tadi dia menanyakan pada Sathu apa dia ikut makan malam bersama nanti, tapi Sathu bilang dia ada meeting. Tak percaya, Dao menelepon kantor dan menanyakannya. Ternyata tidak ada meeting sama sekali. Dia rasa, Sathu berubah karena ada orang lain. Dao pun meminta Sing menemaninya untuk pergi menangkap basah Sathu. Dia penasaran apa yang akan dikatakan Sathu nanti.


Piak menjemput Ting di kampusnya. Sebleum pulang mereka mengobrol tentang Ting yang akan magang di studio fotografi.
Waen jalan-jalan seorang diri di Mall. Dia masih memikirkan kata-kata Fon tadi. Tak lama Sathu meneleponnya. Dia mengajak Waen dan Dung makan siang bersama. Waen mencoba menolak, tapi Sathu tetap memaksa dan berkata akan menemui Waen di Mall. Tanpa Sathu sadari, Dao bersama Sing mengikutinya.


Waen tertarik pada promosi ice cream di salah satu restoran. Tapi promosi itu mengharuskannya membeli dua. Kebetulan Sing muncul disana, membuat si waitress berpikir Sing adalah pacar Waen. Waen yang sedikit kaget bertanya kenapa Sing ada disini? Sing menjawab dia hanya jalan-jalan dan kebetulan bertemu. Waen mengalihkan pandangannya dengan malas. Dia teringat ucapan Dung yang bilang Sing itu lagi mencoba mendekatinya. Selagi dia sibuk dengan pikirannya sendiri, Sing sudah mengiyakan untuk membeli ice cream itu. Waen pun jadi berpikir kalau perkataan Dung mungkin benar. HAHAHAH


Sing lalu bertanya, apa Waen sudah menerima bajunya? Kalau misalnya tidak pas, bilang saja padanya. Dia akan menukarnya. Dalam hati Waen berkata “tepat sekali”, Sing benar-benar sedang mendekatinya. Waen kemudian menjawab kalau dia tidak tahu. Dia belum mencobanya. Sing mengingatkan agar jangan lupa mencobanya nanti di rumah. Setelah itu dia bertanya soal luka Waen, apa masih sakit? Dengan sedikit terbata-bata Waen mengatakan sudah tidak sakit lagi.

Waen pun pergi meninggalkan Sing sendiri, karena Dung sudah meneleponnya. Sathu yang lagi ada di supermarket meminta Waen menemuinya disana. Waen menolak. Sathu heran, apa Waen sedang menghindar? Waen mengatakan dia tidak menghindar. Hanya saja dia baru bertemu seseorang yang dia kenal. Dia tidak mau bertemu orang itu lagi. Dia akan menunggu di rumahnya.


Dao dan Sing terus mengikuti Sathu hingga sampai di gedung apartemen Waen. Dao yang tadinya mencoba berpikir positif jadi tidak bisa. Dia sangat yakin dengan kecurigaannya selama ini. Sing pun memutuskan untuk pergi duluan. Jika setelah 15 menit dia tidak kembali maka Dao boleh menyusul. Dengan bertanya pada petugas security disana, Sing tahu kalau Sathu sering kemari. Dan Sing dibuat terkejut melihat unit apartemen Waen lah yang didatangi Sathu.


Waen juga terkejut. Dia mengira Sing mengikutinya. Tapi Sing langsung berkata, apa Waen orangnya? Apa dia tidak tahu kalau Sathu sudah punya istri? Sing kecewa pada Waen. Bukannya Waen bilang tidak ingin punya pacar? Tapi malah seeperti ini? Mereka berdebat di depan pintu karena Waen tidak mengerti apa maksud Sing sebenarnya.


Tak lama Sathu muncul. Sing langsung menuntut jawaban Sathu kenapa dia melakukan ini semua. Tapi Dao kemudian datang dengan penuh emosi hingga Sathu yang tadinya tenang dan ingin menjelaskan ikut terpancing emosi.

No comments:

Post a Comment