January 2, 2018

Sinopsis Stay The Series Episode 4 - 2 END


Setelah dari pemotretan itu, Jeang menemani Juk berbelanja. Juk membeli kantung kecil yang seperti jimat dengan bertuliskan “berkat untuk mendapatkan kebahagiaan” sepasang, dan satu buah lagi dengan tulisan “berkat bagi cinta abadi”.


Mee dan Naomi masih berda di kuil Yutoku. Setelah berdoa bersama, Mee bertanya apa harapan Naomi. Naoim berkata dia berdoa untuk keluarga dan semuanya agar selalu bahagia. Kalau Mee?
Mee tersenyum, “Naomi-san, maukah kau menikah denganku?” Mee melamar Naomi. Naomi tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dia tersenyum, dan setelah itu Mee mengeluarkan kotak cincin dari dalam jubahnya. “Ya. Mohon kerjasamanya. Mee.” Jawab Naomi. Mee senang, kali ini Naomi tidak memanggilnya dengan Kuma, melainkan namanya yang sebenarnya, Mee. Mee langsung memasangkan cincin itu di jari Naomi. Mereka saling memandang dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu sekaligus tatapan penuh cinta.


Sementara itu, Juk mengunjungi restoran yang menjual cumi-cumi transparan itu. Jeang terheran-heran melihatnya, karena Juk memakan cumi-cumi itu dengan wasabi yang padahal tidak disukainya. “Mungkin, aku gila.” Ucap Juk saat rasa aneh dan pedas wasabi sudah hilang dari mulutnya.
Mereka lalu mengunjungi Cape Hado, menyusuri jalan dengan ilalang-ilalang yang bergoyang karena tiupan angin. Juk menyandarkan kepalanya di bahu Jeang. Jeang yang seolah mengerti kenapa kakaknya bersikap aneh dari tadi, membiarkan Juk di bahunya dengan pikiran yang melayang kemana-mana.


Hari sudah beranjak malam. Juk sudah berada di meja makan dengan banyak hidangan yang tersaji disana. Setelah mengambil beberapa foto, Juk merekam suaranya.

“Hari ke-21. Hari terakhirku di Jepang. Hidangan lain yang enak di Saga, Jepang. Terlihat enak sekali. Aku sangat berterima kasih pada paman sudah menyiapkan makan malam untuk perpisahan.”

Juk menyudahi rekamannya saat Paman keluar dari dapur. Juk membungkuk mengucapkan terima kasih. Paman menjawabnya dengan senyuman. Kali ini mereka makan hanya berempat, tanpa Naomi dan Mee. Jeang kemudian bertanya pada Men dimana kakak dan istrinya itu. Men mengatakan kalau mereka pergi ke rumah sakit, sebentar lagi mungkin sampai. Dan tepat saat itu mereka berdua sampai di rumah.


Paman bertanya apa kata dokter. Mee mengatakan paman harus mendengarnya dari Naomi sendiri. Mereka semua fokus ke Naomi dan ternyata Naomi hamil. Paman sangat senang sekali, dia heboh sendiri dan berkata mereka harus merayakannya. Juk, Men, dan Jeang kebingungan karena tingkah paman. Mereka lalu menoleh ke Naomi dan Naomi mengatakan pada mereka kalau dia hamil. Juk tersenyum, dia turut senang dan mengucapkan selamat untuk Naomi. Juk juga mengucapkan selamat untuk Mee, meskipun mereka masih terlihat canggung satu sama lain. Akhirnya malam itu bukan hanya menjadi malam terakhir bagi Juk dan Jeang, melainkan malam perayaan untuk kebahagian Mee dan Naomi. Hikss… hikss.. terharu.


Matahari bersinar sangat cerah di kota Saga. Pagi ini, Juk dan Jeang bersiap untuk pulang ke Thailand. Juk memandang ke sekeliling seolah merekam setiap sudut rumah paman, dan juga desa Saga yang indah untuk terakhir kalinya. Mee keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil. Lalu paman dan Naomi keluar. Paman memberikan dua kotak besar strawberry yang paling terkenal di Saga sebagai oleh-oleh. Juk berterima kasih pada paman karena sudah menjaga mereka selama disini. Juk menggenggam jemari paman. Meskipun paman tidak mengerti apa yang dikatakan Juk, tapi dia tahu Juk pasti berterima kasih dan Paman balas menggenggam tangan Juk. Juk lalu memeluk paman dengan erat.


Sekarang giliran Jeang. Jeang menggoda paman, paman pasti akan bosan tanpanya. Seolah tahu maksud anak itu, paman berkata kalau disini akan sepi lagi tanpa melihat Men dan Jeang bertengkar. Paman menyentil kening Jeang dan Jeang langsung memeluk Paman.


“Naomi-san,” Panggil Juk setelah Jeang melepas pelukan Paman. “Terima kasih atas segalanya ya. Kami yakin bayimu akan sehat, dan jaga dirimu ya.” Juk mendekat dan menggenggam tangan Naomi.
 
“Terima kasih banyak. Sangat senang sekali bertemu denganmu. Aku tak ingin mengucapkan selamat tinggal. Jaga dirimu juga.”

Mereka sama-sama berkaca-kaca, sebelum akhirnya Juk merentangkan tangannya dan Naomi langsung memeluk Juk. Jeang mengucapkan selamat tinggal pada Naomi dalam bahasa Jepang (Sayonara), dan memeluk Naomi singkat karena dari mobil Men sudah menegurnya. HAHAHAH
Setelah itu, Juk memberikan hadiah (sebuah buku) untuk keluarga paman. Keduanya mengucapkan selamat tinggal sambil terus melambaikan tangan hingga jarak menjauhkan pandangan mereka.


Di jalan, Men mengecek IG Kate, cewek yang di pesawat waktu itu. Ternyata dia sudah punya pacar. Keduanya langsung meng-unfollow Kate, kalau dibiarkan hati mereka bisa hancur. HAHAAHHA
Berbeda dengan Men dan Jeang yang sudah mulai akur, Mee dan Juk hanya diam selama perjalanan hingga sampai ke stasiun Karatsu.


Men dan Jeang melirik kearah mereka. Paham kalau keduanya ingin diberi waktu sendiri, Men dan Jeang pun izin pergi ke toilet. Mereka masih saling diam beberapa saat hingga Juk meyakinkan diri untuk bicara.

“P’ Mee. Terima kasih atas segalanya. Tanpamu aku tak bisa lakukan apapun.”

“Juk. Aku pinjam ponselmu.” Kata Mee, dan Juk langsung memberikan ponselnya.

“Hari terakhir di Jepang… di Stasiun Karatsu. Aku berdiri di depan wanita. Dia suka merengek. Suka ragu. Suka makan. Suka tersenyum. Hari ini dia pulang. Tak tahu apa aku bisa berjumpa dengannya lagi. Aku ingin katakan padanya… aku sangat senang bertemu dengannya. Aku berharap dia menemukan kebahagiaan.” Mee merekam suaranya itu di depan Juk.


Setelah Mee mengembalikan ponsel Juk, Juk berkata sambil merentangkan tangannya, “Beri aku pelukan.” Mee langsung memeluknya dengan sangat erat dan lama. Kereta pun sampai dan mereka melepaskan pelukan masing-masing. Men dan Jeang juga sudah kembali dari toilet (pura-pura wkwkwk). Juk lalu berpamitan pada Mee dan Men. Men memeluk Juk singkat, karena Jeang sudah menegur, “Hei.. hei, itu kakakku!” persis seperti saat Jeang memeluk Naomi tadi. HAHAHAH


Jeang juga pamit pada Mee dan Men, lalu masuk ke kereta dan melambaikan tangan. Mereka bahkan berlari ke gerbong terakhir agar masih bisa melihat Mee dan Men. Mereka masih terus melambaikan tangan walapun sudah tidak terlihat lagi. Men masih tinggal di Jepang sampai acara pernikahan Mee. Huhuhuh sedihnya T_T


Di rumah, Mee dan Naomi melihat hadiah buku yang diberikan Juk. Ternyata Juk membuat buku itu sendiri. Disana banyak gambar-gambar kenangan Juk bersama keluarga paman Hatori. Di halaman lain Juk juga menempelkan foto Pre-Wedding Mee-Naomi serta sepasang kantung jimat yang bertuliskan “Kebahagiaan”.


Juk sudah berada di bandara Fukuoka. Di tangannya sudah ada kantung jimat yang bertuliskan “Cinta Abadi”. Pikirannya melayang menembus jendela pesawat dan digenggamnya kuat-kuat jimat itu. Juk lalu melihat ada pesan suara dari Copter. Di dekatkannya ponselnya ke telinga dan terdengar suara orang yang disayanginya, “Aku punya pengumuman. Aku… Ter… Bolos kerja hari ini untuk menjemput pacarku. Sampai di bandara, tolong cari aku. Aku berterima kasih, kita saling memiliki.” Juk tersenyum senang, dia lalu membalas dengan emoticon love. Setelah itu dia menyenderkan kepalanya di bahu Jeang, menyusul adiknya itu yang sudah tertidur pulas.


Scene beralih ke tempat-tempat yang menjadi kenangan Juk bersama keluarga Paman Hatori. Mulai dari Stasiun Karatsu, setiap sudut rumah paman, Yobuko market, Mt. Kagamiyama, Cape Hado, dll. Hingga tidak terasa 2 tahun telah berlalu. Mee bersama Naomi dan baby boy mereka tengah menikmati Saga International Ballon Fiesta dari tepi sungai Kasegawa River. Keluarga kecil mereka begitu bahagia.


END

*****

Huahhh… akhirnya sampai ending juga buat nge-recap Stay the Series. Ini adalah episode tersulit dimana aku harus nahan diri buat nggak nangis. Akibatnya dadaku serasa sesak. Scene saat Juk dan Jeang berpamitan pada keluarga paman benar-benar bikin terharu. Seperti kata pepatah, setiap pertemuan pasti ada yang namanya perpisahan. Dan perpisahan tidak pernah lepas dari satu kata yag namanya “Kesedihan”. Btw, pic nya banyak, kan? hehehehe

Stay the series adalah drama yang sangat sederhana. Sesederhana keluarga Paman dan kota Saga. Awalnya aku sedih karena Juk tidak berakhir dengan Mee. Tapi kenyataannya, perasaan mereka hanyalah perasaan sesaat yang tumbuh seiring berjalannya waktu tiga minggu. Kalaupun mereka bersama endingnya bakal kayak dipaksain dan akhirnya malah lebih sedih lagi karena harus melukai Copter dan Naomi. Huhuhu SAYONARA….

3 comments: