[Web Drama] Sinopsis Unexpected Heroes Episode 6


Suzy tengah menunggu sendirian di halte. Tak lama Jun Young datang dengan berlari. Ia melihat wajah Suzy cemberut. Sambil mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan habis berlari, ia bertanya Suzy kenapa. Suzy menundukkan wajahnya, ia berkata dengan terbata-bata kalau ayahnya mengusir dia pergi jika dia ingin menjadi trainee. Apa yang harus dia lakukan? Dia sangat ingin melakukan ini.

Jun Young mencoba menghibur Suzy. Dia meminta Suzy jangan khawatir, pasti akan ada jalan untuknya. Saat Suzy bertanya bagaimana caranya, tiba-tiba saja terlintas di pikiran Jun Young dan mengatakan ‘Shock therapy’.

“Apa itu?” Tanya Suzy tak mengerti.

“Kamu kabur dari rumah. Tidak ada orang tua yang akan melawan anaknya.”

Suzy menggeleng, dia tidak mau melakukan itu. Jun Young pun menjelaskan maksudnya, dia bukan ingin menyuruh Suzy beneran kabur, tapi dia bilang agar Suzy tampil di sebuah show. Run away show. Suzy tersenyum sekilas dan tampak memikirkannya.

Ternyata itu adalah malam saat Suzy dan Jun Young menerima kartu nama dari agensi. Jun Young yang masih ada di club broadcast berdecih kesal, rupanya Suzy benar-benar melakukan apa yang dia bilang waktu itu.


Dia mencoba menghubungi seseorang, mungkin Suzy, tapi nomor itu tidak aktif. Segera Jun Young melaporkan hal ini pada gurunya. Bu guru itu meminta kartu nama agensinya, tapi Jun Young mengatakan dia sudah membuangnya,. Dia rasa mungkin kartu nama itu masih ada. Dia akan mencarinya nanti. Guru itu tidak menyangka, junior seperti Jun Young malah menyarankan seniornya untuk kabur, dan parahnya senior itu mendengarkan. Dia pikir Suzy itu orang yang bertanggung jawab.

Jun Young terus menunduk, ia merasa bersalah karena ini adalah idenya. Dia lantas meminta maaf. Dan setelah itu pergi untuk mencari kartu nama agensi. Sementara si guru akan menghubungi orang tua Suzy.


Di perpustakaan, Yoon Ji tengah melihat berita tentang pembunuhan seorang wanita. Diduga itu adalah pembunuhan berantai, dan si pembunuh berantai di kabarkan menghilang. Saat Yoon Ji serius membaca berita itu, guru yang selalu ada di perpustakaan tiba-tiba datang dan mengagetkan Yoon Ji. Guru itu melihat berita yang Yoon Ji baca. Apa Yoon Ji ingin melakukan ivestigasi lagi? Dia sedikit terkejut melihat berita pembunuhan itu, dan merasa ini sedikit tidak masuk akal. Tapi, menurut Yoon Ji itu tidak asing baginya, dia ingin tahu lebih lanjut. Jun Young kemudian muncul di depan perpus, menginterupsi obrolan Yoon Ji dan pak Guru. Setelah Yoon Ji pergi menghampiri Jun Young, wajah ramah yang sedari tadi guru itu tunjukkan berubah menjadi serius. Perhatiannya lalu fokus ke komputer yang menampilkan berita pembunuhan tadi. Hmmm kayaknya ada yang mencurigakan ni sama gurunya.


Jun Young bertanya dengan gelisah, apa Yoon Ji ingat kartu nama waktu itu. Yoon Ji bertanya, kartu nama yang mana? Jun Young menjelaskan kartu nama ‘Suzy’ waktu itu. Jun Young bahkan memohon pada Yoon Ji agar dia mengingatnya. Hidup Suzy sedang terancam sekarang.

Suzy mencoba mengingat tulisan di kartu nama yang pernah ditunjukkan Jun Young saat itu. Awalnya tulisan itu kabur, namun perlahan menjadi lebih jelas dan dia berhasil mengingat nomor telepon serta alamatnya, CEO Kim Ki Ho, Korea Star Entertainment. Jun Young langsung berterima kasih pada Yoon Ji, dan detik itu juga dia pergi ke Gangnam, Yeoksam-dong.


Setelah di rumah, Soo Ho dan Yoon Ji dibuat kesal atas tingkah Jun Young yang dari tadi kerjaannya mondar-mandir gelisah di depan mereka. Bahkan setelah duduk pun ia masih saja menggoyang-goyangkan kakinya untuk mengurangi rasa gugup. Jun Young tidak habis pikir, mereka bilang nomor itu tidak aktif. Bagaimana bisa sebuah perusahaan tutup dalam sehari? Dan nomor Suzy juga mati. Ya, Jun Young sudah mendatangi kantor agensi itu.


Dia menoleh pada Yoon Ji, “Tidakkah kamu mencium sesuatu yang mencurigakan?” tanyanya khawatir. Dia bahkan menarik rambut Yoon Ji ke atas dengan kedua tangannya dan memuji Yoon Ji, bukankah Yoon Ji ahli dalam hal seperti ini. Yoon Ji yang sudah menahan kesal dari tadi berkata polisi akan menemukannya. Jun Young frustasi, ini adalah pura-pura. Lagipula ini kasus umum dimana seorang gadis kabur dari rumah (maksudnya, polisi pasti malas menghadapi kasus ini). Apa yang harus dia lakukan? Semua ini salahnya. Harusnya dia tidak mengatakan hal itu.


Jun Young kemudian memegang tangan Soo Ho dan Yoon Ji yang ada di kanan dan kirinya. “Jika sesuatu terjadinya padanya, aku tidak bisa hidup. Aku akan mati.” Soo Ho dan Yoon Ji langsung berteriak stop, yang lantas membuat drama Jun Young berhenti HAHAHAHA.
Jun Young lalu ingat paman Soo Ho, bolehkah dia minta tolong padanya. Soo Ho berkata kalau pamannya lagi dapat kasus tindak criminal. Dia tidak bisa menangani kasus orang-orang yang kabur. Wkwkwkw.

Jun Young langsung sedih, ia menggoyang-goyang lengan Soo Ho meminta bantuan. Andaikan mereka punya superhuman Avengers sekarang. Soo Ho langsung berdiri dengan kesal, tidak tahan dengan drama Jun Young. “Bangunlah! Kita bisa pergi kesana sendiri. Kamu tahu alamatnya, kan?” Soo Ho juga mengajak Yoon Ji ikut. Lebih baik mereka pergi kesana, daripada melihat Jun Young mengeluh terus. HAHAHHAHA


Jun Young kaget, tapi akhirnya mereka bertiga pergi ke agensi Korea Star Entertainment itu. Disana mereka mendapati kantor yang sangat berantakan dengan kertas-kertas yang berserakan dimana-mana. Jun Young kemudian sadar bahwa ini adalah penipuan. Sementara itu Soo Ho dan Yoon Ji mencoba mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai petunjuk. Yoon Ji melihat sebuah kartu nama kuning yang berbeda dari milik Jun Young waktu itu. Disitu tertulis bahwa perusahaan ini juga bisa meminjamkan uang. Dia percaya semua kejadian pasti meninggalkan jejak. Dan bermodalkan kartu nama itu mereka pergi, mencoba mencari keberadaan Suzy.


Mereka kemudian menanyakan info perusahaan itu di kantor yang berhubungan dengan perdagangan. Haraboji yang bertugas disana mengatakan bahwa kantor ini masih punya waktu tersisa di kontraknya, tapi dia membayar biaya pindah dan pergi. Apa mereka juga dari perusahaan itu?
Jun Young tidak menjawab, ia malah bertanya apa orang lain ada datang selain mereka? Haraboji itu mengiyakan. Orangtua dan anaknya datang. Polisi juga datang sebelum itu. Yoon Ji meminta ponsel Jun Young untuk menunjukkan foto Suzy. Namun, saat dilihatnya foto akrab Suzy dan Jun Young, wajahnya berubah sedikit kesal. Sebelum akhirnya dia menunjukkan foto itu pada Haraboji.
Haraboji itu malah merasa ini adalah foto Jun Young dan Yoon Ji, membuat Jun Young sedikit berteriak. Bagaimana bisa Haraboji melihat Suzy jadi Yoon Ji.

“Kenapa kau berteriak? Semua orang kelihatan sama kalau pakai seragam. Bagaimana aku membedakannya?” Kesal Haraboji.

“Tuan, apa orang lain melihatnya (pria pemilik perusahaan)?”

“Tidak! Dia membawa keluar semua barang-barangnya saat malam hari. Cepatlah dan pergi! Kalian mengganggu.” Kata Haraboji sudah sangat kesal.


Setelah mengucapkan terima kasih mereka keluar dari ruangan itu dan mencoba melobi pihak lain agar bisa mendapat informasi. Tapi lagi-lagi mereka diusir. Saat di parkiran, Yoon Ji melihat-lihat mobil yang ada disana, dan sebuah ide muncul di kepalanya. Mereka masih punya cara untuk kasus ini. Diusapnya salah satu mobil, ada banyak debu disana. Kemungkinan mobil-mobil ini sudah dua hari terparkir disini. Mereka harus cek black boxnya. Soo Ho tidak yakin ada yang mau memperlihatkannya pada mereka. Namun Jun Young merasa jika si pemilik mungkin saja perempuan. Akan lebih bagus kalau dia mahasiswa. Mereka bertiga pun saling bertukar pandangan.


Dan untunglah salah satu pemilik mobil disana adalah seorang mahasiswi. Jun Young lah yang mencoba bicara dengan gadis itu. Dari posisi yang agak jauh, Soo Ho bertanya pada Yoon Ji kenapa gadis-gadis mau mendengarkan Jun Young? Yoon Ji berkata ini sama seperti tangan besi Soo Ho. Yang artinya adalah, Jun Young punya kemampuan untuk membuat para gadis nyaman dan bermurah hati. Yoon Ji merasa ini tak masalah selama Jun Young menggunakannya untuk kebaikan. Soo Ho lalu bertanya, apa Yoon Ji juga merasakan hal yang sama (nyaman dengan Jun Young)? Yoon Ji tidak mengerti maksud Soo Ho. Dan obrolan mereka dipotong oleh panggilan Jun Young karena dia berhasil mendapat memory black box nya.


Mereka langsung mendatangi kantor Det Min. Mereka berusaha membujuk paman agar mau memeriksa isi dalam memory itu. Itu adalah bukti sebuah penculikan. Det Min berkata ada prosedurnya dan ia akan memeriksanya nanti lalu menyuruh mereka pulang. Namun, Soo Ho yang sudah tidak sabar langsung mengeceknya sendiri di komputer Det Min. Para petugas lain juga ikut mengerubungi mereka, dan benar saja dalam video itu terlihat Suzy yang tengah diculik oleh sekelompok pria.

*****

No comments:

Post a Comment