January 4, 2018

[Web Drama] Sinopsis Unexpected Heroes Episode 8


Akhirnya setelah perkelahian yang cukup sengit, Det Min beserta tim sampai ke TKP dan menahan para pelaku kejahatan itu. Det Min menatap ketiganya menahan amarah karena khawatir, apalagi melihat Soo Ho yang sedikit terluka di wajahnya. Soo Ho lantas meminta maaf. Det Min pun menyuruh mereka masuk ke mobil dan akan menemui mereka di rumah nanti.
Suzy yang ada disana, tiba-tiba memanggil Jun Young dan berlari ke dalam pelukannya. Jun Young membalas pelukan itu dan menepuk-nepuk punggung Suzy dengan lembut. Yoon Ji segera mengalihkan pandangannya dan masuk ke mobil. Namun, Soo Ho bisa melihat kekecawaan dari wajah Yoon Ji.


Di dalam mobil, mereka melihat Jun Young dan Suzy yang masih berduaan. Bahkan Suzy sempat mencium pipi Jun Young sebelum pergi. Dan hal itu membuat Yoon Ji tak bisa menahan air matanya yang tiba-tiba saja mengalir. Soo Ho mneghela nafas berat, ia tidak tega melihat Yoon Ji seperti ini. Dia mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Yoon Ji.

“Apa kamu berbohong tentang penglihatanmu? Kenapa kamu hanya melihat Jun Young?” Ucap Soo Ho serius. Yoon Ji diam, tidak tahu harus berkata apa.


Setelah di rumah, ketiganya dimarahi oleh Det Min. Dr No yang duduk di sebelah Det Min juga tampak kesal bercampur khawatir dengan ulah mereka. Mereka pun meminta maaf. Namun, Dr No ingin mereka berjanji bahwa mereka tidak akan melakukan hal seperti ini lagi hanya dengan mempercayai kemampuan mereka.


Det Min jadi penasaran tentang kemampuan ini. Dia tahu Soo Ho semakin kuat dari sebelumnya. Tapi, bagaimana bisa dia melawan orang-orang berbadan besar itu? Dan dari mana mereka mendapat nomor dan alamat lintah darat itu? Dengan gaya dramatisnya, Jun Young menjawab bahwa mereka punya kemampuan yang mengejutkan, Superhuman powers. Det Min membentak Jun Young, membuat mereka semua kaget, “Beraninya kau membuat lelucon padaku!” Kata Det Min tak percaya.
“Paman! Aku serius. Sungguh. 100%. Ini adalah fakta. Apa paman ngerti?” Jawab Jun Young dengan suara keras. Det Min hampir saja akan memukul kepala Jun Young kalau tidak ditahan Dr No. Dr No lalu menjelaskan kondisi mereka pada Det Min dengan menjauh dari ketiganya.


Keesokan harinya, Soo Ho bersama Det Min tengah berada di ruangan Dr No. Det Min menandatangani sesuatu yang sepertinya formulir persetujuan pelamar donor. Soo Ho juga ingin menjadi pendonor, namun paman mengatakan dia dulu baru nanti setelah umur Soo Ho 19 tahun dia bisa melakukannya dengan cara yang keren. Dr No pun menunjukkan contoh driver license miliknya. Setelah lamaran Det Min ini nanti disetujui maka akan di ditulis di driver license kalau Det Min adalah pelamar donor dan mendapatkan sertifikat. Ketiganya pun tertawa bahagia bersama.


Jun Young menemui Yoon Ji yang lagi menyendiri. Jun Young bertanya apa Yoon Ji masih marah padanya? Yoon Ji mengelak, kapan dia marah? Jun Young tahu kalau Yoon Ji memang marah padanya. Buktinya Yoon Ji tidak bicara bahkan tidak melihatnya setelah mereka kembali kemarin.

“Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku?” Tanya Jun Young. “Aku tidak bisa makan dan tidur.”

“Apa? Kamu makan dan tidur dengan baik.”

“Tidak. Aku tidak.” Jawab Jun Young. “Lee Yoon Ji. Sejujurnya, Suzy...”

Belum sempat Jun Young melanjutkan ucapannya, Yoon Ji sudah memotong. Dia tidak mau mendengar kalimat Jun Young selanjutnya yang mungkin akan menyakitinya. Dia lalu mengatakan dia akan mengabulkan tiga permintaan Jun Young. Jun Young tak percaya, apa Yoon Ji itu genie? Apa maksudnya dengan permintaan?

“Ini karena aku tidak ingin menyesal jika aku tidak memperlakukanmu dengan baik.”

Jun Young tidak mengerti atas sikap Yoon Ji yang aneh ini, apa dia sakit? Apakah terjadi sesuatu dengan matanya? Atau dia melakukan suatu kesalahan? Yoon Ji menampiknya dan meminta Jun Young memikirkan permintaannya lalu mereka bisa mengakhirinya. Setelah mengatakan itu Yoon Ji pun pergi.


Esok paginya, mereka mendapat kiriman sarapan dari Dr No yang harus pergi pagi-pagi sekali. Jun Young yang melihat tidak ada Yoon Ji lalu meminta diambilkan air sebagai permintaannya. Yoon Ji datang dengan segelas air. Jun Young berkata dia berubah pikiran, dia ingin juice daripada air. Meskipun kesal Yoon Ji menurutinya. Dia mengatakan Jun Young sudah menggunakan satu permintaannya.


Saat disekolah, Jun Young menghampiri Yoon Ji dan menyerahkan PR tentang sejarah Korea-nya yang sangat banyak. Dia meminta Yoon Ji mengerjakannya sampai nanti malam. Yoon Ji bertanya apa ini permintaan Jun Young? Jun Young mengiyakannya dan langsung disetujui Yoon Ji. Tapi setelah itu Jun Young jadi heran, ada apa dengan Yoon Ji? Apa dia salah makan? Atau dia (Jun Young) melakukan kesalahan? Yoon Ji berkata dia hanya ingin memberikan Jun Young tiga permintaan saja. Jun Young tidak percaya, ia jadi khawatir kalau mungkin Yoon Ji sakit. Saat diiulurkannya tangannya untuk menyentuh dahi Yoon Ji, Yoon Ji langsung menghindar. Jun Young jadi kesal, dan menarik kembali buku PR-nya. Dengan gaya manja dan lucu, Jun Young meminta Yoon Ji berhenti melakukan ini dan bilang saja padanya ada apa. Yoon Ji berkata Jun Young sudah menggunakan 2 permintaannya. Dan setelah itu Yoon Ji pergi.


Malamnya, Yoon Ji menemui Dr No. Dia menyerahkan sebundel kertas yang ternyata adalah novel yang dibuat olehnya. Dia ingin minta izin pada Dr No karena tokoh dalam cerita adalah Sang Yoon. Dr No tampak terkejut. Dia lantas bertanya darimana Yoon Ji mengenalnya. Yoon Ji mengaku dia melihat Sang Yoon di online memorial waktu itu. Dia penasaran dan menemukan beberapa informasi karena disebutkan dia adalah seoang pendonor.

“Aku ingin menulis tentang dia. Bisakah aku melakukannya?” Tanya Yoon Ji. Dia merasa dia harus menanyakan ini karena Sang Yoon adalah adik Dr No. Dia tidak mau Dr No merasa tidak nyaman karena hal itu.

Dr No setuju. Dia merasa akan bagus jika seseorang mengingat Sang Yoon di bumi ini. Lebih baik lagi itu adalah Yoon Ji. Yoon Ji tersenyum senang dan berterimakasih. Dr No menawarkan bantuan dan menyarankan bagaimana kalu Sang Yoon jadi tokoh utamanya?


Akhirnya Dr No menunjukkan benda-benda peninggalan Sang Yoon. Yoon Ji melihat ponsel yang kacanya sudah retak. Lama diperhatikannya ponsel itu sebelum dia menekan tombol power, dan ternyata ponsel itu menyala. Dr No juga terkejut melihatnya. Kemudian dia mencba mengklik sesuatu di layar yang ternyata adalah rekaman obrolan terkahir Sang Yoon sebelum kecelakaan. Sang Yoon sempat mengucapkan satu kata terakhir sebelum dia tidak sadarkan diri. CAMELLIA. Dan ponsel itu pun tiba-tiba mati kembali.

Yoon Ji segera mencari maksud dari kata ‘camellia’ yang rupanya adalah bunga camellia. Dr No tidak mengerti. Bunga Camellia? Apa maksudnya? Yoon Ji merasa ini sedikit aneh. Dia tidak yakin kalau kematian Sang Yoon adalah sebuah kecelakaan.

*****
Aduh akhirnya mulai terungkap juga insiden Sang Yoon. Makin lama makin penasaran. Apalagi sama permintaan Jun Young yang tinggal satu permintaan lagi. Kira-kira apa yang bakal dia minta ke Yoon Ji, ya?

No comments:

Post a Comment